Selasa, 07 Mei 2019

Mendengar Sunyi di “Sunyi House of Coffee & Hope” Jakarta


Apa sih yang ada dibenak mu jika mendengar kata “Sunyi”?

Jawabnya : “Keheningan” tentu tidak, ada cerita menarik dibalik sunyi itu sendiri. Sunyi dari Kejahatan, Arogansi dan Perbedaan.

Nampak Depan "Sunyi House of Coffee & Hope"
Dari Kiri ada Siti, Cece Lenny, Aku, Fai dan Mas Andi

Namun di kawasan Jakarta Selatan ada coffee shop konsep unik bernama “Sunyi  House of Coffee & Hope”, yang mempekerjakan para kawan-kawan disabilitas. Kesan pertama datang adalah rasa “kagum dan bangga” karena sejatinya mereka mempunya hak yang sama seperti kita yang normal “setuju kan untuk hal ini?”.

Pertama datang langsung lihat artsitekturnya seperti bangunan Yunani, walau jujur aku belum penah ke Yunani sihhh hehehe.. seru aja sih dan foto wajib didepannya. Artsitektur nya pun beda dengan coffee shop pada umumnya. 

Mulai dari tata letaknya yang sangat ramah disabilitas dari pemilihan bentuk kursi, meja yang bulat dan ukurannya disesuaikan dengan para disabilitas yang mengunakan kursi roda dan untuk kawan-kawan yang tuli untuk memudahkan komunikasi, serta menuju pintu masuknya ada guiding block untuk tuna netra.

Ruang Smooking

"Huruf Braile"

Meja Bulat dan Kursi disesuaikan dengan penguna kursi roda
dan kawan-kawan Tuli
Ruang No Smooking


Dekat Meja kasir

Area coffee shop ini terdapat ruang smooking dan no smooking, terdapat toilet, musala sehingga mempermudah jika ingin ibadah sambil minum kopi dan terdapat huruf “braile” yang berisi aksara sunyi dan inti tulisannya “ Bahwa penyandang disabilitas ingin sunyi dari perbedaan dan dari diskriminasi”. Info aku dapati dari Mas Mario founder dari “Sunyi House of Coffee & Hope yang begitu antusias begitu aku bertanya.

Aku dan Huruf Braile

Ketika aku datang disambut dengan ramah oleh Irfan, aku memesan dengan ucapan dan gerakan Irfan pun mengerti, dari sini aku belajar bagaimana arti penerimaan. Aku memesan kopi susu sunyi Rp.18.000,-chocolate sunyi Rp.20.000,-, cinnamon roll Rp.20.000,-, Brownies Rp.15.000,- dan favoritnya nasi ayam saus kecap Rp.34.000,- dan untuk billnya aku meminta yang via sms karena untuk pengematan kertas, namun jika ingin meminta kertas dipersilahkan dan tersedia.

Menu " Sunyi House of Coffee & Hope"

Kopi Susu Sunyi 18 K

Green Tea Latte 33 K

Hazelnut Latte 33 K dan Cinnamon Roll 20 K

Brownies 15 K 

Cinnamon Roll Perpotong 20 K

Ayam Saus Kecap Wijen 34 K

Coffee shop ini  juga menerapkan ramah lingkungan dengan pengurangan sampah plastik, ketika memesan minuman kita akan diberikan sedotan stainless, namun jika take way  masih disediakan sedotan plastik, tetapi alangkah baiknya jika membawa tumbler jika untuk dibawa pulang.

Bill via SMS

Tradisi Saparan Desa Sumogawe Kab. Semarang

Perjalanan yang aku lakukan tidak pernah tahu dimana berujung, langkah awal menuju Semarang selepas kegiatan volunteer di Randudongkal, P...