Selasa, 07 Mei 2019

Mendengar Sunyi di “Sunyi House of Coffee & Hope” Jakarta


Apa sih yang ada dibenak mu jika mendengar kata “Sunyi”?

Jawabnya : “Keheningan” tentu tidak, ada cerita menarik dibalik sunyi itu sendiri. Sunyi dari Kejahatan, Arogansi dan Perbedaan.

Nampak Depan "Sunyi House of Coffee & Hope"
Dari Kiri ada Siti, Cece Lenny, Aku, Fai dan Mas Andi

Namun di kawasan Jakarta Selatan ada coffee shop konsep unik bernama “Sunyi  House of Coffee & Hope”, yang mempekerjakan para kawan-kawan disabilitas. Kesan pertama datang adalah rasa “kagum dan bangga” karena sejatinya mereka mempunya hak yang sama seperti kita yang normal “setuju kan untuk hal ini?”.

Pertama datang langsung lihat artsitekturnya seperti bangunan Yunani, walau jujur aku belum penah ke Yunani sihhh hehehe.. seru aja sih dan foto wajib didepannya. Artsitektur nya pun beda dengan coffee shop pada umumnya. 

Mulai dari tata letaknya yang sangat ramah disabilitas dari pemilihan bentuk kursi, meja yang bulat dan ukurannya disesuaikan dengan para disabilitas yang mengunakan kursi roda dan untuk kawan-kawan yang tuli untuk memudahkan komunikasi, serta menuju pintu masuknya ada guiding block untuk tuna netra.

Ruang Smooking

"Huruf Braile"

Meja Bulat dan Kursi disesuaikan dengan penguna kursi roda
dan kawan-kawan Tuli
Ruang No Smooking


Dekat Meja kasir

Area coffee shop ini terdapat ruang smooking dan no smooking, terdapat toilet, musala sehingga mempermudah jika ingin ibadah sambil minum kopi dan terdapat huruf “braile” yang berisi aksara sunyi dan inti tulisannya “ Bahwa penyandang disabilitas ingin sunyi dari perbedaan dan dari diskriminasi”. Info aku dapati dari Mas Mario founder dari “Sunyi House of Coffee & Hope yang begitu antusias begitu aku bertanya.

Aku dan Huruf Braile

Ketika aku datang disambut dengan ramah oleh Irfan, aku memesan dengan ucapan dan gerakan Irfan pun mengerti, dari sini aku belajar bagaimana arti penerimaan. Aku memesan kopi susu sunyi Rp.18.000,-chocolate sunyi Rp.20.000,-, cinnamon roll Rp.20.000,-, Brownies Rp.15.000,- dan favoritnya nasi ayam saus kecap Rp.34.000,- dan untuk billnya aku meminta yang via sms karena untuk pengematan kertas, namun jika ingin meminta kertas dipersilahkan dan tersedia.

Menu " Sunyi House of Coffee & Hope"

Kopi Susu Sunyi 18 K

Green Tea Latte 33 K

Hazelnut Latte 33 K dan Cinnamon Roll 20 K

Brownies 15 K 

Cinnamon Roll Perpotong 20 K

Ayam Saus Kecap Wijen 34 K

Coffee shop ini  juga menerapkan ramah lingkungan dengan pengurangan sampah plastik, ketika memesan minuman kita akan diberikan sedotan stainless, namun jika take way  masih disediakan sedotan plastik, tetapi alangkah baiknya jika membawa tumbler jika untuk dibawa pulang.

Bill via SMS

Minggu, 07 April 2019

Ratangga Akhirnya Resmi Lahir di Jakarta


Puji syukur alhamdulillah, tepat pada tanggal, 24 Maret 2019 Ratangga atau  Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta diresmikan, ia resmi dilahirkan dan mengubah Jakarta. Adanya MRT Jakarta ini bukan hanya mengurai kemacetan ibukota tapi juga berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim.


Video Cece Lenny Diary

Ratangga atau MRT Jakarta

Jalur Ratangga atau MRT Jakarta

Nama Ratangga pun diambil dari isi puisi Arjuna Wijaya dari kitab  Sutasoma karangan Mpu Tantular. Ratangga berarti kereta perang, tunggangan para pejuang. Disini bisa diartikan bahwa Ratangga akan selalu tangguh dan kuat mengangkut para pejuang Jakarta yang sedang berikhtiar untuk kehidupan yang lebih baik.

