Jumat, 23 Agustus 2019

Warung Halo Niko!! Resto Bercitarasa Yunani dan Jawa


Siapa yang tahu di Mampang ada sebuah Mall baru?,,,

Aku pun awalnya bingung ada dimana, berbekal bertanya sana-sini akhirnya sampai disebuah mall dan apartment baru sekitar Duren Tiga, Mampang Jakarta Selatan.


Warung Halo Niko

Jam Buka

Kasir

Mall baru ini tampak sepi hanya nampak beberapa gerai kedai kopi, restaurant dan area bermain anak-anak. Aku langsung tertuju pada sebuah restaurant kekinian yang memang menjadi lokasi kami janjian bersama kawan lama untuk bersilahtuhrahmi.


Kumpul Keluarga di Halo Niko

View Halo Niko

Kursi-Kursi di Halo Niko

Teh Ririn, Mas Budi dan Katya sudah tiba lebih dulu dari aku, tak berapa lama Nenoy kawan yang dari Jogja pun tiba. Teh Ririn  sudah memesan makanan lebih dulu, sedang aku dan Nenoy memilih makan Pizza.


Teh Ririn, Katya dan Mas Budi

Katya

Es Krim Vanilla

Rose Pannacotta 45 IDR

Mie Godhog 50 IDR

Souvlaki Beef  78 IDR

Pizza Nostimo 70 IDR 

Es Teh Manis 15 IDR

Lemon Tea 15 IDR

Ini pengalaman perdana aku makan di Warung Halo Niko, resto masakan Jawa dan Yunani. Pemiliknya pun Niko memang berasal dari Yunani, Niko mengunakan rempah-rempah asli Indonesia untuk citarasa olahan makanan disini. Jadi kamu harus mencobanya.


Katya Makan Kerupuk

Katya

Ada berbagai menu yang kami pesan ada mie godhog, souvlaki beef, pizza nostimo, pannacota, es lemon tea, es rindu laki dllnya. Secara pribadi aku suka sekali dengan pizza nostimo, karena pizzanya tipis renyah dengan taburan jamur dan keju mozarela yang meleleh dimulut.


Wastafel

Kursi-Kursi di Halo Niko

Lampu-Lampu di Halo Niko

Kursi-Kursi di Halo Niko

Sambil makan pun kami bercerita ngalor ngidul bersama kawan sambil menikmati pizza nostimo selingi canda tawa bersama Katya bocah kecil yang sangat suka sekali pizza dan kerupuk. Design Halo Niko ini pun sangat kekinian, selepas makan kamu bisa berfoto disetiao sudutnya. Terdapat  ruang vip, area merokok diluar.


Area smooking 

Kalian harus mencoba menu-menu disini, dijamin ketagihan. Lokasi Warung Halo Niko tak jauh dari Halte Trans Jakarta Duren Tiga, lalu berjalan kaki lebih kurang 210 meter deh, gedungnya sederetan sama Basmar KFC Mampang ya.

Warung Halo Niko
Lippo Plaza Mampang
Duren Tiga, Jakarta Selatan
Buka : 08.00 – 22.00 wib (Senin – Minggu)
Whatssap : +62 878 8000 1157
IG : @warunghaloniko





Kamis, 22 Agustus 2019

Kampanye “JALAN HIJAU” BPTJ KEMENHUB Untuk Transportasi Umum dan Jalan Kaki


Hari ini Kamis, 22 Agustus 2019 aku dan beberapa kawan blogger mengikuti kegiatan kampanye “Jalan Hjiau” Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub. Program kampanye ini bertujuan untuk semaksimal mungkin mendorong masyarakat berpindah dari kendaraan (bermotor) pribadi ke angkutan umum massal dan berjalan kaki.


Salah Satu Poster
"Bersamu Jalan Kaki Pun Aku Bahagia"

#JalanHijau mengandung arti semakin banyak masyarakat yang meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum, serta berjalan kaki maka akan semakin ramah lingkungan (hijau). 

