Sabtu, 04 April 2020

Rasah MUDIK, Sik.. #TidakMudik #TidakPiknik


“Selamat Pagi semua, aku biasa menyapa kawan-kawanku”.

Ada kawanku Dita namanya, sudah dari seminggu lalu aku chat untuk menanyakan kabarnya, dan apakah lebaran nanti akan MUDIK?,

Kota Tua. salah satu tempat wisata di DKI Jakarta
 yang mengalami penutupan, karena pandemik virus Corona 

Dita menjawab dengan tegas tidak akan mudik mengingat riwayat Ibu di rumah, aku setuju dengan konsekuensi Dita, tidak hanya Dita beberapa kawan yang merantau juga seperti itu. Memilih #TidakMudik, karena semakin meluasnya pandemik virus Corona, tentu sangat membahayakan bagi keluarga di kampung halaman.

Bahkan aku mendapati chat yang di share asisten rumah tangga kakakku.

“Rasah Mudik, sik Yun”,

“Aku tahu kamu rindu, tapi kesehatan Bapak, Ibu, Simbah, Pakdhe, Budhe, Paklik, Bulik, tonggo jeporo yo penting”,

“Mesti kita ndak ketemu, yang penting saling mendoakan ya”. 

Kalimat yang mendengarnya saja membuat terharu, Yuni memang sudah hampir 5 tahun ikut kakaku, dan sudah seperti keluarga, tahun 2020 ini Yuni fixed #TidakMudik karena pandemik virus Corona.


Teminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta, Cengkareng

Gate-16
Terminal Bus Kp. Rambutan, Jakarta Timur


Kementerian Perhubungan kini sedang menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat, mengenai pelarangan MUDIK lebaran tahun ini. Sementara waktu Kemenhub sebatas mengimbau agar warga masyarakat  #TidakMudik #TidakPiknik untuk mencegah penularan virus Corona semakin luas dengan larangan tersebut.

Penyemprotan Disinfektan di koper-koper 

Ruang Tunggu dengan pysical distancing
 atau jaga jarak 1 meter antar penumpang

Tempat Cuci Tangan di Stasiun Bekasi

Upaya pun dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dengan menyediakan tempat untuk cuci tangan, kursi tunggu dengan sistem psycal distancing, menyediakan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan di kursi-kursi dan koper-koper di bandara.

Penyemprotan Disinfektan

VIRUS CORONA

Apasih Virus Corona itu?

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona ini bisa menyebabkan gangguan sistem pernafasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Penampakan Virus COVID-19

Virus COVID-19

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau lebih dikenal virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik lansia, bayi, anak-anak, orang dewasa, ibu hamil bahkan ibu menyusui.

Lansia lebih mudah terpapar Virus Covid-19 

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Virus ini dapat menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan kebeberapa negara, termasuk Indonesia (sumber : alodokter.com).

Adanya pandemik virus Corona di Indonesia ini sudah menyebar lebih dari 110 negara sejak Desember 2019. Data terakhir 4 April 2020 pukul 12.00 Indonesia Positif 2.092 kasus, Sembuh 150, Meninggal 191, (sumber : covid19.go.id). Global negara / kawasan 203 kasus terkontaminasi 827,419 dan kematian 40,777 (sumber : World Health Organization).

Data Situasi Virus COVID-19
pada tanggal 4 April 2020 Jam 12.00 Wib
(Sumber : covid19.go.id)

Gejala apasih yang ditimbulkan, jika seseorang positif COVID-19?

Sebagian besar penderita COVID-19 mengalami batuk kering, demam dan kelelahan. Pada kasus berat disertai dengan sesak nafas.

·         Demam 30-40 C
·         Sesak napas cepat , lebih dari 20x/menit

Gejala lain (jarang) batuk berdahak, pegal-pegal, nyeri tenggorokan, sakit kepala-pusing, mual-muntah dan diare.

Gimana memastikan Positif COVID-19?

Hanya dengan pemeriksaan swab tenggorokan (PCR), tidak bisa cek? 
Selama gejala ringan, tidak perlu pemeriksaan, kecuali memang memungkinkan untuk rapid test dan lain-lainnya, karena hingga kini belum ada obat khusus COVID-19 (sumber : dr @diadiawidia).

Lalu Bagaimana?