Makan siang dulu di Cipete Raya

Setelah diresmikan aku pun mencobanya bersama beberapa kawan, ada Cece Lenny, Kang Aip dan Bung Oka dari mulai masih gratis hingga berbayar. Ada rasa bangga ketika mencobanya seperti mimpi yang kemudian jadi kenyataan, hingga ketika aku turun MRT bersama cece, Kang Aip dan Bung Oka senyum sumringah. Wajah –wajah bahagia terpancar ketika menaiki Ratangga. Aku pun diperjalanan sebelumnya mampir di Stasiun Cipete Raya untuk makan dan minum kopi, karena lokasi ini ramai dengan banyaknya kedai kopi dan restaurant dari harga mahal sampai kaki lima pun ada.

Tertib antri sebelum masuk MRT

Stasiun MRT Cipete Raya

Cece Lenny Lim

Kang Aip

Bung Oka

Ratangga atau Mass Rapid Transit (MRT) buatan Jepang ini benar-benar luar biasa, bisa dikatakan sangat keren, diluar ekspektasi aku sebelumnya. MRT Jakarta ini tak kalah dari negeri tetangga. Awal aku mencoba dengan rute Bundaran HI – Lebak Bulus  memiliki jarak pangjang 16 km dan  waktu tempuh lebih kurang 30 menit, wow langsung takjub biasanya butuh waktu berjam-jam macet dan menunggu sekarang teratasi dengan adanya MRT ini.  


Pintu masuk Ratangga atau MRT Jakarta

Stasiun MRT Blok M

Stasiun MRT Jakarta terdapat 13 terdapat enam stasiun bawah tanah (Bundaran HI, Dukuh Atas BNI, Setiabudi Astra, Bendungan Hilir, Istora Mandiri dan Senayan), sisanya tujuh stasiun di atas (ASEAN, Blok M, Blok A, H. Nawi, Cipete Raya, Fatmawati dan Lebak Bulus). Semua stasiun MRT dilengkapi fasilitas seperti : minimarket, mussola, toilet untuk laki-laki dan perempuan, eskalator, lift (diutamakan untuk Ibu Hamil, Disabilitas, Lansia dan Ibu membawa anak).

Target penumpang MRT Jakarta 65.000 orang/hari, angka tersebut dapat meningkat 130.000 orang/hari. Dan satu rangkaian MRT Jakarta terdiri dari enam gerbong kereta dengan kapasitas penumpang sebanyak 1.900 orang. Total MRT Jakarta yang dioperasikan saat ini adalah 14 rangkaian kereta.

Depo MRT Lebak Bulus 

Nah, kebetulan kemarin aku mencoba lagi mengunakan MRT Jakarta setelah fase berbayar, selama bulan April pengunaan Ratangga mendapat diskon 50% baik itu kartu uang elektronik maupun kartu single trip milik MRT Jakarta.

Tahukah kamu? Kenapa warna hanstrap di Ratangga atau MRT Jakarta berbeda?
Ternyata jawabannya, adalah hanstrap yang berwarna kuning orange ini menandakan bahwa ruang tersebut difungsikan sebagai kawasan bangku penumpang prioritas. Jadi, jangan sampai kamu mengambil hak para pengguna kursi atau apa pun yang menjadi hak para penumpang prioritas.

Berikut aku lampirkan tata cara naik Ratangga atau MRT Jakarta :
1.      Kamu tinggal datang ke stasiun MRT Jakarta yang terdekat dengan tempat tinggalmu
-          Bundaran Hotel Indonesia
-          Dukuh Atas BNI
-          Setiabudi Astra
-          Bendungan Hilir
-          Istora Mandiri
-          Senayan
-          ASEAN
-          Blok M
-          Blok A
-          H. Nawi
-          Cipete Raya
-          Fatmawati dan,
-          Lebak Bulus

2.      Siapkan metode pembayaran kamu.
Saat ini pembayaran MRT Jakarta bisa mengunakan :
-          Kartu Jelajah MRT Kartu Single Trip Ratangga
-          Kartu JakLingko
Untuk Kartu Uang Elektronik meliputi :
-          Flazz BCA
-          E-money Mandiri
-          Tap Cash BNI
-          Brizzi BRI
-          Jakcard DKI

Jika ada pertanyaan gimana yang tidak punya kartu uang elektronik?, Tenang bisa koq pakai uang tunai, baik beli di loket yang tersedia atau via mesin tiket otomatis yang tersedia.