Latar bekang dilakukan kampanye #JalanHijau  adalah :
a.      Isu Transportasi
b.      Isu Kesehatan/Lingkungan


Masyarakat Berjalan kaki menuju lokasi tempat kerja

Petugas sedang berdiskusi dengan salah satu pejalan kaki

Kualitas udara Jakarta ketika kegiatan #JalanHijau pada hari ini, tepat pukul 07.00 berdasarkan data airvisual, Jakarta menempati posisi keenam kota dengan udara terburuk disekitar Bundaran HI tingkat polusinya sebanyak 18,5%. Serta berdasarkan penelitian Universitas Stanford Amerika Serikat mengunakan data menit per menit dari 700.000 orang  yang mengunakan Argus, aplikasi penguna aktivitas pada telepon seluler mereka. Hasilnya menyatakan orang Hongkong menepati posisi teratas penduduknya yang melakukan jalan kaki sekitar 6.880 langkah setiap hari. Lalu yang menduduki posisi buncit adalah orang Indonesia dengan catatan 3.513 langkah setiap hari, dan dinyatakan penduduknya malas berjalan kaki, seharusnya 6.000 langkah setiap hari dan idealnya 10.000 langkah setiap hari.

Kondisi ini menyebabkan faktor resiko penyakit non infeksi di Indonesia, karena kurang gerak fisik berdasarkan dari Kemenkes meningkat 26,1% (2017) menjadi 33,5% (2018).

Lalu kegiatan apa saja yang dilakukan dalam kampanye #JalanHijau ini, yaitu turun langsung ke jalan menyampaikan pesan-pesan dan apresiasi kepada masyarakat yang telah melakukan kegiatan berjalan kaki dan mengunakan angkutan umum. Serta ajakan untuk mengunakan bagi mereka yang masih mengunakan kendaraan pribadi.


Poster - Poster Kampanye

Poster - Poster Kampanye

Aku bersama salah satu Mahasiswa STTD 

Penyampaian pesan ini dilakukan dengan poster-poster oleh petugas, pembagian masker, pin, kipas dan tumbler yang semuanya memuat pesan-pesan tentang berjalan kaki dan angkutan umum massal.


Kipas

Kegiatan #JalanHijau BPTJ Kemenhub ini berlangsung 19 – 22 Agustus 2019 diempat titik yaitu di Stasiun Juanda, Stasiun MRT Dukuh Atas BNI (Jalan Kendal), Depok dan Bekasi. Melibatkan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Adapun kostum atau pakaian yang dipakai petugas mengunakan kaos berwarna putih, berlengan kuning dan bersyal hijau itu tidak semata kostum, namun mengandung arti putih itu berarti bersih, kuning itu sebgai benefit sinar matahari dan syal hijau itu ramah lingkungan (go green).


Petugas dengan Kostum Kaos Putih berlengan Kuning dan Bersyal Hijau 

Secara pribadi dengan adanya kampanye “Jalan Hijau” sangat bermanfaat sekali,  karena dengan terjun langsung ke jalan aku bisa melihat langsung bagaimana respon masyarakat yang sudah beralih mengunakan transportasi umum, tentu mereka sudah turut serta menjaga lingkungan dan kesehatan.

Aku pun setiap hari dalam beraktivitas mengunakan transportasi umum ke lokasi tujuan, baik itu MRT, Commuter Line, dan Trans Jakarta, kemudian dilanjutkan jalan kaki. Diharapkan kegiatan #JalanHijau yang dilakukan kemarin memberikan dampak positif agar masyrakat umum yang masih mengunakan kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

Terus terang sekarang transportasi umum di Jakarta sudah sangat baik pelayanannya dan bersih, dengan beragam fasilitas yang senantiasa dibenani. Untuk jalan kaki pun trotoar semakin luas, nyaman dan terang. Faslitas halte bus penghubung pun sudah dilengkapi kursi untuk menunggu dan petunjuk papan bus kemana saja tujuannya.


Poster

Poster

Poster

Poster


Adapun manfaat dari berjalan kaki adalah :
a.      Untuk Kesehatan
b.      Irit
c.      Bumi semakin hijau (go green)
d.      Mengurangi kemacetan


Poster " Jalan Kaki Challenge" BPTJ Kemenhub

Hayuk sama-sama beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, demi Jakarta yang ramah lingkungan, bebas dari polusi udara dari asap kendaraan bermotor dan kemacetan.

