Senin, 18 Maret 2019

Kampanye Global 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan


Bertempat di Pusat Kebudayaan Amerika, Pacific Place, Jakarta, 27 November 2018 saya menghadiri peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Bagaimana kasus terhadap perempuan akhir-akhir ini mencuat di pemberitaan. Komnas Perempuan menyebutkan bahwa sebanyak 35 perempuan Indonesia menjadi korban kekerasan seksual setiap harinya, untuk itu  perlunya kita kampanye untuk hal tersebut.



Sejarah kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) pada awalnya merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.  Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women,s Global Leadership Institute pada tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Lebih dari 3.700 organisasi dari sekitar 164 negara berpartisipasi dalam kampanye setiap tahun. UN Women sebagai bagian dari organisasi PBB kemudian mengadopsi kampanye tersebut. Dikatakan bahwa kampanye global ini diperlukan karena sudah  terlalu lama masalah kekerasan terhadap perempuan menjadi impunitas, tidak terdengar dan mengalami stigma. Situasi seperti ini mengakibatkan kekerasan terhadap perempuan meningkat, UN Women mencantumkan bahwa satu dari tiga perempuan  di seluruh dunia mengalami kekerasan berbasis gender.

Dalam beberapa tahun terakhir, menjadi perhatian seluruh dunia suara para penyitas dan aktivis, dalam kampanye seperti #MeToo, #TimesUp, #Niunamenos, #NotOneMore, #BalanceTonPorc dan lainnya, telah mencapai puncak yang tidak dapat dibungkam lagi. Di Indonesia pada dua tahun yang lalu kemudian dikenal dengan gerakan #GerakBersama untuk penghapusan kekerasan seksual.

Di seluruh dunia, kita perlu memahami bahwa meskipun nama dan konteksnya mungkin berbeda di seluruh letak geografis, perempuan dan anak perempuan dimana pun mereka berada, mengalami kekerasan yang terjadi secara terus-menerus, karena itu cerita mereka perlu disoroti, dan dilindungi.

Lily Puspasari (Programe Management Specialist UN Women) mengatakan, “Di seluruh bagian dunia, perempuan dan anak perempuan terus mengalami kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan kerap kali luput dari perhatian dan suara penyintas  tidak terdengar. Hal ini dikarenakan seringkali perempuan yang terkana kekerasn disalahkan dan testimoni mereka diragukan. Melalui Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan #HearMeToo , mari kita mendorong semua pihak untuk berdiri dalam solidaritas dengan penyitas dan gerakan anti kekerasan, serta mulai bersuara untuk akhiri kekerasan terhadap perempuan.

Mengapa Kekerasan terhadap Perempuan Harus Dihapuskan?

UN Women mengatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan (dan anak perempuan) adalah salah satu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling luas, terus menerus, dan menghancurkan perempuan  dan anak perempuan di seluruh dunia, dan sampai saat ini sebagian besar masih  sulit untuk dilaporkan karena adanya impunitas, sikap diam, stigma, dan rasa malu  baik korban maupun lingkungan sekitarnya. Secara umum, UN Women melaporkan bahwa kekerasan dimanifestasikan dalam bentuk fisik, seksual dan psikologis, meliputi :

·   Pertama, kekerasan oleh pasangan baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah dalam bentuk pemukulan, pelecehan, psikologis, perkosaan, dan femicide atau pembunuhan terhadap perempuan;

·  Kedua, kekerasan dan pelecehan seksual (dalam bentuk pemerkosaan, tindakan memaksa berhubungan seksual, hasrat seksual yang tidak diinginkan, pelecehan seksual anak, pernikahan paksa, (termasuk pernikahan anak), pelecehan di jalanan atau ruang public, penguntitatan, pelecehan dalam media cyber;

·        Ketiga adalah perdagangan manusia dalam bentuk perbudakan dan eksploitasi seksual;

·         Keempat adalah mutilasi genital perempuan dan perkawinan anak.

Untuk lebih memperjelas, Deklarasi tentang Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan yang dikeluarkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993, mendefinisikan kekerasan terhadap perempuan sebagai “Setiap tindakan kekerasan berbasis gender yang menghasilkan, atau memungkinkan akan mengakibatkan kekerasan dalam bentuk fisik, seksual, psikologis atau penderitaan terhadap perempuan, termasuk ancaman, paksaan atau perampasan kebebasan  perempuan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.”