Kartu Single Trip MRT Jakarta

Pengumuman MRT Jakarta


Berikut caranya :
-          Pilih jenis tiket single trip
-          Pilih jumlah tiket
-          Pilih tujuan
-          Perhatikan jumlah yang harus dibayarkan
-          Tunggu tiket dan uang kembali
-          Cetak struk jika perlu
Di Mesin Tiket Otomatis menerima uang pecahan  kertas :
-          Rp. 50.000,-
-          Rp. 20.000,-
-          Rp. 10.000,-
-          Rp.    5.000,-
-          dan,
Pecahan Uang Koin :
-          Rp. 1.000,-
-          Rp.     500,-

Note :
Perlu diingat bahwa  satu kartu single trip (terdapat biaya kartu Rp. 15.000,-)  yang bisa ditukarkan kembali di stasiun tujuan (berlaku seminggu). Baik kartu single trip maupun kartu uang elektronik hanya berlaku satu kartu satu penumpang, dan anak – anak yang sudah memiliki tinggi 90 cm wajib memiliki tiket sendiri.
Setelah memiliki kartu, cara mempergunakannya pun sangat mudah, kamu tinggal tap in di pintu masuk dan tap out di pintu keluar lokasi tujuan, serta perhatikan jalur tujuan kamu keluar ya.

Terus, jika ada pertanyaan kalau mau isi ulang kartu single trip tadi gimana?,
Berikut jawabannya :
-          Letakkan kartu pada tempat tiket
-          Pilih isi ulang top up/refil
-          Pilih Tujuan
-          Perhatikan jumlah yang harus dibayarkan
-          Masukan uang satu per satu
-          Tunggu transaksi selesai dan uang kembali keluar
-          Cetak struk jika perlu

Jam Operasional  Ratangga atau MRT Jakarta :
Mulai Jam 05.30 – 22.30 dan selanjutnya Ratangga akan ada setiap 10 menit.

Yuks sama-sama #BijakBertransportasi beralih mengunakan transportasi publik dengan tertib, taat aturan, serta tak lupa menjaga kebersihan bersama.
Lalu gimana kesan dan pesan kamu ketika naik Ratangga?? Cerita dunk..Terima kasih dan apreasi buat semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Ratangga ini, terima kasih juga yang sudah menemani aku berkeliling yaitu Cece Lenny, Kang Aip dan Bung Oka.







Sabtu, 06 April 2019

G-Shock mengeluarkan Produk Terbaru X Carbon


Mengawali bulan April G-SHOCK mengumumkan produk terbarunya G-SHOCK  X CARBON yang launching pada tanggal 04 April 2019, bertempat di Three Buns, Senopati Jakarta Selatan. Tepat hari ini, G-SHOCK dengan Carbon Core Guard dapat dimiliki penggemar G-SHOCK di Indonesia mulai 27 April 2019 di toko-toko resmi Casio.

Suasana acara G-SHOCK X CARBON 

Hirokazu Satoh, Chief of Casio Singapore Pte., Lte., Jakarta Representative Office mengatakan, “Casio adalah perusahaan yang terus berinovasi. Kami bertekad memberikan yang terbaik kepada para pelanggan yang setia akan brand kami dan calon pelanggan masa depan. Bulan Agustus 2018 lalu, G-SHOCK yang ke-100 juta dikirimkan dari pabrik kami di Yamagata, jepang. Ini artinya G-SHOCK benar-benar telah mendapatkan tempat khusus di hati para penggemarnya.”

“Namun, kami ingin lebih banyak lagi orang bisa mengunakan jam tangan tangguh ini. Kami inginmemberikan lebih banyak model tanpa mengurangi ketangguhan jam kami. Karena itu kami memperkanalkan G-SHOCK dengan Carbon Core Guard Structure.”