Jangan lupa ikuti “JALAN KAKI CHALLENGE”, kompetisi dengan membuat video aksi kece selama berjalan kaki ke instastory periode 19 – 30 Agustus 2019, berhadiah 3 buah smart wacth kece!!!, mention akun @bptjkemenhub dan tag 3 kawanmu dengan hastag #WalkingChallenge #KalauDekatJalaninAja #NaikAngkutanUmumYuk #JalanHijau #BPTJ pemenangnnya  diumumkan tanggal 31 Agustus 2019.







Sabtu, 10 Agustus 2019

Citarasa Kuliner Taliwang Bali di Jakarta


"Apa yang kamu ingat kalau mendengar kata Taliwang dan Bali ?

Jawabnya : ada yang bilang Lombok dan Betutu..karena kita membicarakan makanan, ini tentu menjadi trademark.






Weekend ini aku memutuskan untuk makan siang bersama cece Lenny di Taliwang Bali Pacific Place Lantai 4F, kesan pertama dari restaurant ini adalah unik, bertema Bali dan Lombok dan tentu citarasa kuliner khas kedua daerah tersebut. 

Design restaurant ini pun kental dengan nuansa Lombok dan Bali tersedia kursi kayu dan sofa, lalu seperti jerami atau sarang burung didepan pintu resturant. Pelayanan di restaurant ini pun sangat ramah dengan pakaian Bali.



Adanya restaurant ini mengobati rasa kangen citarasa kuliner dikedua daerah tersebut. Tak berapa lama cece Lenny pun datang, lalu kami segera memesan menu makanan seperti :

- Nasi ayam bakar Taliwang 
- Nasi ayam Betutu
- Sate Lilit Ayam
- Ubud Lush
- Exotic Uluwatu dan, 
- Rujak gula Bali

Pertama melihat penyajian nasi ayam Taliwang langsung lapar hehe.. Nasi ayam Taliwang disajikan dipiring persegi besar berupa nasi hangat bertabur bawang merah goreng, plecing kangkung bertabur kacang tanah goreng, ayam taliwang hangat berbumbu, bumbu Taliwang dan lalapan. Citarasa ayam Taliwang disini sangat medok bumbunya, meresap hingga tulang-tulang benar-benar memanjakan lidah yang kangen sama kuliner khas Lombok ini ndak usah jauh-jauh musti kesana.  



Menu selanjutnya yang dicoba adalah ayam Betutu disajikan dengan piring bulat dengan nasi hangat, sate lilit, pepes ayam, lalapan, sambal matah dan ayam betutu dalam mangkuk. Ketika datang disajikan dengan fresh dan panas berhias daun kemangi.




Lalu aku mencicipi ayam Betutu pesanan cece Lenny. Ayam Betutu selalu mengungah selera untuk makan, ayamnya diolah dengan lembut dan diramu dengan bumbu-bumbu rempah yang memanjakan lidah ketika disajikan. Untuk sate lilit ayamnya enak, namun terlalu manis, dan kalau bisa disajikan dengan batang serai bukan bambu untuk tusuknya.




Untuk minuman aku memesan Ubud Lush the most favorite, minuman ini berwarna hijau terbuat dari kiwi segar, lecci tanpa pemanis buatan segar ketika ditenggorokan. Lalu minuman kedua adalah Exotic Uluwatu ini juga seger bangetKalian harus coba! dan ditutup dengan makan rujak gula Bali.



Puas rasanya siang ini makan di Taliwang Bali ditemani cece Lenny, dan senda gurau dengannya. Oh ya jangan lupa menyambut kemerdekaan Taliwang Bali ada PROMO 17% All Food ditanggal 16-17 Agustus 2019 buruan datang yaaaa..

See you...

Taliwang Bali
Pacific Place Lantai 4
Jl. Jend. Sudirman No.4, RT.5/RW.3, Senayan, 
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190
Jam Buka : 10.00 - 22.00 Wib
Instagram : @taliwangbali



KopDar Social@Grab : Membangun Indonesia, Bersama

Sore itu selepas meeting, aku   berangkat mengunakan Trans Jakarta menuju Kuningan, memenuhi undangan KopDar Social@Grab yang lokasinya di...