Jumat, 29 Juli 2016

Tradisi Nyongkolan Lombok Sebagai Ajang Silahtuhrahmi

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...

15 November 2015

Sore Lombok....

Mendengar Lombok sebagian orang langsung tertuju pada Rinjani, Suku Sasak, Mutiara dan pantai - pantai indah lainnya. Kalau saya pribadi masih ingat dengan kajian mata Kuliah Hukum Adat yang saya ambill beberapa tahun lalu, mengkaji tentang tradisi "Kawin Lari" Suku Sasak.

Lombok adalah sebuah pulau kecil yang memiliki letak geografis berada di tengah - tengah dalam jajaran Kepulauan Indonesia, masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi satu bagian dengan Pulau Sumbawa.

Secara garis besar kebudayaan Lombok mirip dengan tradisi budaya Jawa dan Bali.  Dari berbagai sumber sejarah yang saya baca dan peninggalan - peninggalannya pun banyak ditemui bernuansa Hindu Bali seperti Taman Narmada, Pura Niru, Taman Lingsar, Taman Suranadi dan lain - lainnya. Hingga kini pun tempat tersebut masih dipergunakan sebagai rumah ibadah oleh umat Hindu.

Suku yang mendiami Pulau Lombok itu sendiri adalah Suku Sasak. Sebagai suku yang memiliki budaya dan tradisi sehari - hari, seperti layaknya suku - suku di Indonesia lainnya, yaitu menjunjung tinggi nilai kultural budaya mereka.

Salah satunya tradisi "Nyongkolan" yang saya temui ketika baru saja tiba di Lombok menuju Sengigi. Nyongkolan berasal dari kata Songkol atau Sondol yang berarti mendorong dari belakang atau bisa diartikan menggiring. Nyongkolan adalah prosesi adat yang dijalankan, apabila adanya proses pernikahan Laki - laki (Turune) dan Perempuan (Dedare) di dalam Suku Sasak. Biasanya Nyongkolan akan dilakukan setelah proses Akad Nikah atau ditentukan oleh kedua belah pihak.

Setelah hari H tiba, pengantin laki - laki dan permpuan akan diiringi atau diarak layaknya Raja dan Permaisuri menuju kediaman keluarga pihak pengantin perempuan, pengiring ini akan mengenakan pakaian adat Suku Sasak layaknya prajurit dan dayang - dayang untuk mengantarkan Raja dan Permaisurinya sambil diiringi musik.

Iring - iringan Nyongkolan
Keramaian Nyongkolan
Dayang - Dayang Pengantin Perempuan
Iring - Iringan Pengantin Laki - Laki
Pengantin Perempuan
Iring - Iringan Nyongkolan
Alat musik dalam iring - iringan Nyongkolan
Ramai bukan Tradisi nyongkolan ini
Sesampainya di kediaman keluarga pengantin perempuan, pasangan pengantin ini akan melakukan sungkeman untuk meminta restu kepada pihak keluarga sebagai tanda bahwa pihak keluarganya sudah merestui untuk melepas anak gadis mereka dan dibawa oleh suaminya. Demikian sedikit tentang tradisi nyongkolan, semoga bermanfaat. Terima kasih.


وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kopka Kedai Favorit Di Margonda, Depok

Ada yang tahu nggak kalau ada kedai kopi asik di Margonda, Depok? Jawabannya ada, kedai kopi yang asik banget buat nongkrong, ngerjain...