Menurut Junichi Izumi yang telah bergabung dengan G-SHOCK Casio Computer., Ltd sejak tahun 2009, Izumi merupakan seorang Insinyur dari Universitas Iwate di mana ia belajar Fisika, Mekanika, dan lain sebagainya. Izumi juga bertanggung jawab dalam sebuah tim untuk perencanaan berbagai model jam tangan G-SHOCK. Seperti yang dia katakan bahwa untuk pengemar G-SHOCK akan mendapatkan pengalaman baru dengan mengunakan jam tangan serta bisa menganti tali atau strap sendiri.

Junichi Izumi

Acara ini juga mengundang dua bintang tamu penguna G-SHOCK yaitu Denny Sumargo dan Dellie Threesyadinda. Tampak Denny Sumargo mencoba mengunakan G-SHOCK X CARBON, Densu biasa dipanggil merupakam seorang traveler, pemain basket, actor. Dia menceritakan bagaimana kesan mengunakan jam tangan G-SHOCK GA-700 berwarna merah yang dibubuhi tanda tangan Kikuo Ibe pada tahun 2016 lalu. Serta pengalamannya mengunakan G-SHOCK seri terbaru yang lebih ringan, tipis, dan tentu tangguh.

Lalu Dellie Threesyadinda atau biasa dipanggil Dinda juga menceritakan tentang pengalamannya mengunakan G-SHOCK. Dinda merupakan atlet panahan berasal dari Surabaya yang sudah menorehkan berbagai prestasi di kancah dunia seperti mendapatkan medali emas, SEA GAMES 2013, Asian Grand Prix. Dinda awalnya mengunakan Baby-G namun kemudian beralih mengunakan G-SHOCK.

G-SHOCK siap meraih pasar yang lebih luas   

a.      GG-B100
Merupakan seri Mudmaster dirancang untuk menghadapi situasi yang menantang , dan GG-B100 yang baru menampilkan Carbon Core Guard Structure baru yang mengunakan bahan yang diperkuat serat karbon. GG-B100 memiliki sensor quad : empat sensor yang mendeteksi arah kompas, mengukur tekanan/ketingian atmosfer, suhu, dan memiliki akselerometer untuk menghitung langkah.
Jam tangan juga secara otomatis akan menyesuaikan waktu melalui smartphone yang dihubungkan dengan jam tersebut. Selain itu juga GG-B100 memiliki fungsi log misi yang secara otomatis merekam perjalanan ke aplikasi khusus berdasarkan data ketinggian dari jam tangan dan data GPS dari smartphone . Fungsi indikator lokasi menampilkan arah kompas dan jarak ke tujuan yang ditentukan penguna.

GG-B100
b.     GA-2000
Dirancang untuk gaya hidup urban dan outdoor, model GA-2000terbaru didesign  agar dapat bertahan terhadap semua kegiatan dan dibuat untuk mereka yang menikmati kehidupan kota seperti halnya kegiatan penuh tantangan di luar ruangan. Carbon Core Guard terdiri dari cangkang resin yang diperkuat  serat karbon yang dikombinasikan dengan tombol baja yang besar dan cangkang belakang yang tipis, Tali jam tangan ini pun dapat diganti dengan sangat mudah, sehingga pemakainya dapat menyesuaikan penampilan mereka menurut kegiatan atau suasana.
G-2000 diperkenalkan dengan warna-warna terang, dengan tali bi-color yang menawarkan kekhasan warna pop. Namun, dengan teknologi terbarunya, GA-2000 dapat diganti dengan tali yang lebih tradisional seperti warna abu-abu dan cokelat lumpur.
Berbagai kelebihan yang dimiliki GA series, setiap model dial markers yang letaknya lebih di atas dan tangan jam berwarna terang. GA-2000 secara keseluruhan terlihat lebih cerah sehingga memudahkan pembacaan jam di tempat dengan penerangan yang redup sekalipun.