V
Demam (suhu 38-40 C)
V
Batuk (baik kering/berdahak)
V
Pilek
V
Bersin-bersin
V
Pegal-pegal

DAN/ATAU

V
Tinggal di daerah tinggi kasus COVID-19
V
Baru pulang beergian dari daerah tersebut
V
Terpapar pasien positif COVID-19

ISOLASI MANDIRI
SELAMA 14 HARI


Hayuk sama-sama jaga keluarga dari dr.diadiawidia

JIka KAMU mengalami hal-hal tersebut diatas, JANGAN PANIK, tetap isolasi mandiri selama 14 Hari di rumah. Namun, jika  KAMU sudah mengalami sesak nafas lebih dari 20x/menit segera ke IGD Rumah sakit.


PENCEGAHAN VIRUS CORONA

Upaya sosialisasi pencegahan virus Corona oleh Badan Penanggulan Bencana (BNPB) melalui Gugus Tugaas Percepatan Penangganan COVID-19, mengingatkan ada 7 point yang bisa KAMU lakukan  untuk membantu menghentikan penyebaran virus tersebut.

1.       Cuci Tangan pakai sabun dengan air mengalir lebih kurang 20 detik (membawa hand sanitizer jika memang tidak ada air)
2.       Menutup mulut saat batuk, bersin dan tidak membuang ludah sembarangan (Perhatikan etika bersin dan batuk)
3.       Jangan sering menyentuh wajah
4.       Jaga jarak aman (Pysical Distancing atau jaga jarak fisik minimal 1 meter)
5.       Jika keluar rumah pakailah masker
6.       Hindari keramaian
7.       Di rumah aja

Pentingnya #PhsicalDistancing

Jangan Lupa sering-sering cuci tangan dengan sabun dsengan air mengalir

PERBAIKI DAYA TAHAN TUBUH

Makan makanan tinggi protein

V
Putih telur
V
Ayam
V
Daging Merah
V
Tempe-tahu


Sayur Asem

Tempe

Ikan Cabe Hijau

Sambel Dadak

Buah-Buahan

Mengonsumsi Vitamin dan Mineral

V
Vitamin C, B6, A dan E
V
Zinc
(multivitamin)

Ber jemur di pagi hari selama 10-15 menit

V
Meningkatkan vitamin D untuk kekebalan tubuh
 

Jangan lupa berjemur setiap hari


WORK FROM HOME ATAU #diRumahAja

Selama pandemik virus Corona, Pemerintah menghimbau warga masyarakat melakukan aktivitas #diRumahAja, jika tidak ada keperluan penting lebih baik di rumah.

Tetap Sehat  Walau Work From Home

Masalah work from home (WFH) atau bekerja di rumah di tengah wabah Corona dapat dikaitkan dengan ketentuan Pasal 86 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan, di mana setiap pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta Nomor 14/SE/2020 Tahun 2020 tentang Himbauan Bekerja di Rumah (Work From Home). SE 14/2020 yang menindaklanjuti Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19).

Perlu diketahui juga, Keputusan Kepala Badan  Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia, sendiri tetalh menetapkan pada poin kedua bahwa status keadaan tertentu darurat terkait wabah corona diperpanjang selama 91 hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai tanggal 29 Mei 2020.

Kegiatan #diRumahAja membuat cemilan

Panen Cabe

Bercocok Tanam

Menata Kamar

Membuat Dalgona Coffee

Selama work from home banyak hal postif yang dapat dilakukan, seperti : memasak,  berolahraga, berkebun, beribadah tepat waktu, mengaji, membaca buku, update blog, vlog, youtube, menonton televisi, beberes rumah, kamar, penyelesaikan pekerjaan kantor dan lainnya.


DAMPAK VIRUS CORONA

Aspek Kesehatan Mental

Sehat mental di tengah pandemik COVID-19

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap sesuatu, tergantung latar belakang pendidikan, riwayat, kesehatan dan lainnya. Merasa cemas dengan pandemik COVID-19 adalah hal wajar, mulai tidak wajar jika KAMU mengalami gangguan seperti keluhan fisik (mual-mual, sesak, sakit kepala yang tanpa sebab). Untuk itu jaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga, istirahat cukup, dan relaksasi.

Aspek Sosial dan Ekonomi

Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi  Indonesia bakal berada dikisaran 2,3 persen, kemungkinan terburuknya  bisa menyentuh negatif  0,4 persen. Penyebaran virus Corona yang massif di Indonesia  membuat penurunan dalam kegiatan ekonomi. Konsumsi rumah tangga turun, investasi turun, para pelaku usaha UMKM tidak dapat melakukan kegiatan usahanya dan banyak pekerja harian yang kehilangan mata pencariannya.