Konsekuensi kesehatan psikologis, seksual dan reproduksi adalah yang paling banyak terjadi dan mempengaruhi semua tahap kehidupan perempuan. Kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi pada siapa saja, di mana saja, beberapa perempuan dan remaja yang sangat rentan – misalnya, perempuan remaja dan perempuan lanjut usia (lansia), perempuan yang diidentifikasi sebagai lesbian, biseksual, transgender dan interseks, perempuan migran dan pengungsi, perempuan lokal dan perempuan etnis minoritas, atau perempuan dan remaja perempuan yang hidup dengan HIV dan disabilitas, dan mereka yang hidup dalam kisis kemanusian.

Kekerasan terhadap perempuan terus menjadi hambatan untuk mencapai kesetaraan, pembangunan, perdamaian, serta pemenuhan hak asasi perempuan dan anak perempuan . Secara keseluruhan, janji Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) – tidak meninggalkan siapa pun di belakang – tidak dapat dipenuhi tanpa mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.


Situasi dan Konteks Indonesia dalam Kampanye Global

Dalam konteks Indonesia, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) ini diinisiasi oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), lembaga negara Hak Asasi Manusia (HAM) yang berfokus pada hak-hak perempuan atau hak asasi perempuan.

Keterlibatan Komnas Perempuan dalam kampanye tersebut telah dimulai sejak tahun 2001, dengan memfasilitasi pelaksaan kampanye di wilayah-wilayah seluruh Indonesia yang menjadi mitra Komnas Perempuan. Hal ini sejalan dengan prinsip kerja dan mandate Komnas Perempuan yakni untuk bermitra dengan pihak masyarakat serta berperan memfasilitasi upaya terkait pencegahan dan penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

Komnas Perempuan  telah menyatakan sikap dan memberikan rekomendasi penting tentang :
1.  Pertama, Perlunya segera mensahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Kasus yang mencuat di media nasional adalah tentang kekerasan seksual yang dialami oleh seseorang mahasiswi disebuah universitas, menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih dianggap bukan pelanggaran berat di kalangan civitas akademik. Kedua, kasus seorang ibu yang dikriminalkan melalui UU elektronika, akibat membela dirinya sendiri atas kekerasan seksual secara verbal yang dialaminya. Menunjukkan bahwa kasus-kasus kekerasan seksual belum dipahami apalagi dijangkau oleh hukum;

2. Kedua, Komnas Perempuan mengkritisi lambatnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual  dibahas DPR RI yang tidak kunjung dibahas  dan disahkan di DPR sampai sekarang. Padahal regulasi terkait kekerasan seksual saat ini sangat minim, hanya berpegang pada KUHP. Hal ini menjadi tantangan bagi sejumlah kasus kekerasan seksual yang terus meningkat dilaporkan banyak korban perempuan.

3.    Ketiga, adalah tren kekerasan terhadap perempuan berbasis cyber, Akhir tahun 2017 yang lalu terdapat 65 kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya yang dilaporkan korban ke Unit Pengaduan untuk Rujukan (UPR) Komnas Perempuan. Bentuk kekerasan yang dilaporkan cukup beragam dan sebagian besar masih dilakukan oleh orang terdekat dengan korban seperti pacar, mantan pacar, dan suami korban sendiri. Luasnya akses dalam ranah dunia maya juga memungkinkan adanya pihak lain yang menjadi pelaku kekerasan, seperti kolega, supir transportasi online, bahkan orang yang belum dikenal sebelumnya (anonym). Selain itu kejahatan cyber bukanlah bentuk kekerasan terhadap perempuan biasa, namun juga kejahatan transnasional yang membutuhkan perhatian khusu dari pemerintah.


Kerjasama Global

Tahun ini dalam hal Kampanye Global 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Komnas Perempuan menggandeng @america (Pusat Kebudayaan Amerika), UN Women, dan Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) untuk melakukan kampanye bersama menghentikan kekerasan terhadap perempuan, menyatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah penggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang serius, dan terutama kekerasan seksual.