c.      GWR-B1000 (Gravity Master)
GWR-B1000 mempersembahkan Carbon Core Guard Structure, sebuah struktur baru untuk ketahanan terhadap guncangan, meningkatkan ketangguhan dan menjadikannya jam tangan paling ringan  diantara rangkaian GRAVITY MASTER lainnya.
GWR-1000 mengunakan cangkang carbon monocoque yang dibuat dari serat karbon yang diperkuat dengan resin, yang menyatukan cangkang dengan cangkang lainnya tanpa cela.
Cangkang yang lebih kuat dan pelat yang dimodifikasi menahan circuit board pada tempatnya dan menghambat adanya getaran langsung terhadap batang tombol dan circuit board sehingga tombol tidak lagi dibutuhkan untuk menghakangi getaran yang masuk ke dalam jam.
Jam ini memiliki tali jam yang mengandung serat karbon dengan kemampuan melengkung yang luar biasa yang bisa menghadapi kondisi apapun. Tombol diarah jam 2 berfungsi sebagai stopwatch. Semua bagian logam yang dipaparkan dari luar terbuat dari titanium yang ringan dan tahan karat. Jam tangan ini juga menjaga waktu yang akurat melalui penyesuaian waktu mengunakan Bluetooth dan signal kalibrasi waktu gelombang radio, memenuhi tuntutan waktu terbang yang tepat. Lahirnya GWR-B1000 membuka kemungkinan baru dalam material, konstruksi, dan fitur jam tangan.


GWR-B1000

d.     GST-B200
Cangkang GST-B200 terbuat dari resin yang mngikat serat karbon yang menghasilkan jam tangan yang lebih ringan dengan kekakuan yang lebih unggul dibandingkan kekakuan resin. Bahan ini melindungi modul internal dari kerusakan dan deformasi yang disebabkan oleh goncangan, Penutup belakang ganda melindungi cangkang belakang terhadap benturan. Cangkang kecil model dasar seri GST-B100 memberikan kenyamanan bagi pemakainya, walau jam ini terlihat lebih besar. LCD terang gelap berkontribusi pada fungsi dan design jam tangan.

GST-B200

Jam – jam tersebut akan tersedia di toko-toko resmi Casio mulai 27 April 2019 dengan harga retail, dan untuk pembelian GA-2000 di toko-toko  resmi Casio memndapatkan cashback sebesar Rp. 100.000,- dengan menunjukkan kode promosi khusus kepada pramuniaga.

Menu Makan Siang di Three Buns, Senopati

Keramaian Acara

GWR-B1000 diperkirakan dapat diperjualbelikan dengan harga Rp. 16.949.000,-, GG-B1000 di Rp. 5.749.000,-GST-B200 di Rp. 4.949.000,-, sedangkan GA-2000E-4A akan masuk pasaran Indonesia beberapa bulan ke depan dengan harga Rp. 3.399.000,-. Untuk informasi selanjutnya bisa diliat di Instagram : @gshockindo dan @casiostore_id. Tak berapa lama acara pun ditutup dengan makan siang bersama, Terima kasih.





Senin, 18 Maret 2019

Kampanye Global 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan


Bertempat di Pusat Kebudayaan Amerika, Pacific Place, Jakarta, 27 November 2018 saya menghadiri peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Bagaimana kasus terhadap perempuan akhir-akhir ini mencuat di pemberitaan. Komnas Perempuan menyebutkan bahwa sebanyak 35 perempuan Indonesia menjadi korban kekerasan seksual setiap harinya, untuk itu  perlunya kita kampanye untuk hal tersebut.



Sejarah kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) pada awalnya merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.  Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women,s Global Leadership Institute pada tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Lebih dari 3.700 organisasi dari sekitar 164 negara berpartisipasi dalam kampanye setiap tahun. UN Women sebagai bagian dari organisasi PBB kemudian mengadopsi kampanye tersebut. Dikatakan bahwa kampanye global ini diperlukan karena sudah  terlalu lama masalah kekerasan terhadap perempuan menjadi impunitas, tidak terdengar dan mengalami stigma. Situasi seperti ini mengakibatkan kekerasan terhadap perempuan meningkat, UN Women mencantumkan bahwa satu dari tiga perempuan  di seluruh dunia mengalami kekerasan berbasis gender.

Dalam beberapa tahun terakhir, menjadi perhatian seluruh dunia suara para penyitas dan aktivis, dalam kampanye seperti #MeToo, #TimesUp, #Niunamenos, #NotOneMore, #BalanceTonPorc dan lainnya, telah mencapai puncak yang tidak dapat dibungkam lagi. Di Indonesia pada dua tahun yang lalu kemudian dikenal dengan gerakan #GerakBersama untuk penghapusan kekerasan seksual.

Di seluruh dunia, kita perlu memahami bahwa meskipun nama dan konteksnya mungkin berbeda di seluruh letak geografis, perempuan dan anak perempuan dimana pun mereka berada, mengalami kekerasan yang terjadi secara terus-menerus, karena itu cerita mereka perlu disoroti, dan dilindungi.