Aspek Pendidikan

Dimasa pandemik virus Corona dunia pendidikan juga mengalami dampaknya, upaya pencegahan semakin meluasnya penularan virus Corona Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan seluruh aktivitas pendidikan. Pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah ini diambil demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Selama siswa belajar di rumah, Kementerian Penididikan dan Kebudayaan telah menyiapkan aplikasi pembelajaran jarak jauh seperti portal Rumah Belajar dan juga mengandeng beberaoa platform belajar online seperti : Kelas pintar, Sekolahmu, Ruang Guru, Geogle Indonesia, semuanya dapat dilakukan secara umum dan gratis.

Aspek Agama

Virus Corona mewabah juga berpengaruh dalam tata cara beribadah dalam kehidupan umat manusia, sejumlah masjid, gereja, vihara yang akan melakukan ibdadah dapat dilakukan di rumah saja, sesuai dengan himbauan dari Pemerintah.


Anjuran Beribadah #diRumahAja

Aspek Industri Pariwisata

Dampak virus Corona yang muncul pada akhir 2019 memukul para industri pariwisata di Indonesia, karena banyak penerbangan internasional yang dibatalkan. Menurut perkiraan  WTTC sektor pariwisata akan mengalami penyusutan hingga 25% pada tahun 2020.

Melemahnya industri pariwisata juga terasa di Bali, Yogyakarta, Lombok karena mengalami penurunan yang drastis. Pada bulan Februari 2020 sebanyak 392.824 wisatawan datang ke Bali menurut Kantor Imigrasi Bali dan angka ini menurun 33% sejak menyebarnya virus Corona ini.


TIDAK MUDIK, DAN TIDAK PIKNIK

Apa kabar #AnakRantau ?

Rutinitas MUDIK tentu tidak terlewatkan menjelang ramadan dan lebaran, semua itu dilakukan demi untuk bertemu orang tua dan sanak saudara, melepas kangen, sungkem, berjabat erat dan berpelukan.

Sayangi Keluarga Tercinta, dengan #TidakMudik #TidakPiknik

Namun dengan pandemik virus Corona, apakah KAMU akan tetap MUDIK?

Demi kesehatan bersama lebih baik rencana KAMU MUDIK ditangguhkan dahulu. Bukan tanpa alasan sebab dengan #TidakMudik KAMU bisa selamatkan jutaan nyawa loh, Kenapa begitu?

Peneliti menghitung bahwa KAMU melakukan Pysical Distancing yang lebih intensif dan berskala luas diterapkan lebih awal dan berkelanjutan dengan memotong 75% dari tingkat kontak antarpribadi. Kita bisa menyelamatkan 38,7 juta jiwa (sumber : South China Morning Post).

Hasil Riset, dengan #TidakMudik

Alasan Mengapa #TidakMudik & #TidakPiknik antara lain :

1.       Saat KAMU MUDIK, berpotensi sebagai carrier atau pembawa virus buat keluargamu, apabila KAMU berasal dari zona merah sehingga memungkinkan menjadi sumber penularan. Carrier bisa jadi tidak memiliki keluhan berarti dan tetap sehat, namun penularan virus Corona bisa sangat ganas untuk orang tua kita yang kondisinya tiga kali lipat lebih rentan tertular daripada pasien yang berusia muda.

Carrier atau Pembawa Virus

2.       Jaga Jarak atau Pysical Distancing, sesuai imbauan Pemerintah salah satu cara mencegah penularan virus Corona adalah menjaga jarak sekitar 1 meter.

3.       Siapa tahu diantara pemudik, bisa jadi orang tersebut berstatus Orang Dalam Pegawasan (ODP).

Kalau KAMU tetap MUDIk, otomatis KAMU sebagai Carrier bagi kelurga ,
Yuk sayangi keluarga dengan #TidakMudik #TidakPiknik

4.       Fasilitas kesehatan di daerah minim, sehingga jika terjadi temuan virus Corona akan sulit penanganan atas pasein tersebut.

Editorial Media Indonesia

Setelah menimbang-nimbang diputuskan tahun ini #TidakMudik dan #TidakPiknik demi kesehatan bersama, silahtuhrami tetap bisa dengan video call, skype . Kegiatan di rumah aja selama ramadan dan lebaran juga #TidakPiknik agar memutus mata rantai penyebaran virus Corona kemana-mana. 