Komnas HAM melaporkan bahwa begitu banyak kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan berbasis gender dalam politik, terutama dalam pelanggaran HAM di masa lalu, yang menunjukkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia tidak dapat lepas dari perspektif gender, dan perlu menjadi mainstream dalam pandangan seluruh dunia tentang wacana hak asasi manusia.

Chairul Anam mengatakan, “ Banyak kasus dalam pelanggaran HAM berat, perempuan juga mengalami kekerasan, bahkan kekerasn ini juga dialami oleh perempuan setelah pelanggaran HAM berat tersebut telah berlalu . Perempuan adalam beberapa kasus banyak dijadikan instrument of war, untuk memaksa suami, anak atau saudaranya menyerah. Dalam konteks inilah penting melihat pelanggaran atau kejahatan HAM dalm spectrum dan perspektif perempuan, agar akar kejahatan itu berlangsung dan bagaimana keadilan ditegakkan. Perempuan dalam konteks HAM, juga tercatat sebagai survivor paling tangguh dan konsisten. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai pengalaman lapangan bagaimana perempuan mampu menyimpan narasi, menyampaikannya dan melakukan advokasi. Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan buan hanya menjadi topik penting Nasioanl, melainkan Global. Mari gerak bersama untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan!.” #Gerak Bersama Hapuskan Kekerasan terhadap Perempuan.

Kontak Narasumber : 
Mariana Amiruddin (Komisioner Komnas Perempuan)
Lily Puspasari (Programme Specalist at UN Women)
Mohammad Chairul Anam (Komisioner Komnas HAM)

Kontak Komunikasi :
Radhiska Anggiana, Communications Officer UN Women, radhiska.anggiana@unwomen.org
Chris Purba, Pratisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, chris@komnasperempuan.go.id









Sabtu, 23 Februari 2019

Menatap Masa Lalu, dan Kini Lasem


Jatuh cinta pada pandangan pertama itu yang saya  rasakan pada Lasem, entah dari masa kanak-kanak saya suka sekali dengan bangunan tua, kuburan tua yang bernuansa vintage dan heritage. Lasem kerap disebut The Little Beijing Old Town, sebab kota ini mengingatkan saya pada negara tirai bambu. Tepatnya Oktober tahun lalu, saya melakukan perjalanan bersama 4 orang kawan dari Jakarta, kami road trip dengan mobil menuju Lasem. Kamis dinihari tepat pukul 04.00 wib, saya sudah menunggu Mas Danu, Kak Jane dan Tides di lobby apartment yang dipilih sebagai meeting point.





Tak berapa lama kami berempat berangkat memasuki tol lingkar luar Jakarta menuju lokasi penjemputan Mas Bram, saya mengambil gawai untuk memberi kabar Mas Bram bahwa sudah berangkat, namun tidak ada jawaban dan kami berpikir Mas Bram pasti tertidur kembali. Akhirnya kami menjemput Mas Bram di rumahnya, benar saja perkiraan kami. Sambil menunggu, kami sarapan nasi uduk yang ada di depan rumah, dan melanjutkan perjalanan kembali.

Road trip berjalanan lancar, tepat jam 08.30 kami sudah keluar tol Brebes Timur semua masih istirahat kecuali saya dan Kak Jane. Setiap diperjalanan saya jarang sekali tidur, senang melihat keadaan sekitar. Singkat cerita tepat Jam 13.00, kami sudah tiba di Semarang dan memutuskan untuk istirahat, makan siang dan sholat. Restoran Lombok Ijo yang kami pilih untuk makan, sambil menunggu Mas Deta yang akan ikut ke Lasem. Jadi, nanti perjalanan kami berenam.




Selepas makan kami melanjutkan perjalanan menuju Lasem, alhamdulillah perjalanan lancar, namun terjebak macet selama 2 jam di Demak yang sedang pembangunan jembatan. Melewati Kudus, Pati dan akhirnya lepas Maghrib kami sudah memasuki Kota Rembang. Kami pun langsung mencari lokasi hotel yang sudah dibook, yaitu Hotel Antika. Saya pun langsung check in dan memasuki kamar, karena badan terasa lelah dan butuh mandi. Kami akan kumpul lagi tepat jam 20.00 untuk makan malam.