Lily Puspasari (Programe Management Specialist UN Women) mengatakan, “Di seluruh bagian dunia, perempuan dan anak perempuan terus mengalami kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan kerap kali luput dari perhatian dan suara penyintas  tidak terdengar. Hal ini dikarenakan seringkali perempuan yang terkana kekerasn disalahkan dan testimoni mereka diragukan. Melalui Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan #HearMeToo , mari kita mendorong semua pihak untuk berdiri dalam solidaritas dengan penyitas dan gerakan anti kekerasan, serta mulai bersuara untuk akhiri kekerasan terhadap perempuan.

Mengapa Kekerasan terhadap Perempuan Harus Dihapuskan?

UN Women mengatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan (dan anak perempuan) adalah salah satu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling luas, terus menerus, dan menghancurkan perempuan  dan anak perempuan di seluruh dunia, dan sampai saat ini sebagian besar masih  sulit untuk dilaporkan karena adanya impunitas, sikap diam, stigma, dan rasa malu  baik korban maupun lingkungan sekitarnya. Secara umum, UN Women melaporkan bahwa kekerasan dimanifestasikan dalam bentuk fisik, seksual dan psikologis, meliputi :

·   Pertama, kekerasan oleh pasangan baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah dalam bentuk pemukulan, pelecehan, psikologis, perkosaan, dan femicide atau pembunuhan terhadap perempuan;

·  Kedua, kekerasan dan pelecehan seksual (dalam bentuk pemerkosaan, tindakan memaksa berhubungan seksual, hasrat seksual yang tidak diinginkan, pelecehan seksual anak, pernikahan paksa, (termasuk pernikahan anak), pelecehan di jalanan atau ruang public, penguntitatan, pelecehan dalam media cyber;

·        Ketiga adalah perdagangan manusia dalam bentuk perbudakan dan eksploitasi seksual;

·         Keempat adalah mutilasi genital perempuan dan perkawinan anak.

Untuk lebih memperjelas, Deklarasi tentang Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan yang dikeluarkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993, mendefinisikan kekerasan terhadap perempuan sebagai “Setiap tindakan kekerasan berbasis gender yang menghasilkan, atau memungkinkan akan mengakibatkan kekerasan dalam bentuk fisik, seksual, psikologis atau penderitaan terhadap perempuan, termasuk ancaman, paksaan atau perampasan kebebasan  perempuan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.”

Konsekuensi kesehatan psikologis, seksual dan reproduksi adalah yang paling banyak terjadi dan mempengaruhi semua tahap kehidupan perempuan. Kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi pada siapa saja, di mana saja, beberapa perempuan dan remaja yang sangat rentan – misalnya, perempuan remaja dan perempuan lanjut usia (lansia), perempuan yang diidentifikasi sebagai lesbian, biseksual, transgender dan interseks, perempuan migran dan pengungsi, perempuan lokal dan perempuan etnis minoritas, atau perempuan dan remaja perempuan yang hidup dengan HIV dan disabilitas, dan mereka yang hidup dalam kisis kemanusian.

Kekerasan terhadap perempuan terus menjadi hambatan untuk mencapai kesetaraan, pembangunan, perdamaian, serta pemenuhan hak asasi perempuan dan anak perempuan . Secara keseluruhan, janji Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) – tidak meninggalkan siapa pun di belakang – tidak dapat dipenuhi tanpa mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.


Situasi dan Konteks Indonesia dalam Kampanye Global

Dalam konteks Indonesia, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) ini diinisiasi oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), lembaga negara Hak Asasi Manusia (HAM) yang berfokus pada hak-hak perempuan atau hak asasi perempuan.