Hayuuk. #TidakMudik #TidakPikik

Berbagai hal positif tetap bisa kita lakukan koq selama di rumah aja. Semoga badai lekas berlalu dan dikemudian hari kita bisa beraktivitas lagi seperti sedia kala, namun jangan lupa tetap jaga bumi dan sayangilah, segala peristiwa mengandung hikmah dibaliknya. Yuks, kita konsekuensi di tahun 2020 ini #TidakMudik #TidakPiknik lebih baik #diRumahAja. Terima kasih.


Selasa, 03 Maret 2020

MENGENAL LEBIH DEKAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI (KPLP)


Indonesia diakui sebagai negara Kepulauan terbesar didunia berdasarkan UNCLOS 1982. UNCLOS singkatan dari United Nation Convention on The Law of The Sea  atau sering disebut Konvensi PBB tentang Hukum Laut, dan Indonesia meratifikasi konvensi tersebut melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985, sejak itu Indonesia tunduk pada UNCLOS 1982.

Dasar UNCLOS 1982  melalui “Deklarasi Djuanda”, yang tepat 62 tahun lalu (13 Desember 1957 -2019),  diumumkan kepada dunia secara kontroversial oleh Djuanda Kartawidjaja PM terakhir RI. Beliau mengumumkan kepada dunia bahwa laut diantara pulau-pulau adalah integral dari laut teritorial Indonesia yang harus dijaga.


One day trip berlayar bersama KPLP

KN. TRISULA (KPLP P.111) Pangkalan PLP Tanjung Priok, Jakarta

Penguatan kewilayahan laut Indonesia juga didukung oleh Undang-Undang Nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan. Undang-Undang ini menjadikan Deklarasi Djuanda 1957 juncto UNCLOS 1982 sebagai momentum penting pilar memperkokoh keberadaan Indonesia.

Peta Indonesia
Sumber : maritimeworld.co.id

Nahh untuk itu, Tahukah KAMU kalau laut Indonesia itu, punya body guard yang menjaga?

Jawabannya ada, namanya Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP),  atau biasa disebut Sea and Coast Guard. KPLP merupakan lembaga yang berfungsi menjaga dan menegakan Peraturan Perundang-undangan di laut dan pantai, sesuai dengan Hukum Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008.

SEJARAH KPLP dan Pangkalan PLP

Nah, kemarin tanggal 26 Februari 2020 aku dan kawan-kawan blogger berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dalam rangka HUT ke-47 Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP)  ke-32. Dalam peringatan ulang tahun KPLP dan PLP ini sebagai upaya untuk mengingkatkan perlindungan laut dan pantai, demi Indonesia mewujudkan maritim dunia yang aman, menegakan keselamatan, dan perlindungan hukum di wilayah perairannya.


Bapak Agus H. Purnomo, Dirjen Perhubungan Laut
foto oleh Rudi Capriadi

Foto Bersama saat HUT ke-47 KPLP dan ke-32 Pangkalan PLP 

Bapak Agus H. Purnomo, selaku Dirjen Perhubungan Laut dalam sambutan pidatonya mengatakan “Sejarah KPLP berdiri sebelum Perang Dunia II tahun 1942 merupakan organisasi tertua di Indonesia yang melaksanakan penegakan hukum di perairan Indonesia”, Beliau juga yakin KPLP dan PLP dapat menjaga keselamatan dan keamanan maritim di perairan Indonesia yang dijalankan sesuai dengan semboyan “DHARMA JALA PRAJATAMA”.

Lambang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP)

Semboyan Dharma Jala Prajatama

DHARMA JALA PRAJATAMA memiliki arti sebagai Insan bahari selalu berusaha untuk menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara. Peringatan hari ulang tahun KPLP diawali dengan upacara, pertunjukan drum band dari  mahasiswa STIP, pencak silat dan kesenian dari para pegawai KPLP. Selepas upacara, aku bersama kawan-kawan berlayar mengelilingi  Pulau Seribu dengan KN. TRISULA.

Pertunjukan Drumband Mahasiswa STIP
foto oleh Rudi Capriadi

Pertunjukan Drumband Mahasiswa STIP


TUGAS KPLP

Sesuai dengan Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 tahun 2008, dalam, melaksanakan fungsinya, KPLP memiliki  tugas antara lain :
·         Melakukan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran
·         Melakukan pengawasan, pencegahan, dan penanggulangan pencemaran di laut
·         Pengawasan dan penertiban kegiatan serta lalu lintas kapal
·       Pengawasan dan penertiban kegiatan salvage, pekerjaan bawah air serta eksplorasi dan eksploitasi kekayaan laut
·         Pengamanan sarana bantu navigasi-pelayaran
·         Mendukung pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan jiwa di laut.

PANGKALAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI

Pembagian wilayah kerja pangkalan dibagi berdasarkan Keputusan Dirjen Hubla Nomor 13/VIII/DV-05 tanggal 13 Agustus 2005 terdiri 5 Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai :
·         Kelas I
1.      Pangkalan PLP Tanjung Priok (Jakarta)
·         Kelas II
2.      Pangkalan PLP Tanjung Uban (Kepulauan Riau)
3.      Pangkalan PLP Bitung (Sulawesi Utara)
4.      Pangkalan PLP Tanjung Perak (Jawa Timur)
5.      Pangkalapn PLP Tual (Maluku)


Pintu Gerbang memasuki Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta 

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta

5 Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai ini memiliki 39 kapal yang berpatroli khusus untuk melaksanakan penegakan hukum di laut, baik itu menyangkut kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing yang beroperasi masuk di Indonesia.

KN. Trisula wilayah Pangkalan PLP Tanjung Priok mencakup wilayah patroli Jakarta, Lampung, Jambi, Muntok (Bangka-Belitung), Sampit dan Semarang.

Setiap kapal KPLP dilengkapi dengan standar keselamatan meliputi :
·         Sekoci penyelamat (Life Boat)
·         Pelampung penolong bentuk cincin
·         Jaket penolong (Lift Jackets)
·         Rakit penolong (Inflatable Liferaft)
·         Pelempar tali penolong

Ketika mendapat izin dari Bapak IR. Ahmad M.M.TR selaku Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), aku langsung berkeliling kapal bersama Irene, Mardiah, Rudi dan Kang Aip  menuju ke Anjungan  KN. Trisula, disini aku melihat secara langsung fungsi dan tugas kapal penjagaan laut dan pantai. Di ruang kemudi ada Kapten Eko sebagai Nahkoda yang banyak memberi informasi tentang navigasi, peta dan berkomunikasi. Demi keamanan dan keselamatan, aku diwajibkan mengunakan jaket penolong saat berkeliling kapal. Saat berada di bagian paling atas kapal, ada beberapa tank orange besar yang ternyata berfungsi  untuk memilah minyak dan air laut. Kapal kesatuan penjagaan laut dan pantai KN. Trisula ini juga berfungsi sebagai sustainability atau menanggulangi tumpahan minyak di laut yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di Pulau Jawa.

Bapak Ir. Ahmad M.M.TR, Direktur KPLP dan Bapak Eko,
Nahkoda KN. TRISULA

Ruang kemudi ini bernama Anjungan

Ruang Pemetaan

GPS atau alat navigasi KN. TRISULA

Ruang Komputer

Semua Kapal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mempunyai alat identifikasi otomatis atau automatic identification system (AIS). Automatic identification system (AIS) adalah sistem identifikasi otomatis yang menjadi standar untuk dipergunakan di kapal, diatur secara internasional melalui konvensi keselamatan jiwa di laut. AIS berfungsi mengirim dan menerima informasi data secara otomatis ke kapal lain, stasiun Vessel Traffic Service (VTS) atau Stasion Radio Pantai (SROP), dengan menerapkan sistem AIS akan sangat membantu peraturan lalu lintas  kapal dan mengurangi bahaya dalam navigasi.

Kapal-kapal berkewajiban memasang AIS berlaku sejak  20 Februari 2020, jika terdapat kapal-kapal yang tidak memasang AIS maka akan dikenakan sanksi oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) sesuai dengan peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP.176/DJPL/2020 tentang standar operasional prosedur pengenaan sanksi atas pelanggaran kewajiban pemasangan dan pengaktifan sistem identifikasi otomatis bagi kapal berbendera Indonesia.

Foto Bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Blogger

Pengalaman perjalanan kemarin berlayar bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menjadikan aku banyak mengetahui secara langsung fungsi dan tugas KPLP demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, semoga sharing tulisan ini bermanfaat. Terima kasih KPLP.














Rasah MUDIK, Sik.. #TidakMudik #TidakPiknik

“Selamat Pagi semua, aku biasa menyapa kawan-kawanku”. Ada kawanku Dita namanya, sudah dari seminggu lalu aku chat untuk menanyakan...