Kabupaten Rembang memang kota kecil, terletak di jalur utara menuju Tuban hingga Surabaya, Setelah beres mandi, kami sudah lengkap berkumpul di lobby dan foto-foto kemudian makan malam, ternyata restoran samping hotel sudah habis dan tutup. Kami pun akhirnya makan bakmi godog didepan hotel sambil minum kopi diselingi canda tawa. Selepas makan kami beristirahat, karena esok akan mulai berkeliling dan berjumpa dengan Mbak Agni yang sedang ada penelitian di Lasem.




Tepat jam 05.00 saya sudah bangun untuk mandi dan sholat Subuh, selepas itu membangunkan Tides untuk mandi dan sarapan bersama. Tak berapa lama, gawai berdering terkirim whatssap dari Kak Jane bahwa sudah menunggu di tempat sarapan, saya pun kemudian menyusul. Setelah semua sarapan, kami akan menuju Lasem yang berjarak kurang lebih 10 Km dari Rembang. Tujuan kami adalah ke Karangturi untuk berjumpa dengan Mbak Agni.

Saya mengirim pesan ke Mbak Agni, untuk menanyakan posisi. Ternyata beliau sedang ada di kedai kopi Jeng Hai yang menurut saya kopi dan ketan srundengnya juara banget loh. Saya memperkeanlkan Mbak Agni ke kawan-kawan lainnya. Mbak Agni memberi saya kontak Opa Gandor, yang merupakan narasumber Klenteng Cu An Kiong dan Rumah Candu. Kemudian saya menelpon Opa dan meminta izin apakah boleh berkunjung, Opa mengizinkan dan saya diminta menunggu di kedai kemudian nanti sama-sama menuju klenteng.





Klenteng Cu An Kiong yang berarti “Kententraman welas kasih”, merupakan klenteng tertua di Lasem. Klenteng ini dibangun sekitar abad ke 16, ketika orang-orang Tionghoa datang dan mendarat di sungai Babagan, Lasem pada abad ke 15. Material yang digunakan untuk membangun klenteng adalah kayu jati yang saat itu kawasan Lasem banyak tumbuh pohon jati. Tak ada yang berubah dari bangunan klenteng semua masih sesuai dengan aslinya menurut Opa Gandor.





Beranjak dari klenteng Cu An Kiong, kami menuju Rumah Candu yang letaknya tidak jauh. Tiba di rumah dengan pintu berwarna kuning ini punya sensasi yang berbeda, saya dan kawan-kawan kemudian mendengarkan cerita dari Opa Gandor. Lawang Ombo atau rumah candu dibangun sekitar 1860-an untuk dijadikan tempat tinggal. Pemiliknya adalah orang Tiongkok bernama Liem Kok Sing yang merupakan saudagar sukses di Lasem.

Lawang Ombo berada di desa Dasun, Kecamatan Lasem dan terletak tak jauh dari sungai Babagan. Pada masa lalu, candu adalah salah satu komoditas dagangan yang dinikmati selain rempah-rempah. Disalah satu sudut bangunan Lawang Ombo terdapat sumur berdiameter 70 sentimeter didalamnya terdapat genangan air yang merupakan jalur utama penyelendupan.






Lepas berkeliling Lawang Ombo, kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah tegel diantar oleh Opa Gandor. Lasem bagi saya dan kawan-kawan merupakan gambaran masa lalu yang memiliki makna mendalam di masa kini. Pejalananan saya dan kawan-kawan menjelajah Lasem akan berlanjut dipart berikutnya. 

   






Rabu, 30 Januari 2019

Kolaborasi Prudential Indonesia dengan Parkway Hospital Singapura

Bagi pejalan seperti saya tentu sangat penting memiliki asuransi kesehatan karena untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba sakit, misalnya jika sedang melakukan perjalanan ke Singapura. Ada kabari baik dengan adanya kolaborasi Prudential Indonesia dengan Parkway Hospital Singapura. Salah satu alasannya adalah karena banyak pasien dari Indonesia yang berobat ke negeri singa tersebut. 

Menjaga kesehatan itu penting lohh
Foto oleh Rudi Apriadi
Bertemakan #JalaninBareng tepatnya,  Rabu, 23 Januari 2019, saya dan kawan – kawan blogger mendapat kesempatan menghadiri “Prudential Indonesia Ekspansi Layanan PRUmedical network ke Singapura”. Acara dibuka oleh Pak Jens Reisch, President Director  Prudential Indonesia beliau mengungkapkan “Sebagai pemimpin pasar industri asuransi, Prudential Indonesia memahami kebutuhan masyarakat  yang terus berevolusi, termasuk dibidang kesehatan. Melalui program layanan PRUmedical network, sebagai bagian dari kampanye “WE DO” yang memiliki 4 fokus untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat Indonesia.