Keterlibatan Komnas Perempuan dalam kampanye tersebut telah dimulai sejak tahun 2001, dengan memfasilitasi pelaksaan kampanye di wilayah-wilayah seluruh Indonesia yang menjadi mitra Komnas Perempuan. Hal ini sejalan dengan prinsip kerja dan mandate Komnas Perempuan yakni untuk bermitra dengan pihak masyarakat serta berperan memfasilitasi upaya terkait pencegahan dan penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

Komnas Perempuan  telah menyatakan sikap dan memberikan rekomendasi penting tentang :
1.  Pertama, Perlunya segera mensahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Kasus yang mencuat di media nasional adalah tentang kekerasan seksual yang dialami oleh seseorang mahasiswi disebuah universitas, menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih dianggap bukan pelanggaran berat di kalangan civitas akademik. Kedua, kasus seorang ibu yang dikriminalkan melalui UU elektronika, akibat membela dirinya sendiri atas kekerasan seksual secara verbal yang dialaminya. Menunjukkan bahwa kasus-kasus kekerasan seksual belum dipahami apalagi dijangkau oleh hukum;

2. Kedua, Komnas Perempuan mengkritisi lambatnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual  dibahas DPR RI yang tidak kunjung dibahas  dan disahkan di DPR sampai sekarang. Padahal regulasi terkait kekerasan seksual saat ini sangat minim, hanya berpegang pada KUHP. Hal ini menjadi tantangan bagi sejumlah kasus kekerasan seksual yang terus meningkat dilaporkan banyak korban perempuan.

3.    Ketiga, adalah tren kekerasan terhadap perempuan berbasis cyber, Akhir tahun 2017 yang lalu terdapat 65 kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya yang dilaporkan korban ke Unit Pengaduan untuk Rujukan (UPR) Komnas Perempuan. Bentuk kekerasan yang dilaporkan cukup beragam dan sebagian besar masih dilakukan oleh orang terdekat dengan korban seperti pacar, mantan pacar, dan suami korban sendiri. Luasnya akses dalam ranah dunia maya juga memungkinkan adanya pihak lain yang menjadi pelaku kekerasan, seperti kolega, supir transportasi online, bahkan orang yang belum dikenal sebelumnya (anonym). Selain itu kejahatan cyber bukanlah bentuk kekerasan terhadap perempuan biasa, namun juga kejahatan transnasional yang membutuhkan perhatian khusu dari pemerintah.


Kerjasama Global

Tahun ini dalam hal Kampanye Global 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Komnas Perempuan menggandeng @america (Pusat Kebudayaan Amerika), UN Women, dan Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) untuk melakukan kampanye bersama menghentikan kekerasan terhadap perempuan, menyatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah penggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang serius, dan terutama kekerasan seksual.

Komnas HAM melaporkan bahwa begitu banyak kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan berbasis gender dalam politik, terutama dalam pelanggaran HAM di masa lalu, yang menunjukkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia tidak dapat lepas dari perspektif gender, dan perlu menjadi mainstream dalam pandangan seluruh dunia tentang wacana hak asasi manusia.

Chairul Anam mengatakan, “ Banyak kasus dalam pelanggaran HAM berat, perempuan juga mengalami kekerasan, bahkan kekerasn ini juga dialami oleh perempuan setelah pelanggaran HAM berat tersebut telah berlalu . Perempuan adalam beberapa kasus banyak dijadikan instrument of war, untuk memaksa suami, anak atau saudaranya menyerah. Dalam konteks inilah penting melihat pelanggaran atau kejahatan HAM dalm spectrum dan perspektif perempuan, agar akar kejahatan itu berlangsung dan bagaimana keadilan ditegakkan. Perempuan dalam konteks HAM, juga tercatat sebagai survivor paling tangguh dan konsisten. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai pengalaman lapangan bagaimana perempuan mampu menyimpan narasi, menyampaikannya dan melakukan advokasi. Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan buan hanya menjadi topik penting Nasioanl, melainkan Global. Mari gerak bersama untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan!.” #Gerak Bersama Hapuskan Kekerasan terhadap Perempuan.

Kontak Narasumber : 
Mariana Amiruddin (Komisioner Komnas Perempuan)
Lily Puspasari (Programme Specalist at UN Women)
Mohammad Chairul Anam (Komisioner Komnas HAM)

Kontak Komunikasi :
Radhiska Anggiana, Communications Officer UN Women, radhiska.anggiana@unwomen.org
Chris Purba, Pratisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, chris@komnasperempuan.go.id









Mendengar Sunyi di “Sunyi House of Coffee & Hope” Jakarta

Apa sih yang ada dibenak mu jika mendengar kata “Sunyi”? Jawabnya : “Keheningan” tentu tidak, ada cerita menarik dibalik sunyi itu s...