Dari kiri dr. Dian Budiani, Pak Jens Reisch, Pak Phua Tien Beng dan Pak Jeffrey Law
Dilanjutkan sambutan oleh Pak Phua Tien Beng, Chief Executive Officer of Parkway Pantai’s Singapore Operations, mengungkapkan bahwa “Parkway Hospitals Singapore selalu mencari cara baru untuk menyediakan perawatan yang lebih baik sertai memberikan nilai tambah bagi pasien kami”. Karena hampir 30 persen pasien jaringan rumah sakit Parkway Hospitals merupakan pendatang dan lebih kurang 70 persen berasal dari Indonesia.

Terlebih Prudential Indonesia sudah 23 tahun di Indonesia dan bekerjasama dengan 69 rumah sakit di 34 kota di Indonesia dan 4 rumah sakit di Singapura antara lain :

a.      Mounth Elizabeth Orchard Hospital
b.      Mounth Elizabeth Novena Hospital
c.       Gleneagles Hospital
d.      Parkway East Hospital

 Kemitraan dan Kolaborasi https://www.prudential.co.id/id/our-services/prumedical-network/parkway-hospitals-group-singapore/ Prudential Indonesia dengan Parkway Hospital Singapura memudahkan pelayanan seperti :

1.      Jaminan ketersediaan kamar rawat inap (free room upgrade)
Apabila kelas kamar yang sesuai plan yang diambil pasien penuh, maka rumah sakit akan memberikan kelas kamar yang lebih tinggi (up to standart single room)  tanpa biaya tambahan, sampai tersedia kamar yang sesuai plan pasien.
2.      Tidak ada excess untuk room and board
Sepanjang nasabah menempati kamar sesuai plan, dijamin biaya perawatan harian tidak berlebih. Namun jika nasabah menempati kamar dengan harga kamar di atas plan, maka diberlakukan biaya excess dan prorata sesuai ketentuan.
3.      Layanan Pasien untuk kemudahan proses administrasi di RS
Alokasi tenaga Internasional Patient Services Helpdesk di Parkway Hospitals Singapore untuk membantu nasabah terkait dengan asuransi.
4.      Sejumlah penunjang kenyamanan untuk pasien / keluarga yang menemani
Terdapat hadiah menarik untuk pendamping serta bantuan dalam melakukan perjanjian rawat inap, penjemputan di Changi Airport ke Parkway Hospitals Singapore, rekomendasi dokter yang sesuai dengan kebutuhan, bantuan penerjemah, bantuan in-room admission dan discharge.

Menurut dr. Dian Budiani, Chief Operations Officer Prudential Indonesia, bahwa “Sepanjang 2018  Prudential Indonesia menerima lebih dari 4.500 klaim nasabah di Parkway Hospitals Singapore. Besarnya kebutuhan ini yang turut melatarbelakangi kemitraan antara Prudential Indonesia dengan Parkway Hospitals Singapore sebagai rumah sakit preffered PRUmedical network.

Kesepakatan Kerjasama Antara Prudential Indonesia dengan Parkway Hospital Singapura
Foto oleh : Timothy
Diharapkan dengan adanya kolaborasi antara Prudential Indonesia dan Parkway Hospital Singapura menjadikan pelayanan pasien lebih mudah dengan 4 C yaitu : Cashless, Cepat, Consultan dan Commitment, serta momentum bagi Prudential Indonesia untuk terus maju dalam mengembangkan produk dan layanan yang terbaik untuk nasabah.


Foto Bersama dengan Para Blogger

Intinya dengan adanya kerjasama ini memudahkan pasien Indonesia untuk berobat ke Singapura, namun campaigan ini juga ditujukan agar menjaga kesehatan itu penting, Informasi detail bisa follow https://www.instagram.com/id_prudential/?utm_source=ig_profile_share&igshid=zvd5jipgyer9.



Minggu, 02 Desember 2018

Kopka Kedai Favorit Di Margonda, Depok


Ada yang tahu nggak kalau ada kedai kopi asik di Margonda, Depok?

Jawabannya ada, kedai kopi yang asik banget buat nongkrong, ngerjain tugas kuliah, bekerja, ulang tahun, tempat untuk bedah buku dan lainnya.

Tidak terkecuali aku yang suka sekali kesana untuk menyelesaikan pekerjaan. Terletak di  Jalan Margonda No. 24, tepat berada dilantai 2 sebuah minimarket sebelah RS. Bunda Depok.

Ngopi Assik bareng Pemilik

Kumpul Asik dari kiri, Eja, Bang Bejo, Mas Ded, Umik Yopi dan Bung Oka

Umik Yopi dan Eja

Awal mengenal kedai kopi ini, ketika mengikuti trip bersama #SahabatKAI beberapa bulan lalu, ketika aku satu grup dengan Bung Oka (biasa aku memanggilnya). Perkenalan aku dengan Bung Oka berlanjut, sering berdiskusi, makan bareng, jalan bareng bersama kawan-kawan lain juga.

Berkumpul dengan penuh keceriaan

Kedai kopi yang sudah berjalan lebih kurang 2 tahun ini, ramai dikunjungi mahasiswa maupun para pecinta kopi. Kedai yang menurut aku imut dan instagramable banget ini nyaman buat bersantai, dan berkumpul bersama kawan-kawan.

Asik kan tempatnya, imut dan Instagramable

Naaaah ini kumpul Ramean, Keluarga Kembang Sepatu

Dahulu, kopi identik dengan minuman yang hanya bisa dinikmati orang-orang tua yang ngopi di warung kecil di kampung-kampung atau pinggir jalan. Tapi, kini coffee shop bermunculan bak tumbuhnya jamur di musim hujan, kedai kopi dengan konsep modern bisa ditemui di jalan-jalan besar, pusat keramaian, mal-mal mewah, kawasan elite, atau tempat-tempat yang menjadi pusat tongkrongan anak muda.

Designnya Artistik

Arstistik kan

Rak Buku, yang bukunya bisa kamu pinjam di lokasi

Nongkrong di kedai kopi kini bukan lagi identik dengan wajah si ‘bapak tua’ yang betah berjam-jam duduk di bangku kayu, tapi menjadi gaya hidup anak muda urban yang menikmati kopi di sebuah kedai kopi dengan interior arstistik dan nyaman. 

Biji-biji kopi yang berasal dari pohon yang dipelihara dengan seksama oleh para petani jauh di gunung dan daerah-daerah pelosok negeri telah menciptakan gaya hidup  baru yang juga menggerakkan industri kreatif anak-anak muda Indonesia.

Menu 1

Menu 2

Nah ini aku temui di Kopka, Bung Oka sebagai pemilik kedai merupakan anak muda kreatif yang membangun brand kedainya dengan citarasa ragam kopi nusantara, karena kopi Indonesia mempunyai kekhasan, dan sudah dikenal sebagai negara penghasil kopi terbaik di dunia. Oh yaa ada menu favorit aku kalau datang ke Kopka, yaitu es kopi susunya pas tidak terlalu manis (cocok buat aku yang tidak suka manis), dan hangover potato yang disajikan di wajan kecil terdiri dari kentang goreng, sosis goreng, salad sayur yang disiram dengan mayones  lalu diberi taburan keju diatasnya. Memiliki citarasa creamy, manis, pedas, asin, gurih dan renyah, pas banget buat teman cemilan sambil minum segelas es kopi susu. Tidak hanya itu, aku suka kedai ini karena menyediakan buku yang bisa kalian baca sambil menikmati dan cemilan yang dipesan, serta terdapat musolla kecil menjadikan nongkrong asik, tapi tetap tak meninggalkan ibadah.

Ini Namanya Hangover Potato Rp. 35.000,-/porsi



Kopi Susu favorit akuh, Rp. 20.000,-/gelas

Classic Chocolate Rp. 25.000,-/gelas




Info detail tentang KOPKA kalian bisa follow social medianya & tentu kunjungi kedainya :

Instagram            : https://www.instagram.com/kopka.id/
Line                       : @kopkacoffee

Hayuuuk di follow IGnya

KOPKA, Coffee & You
@2nd Floor “Alfamidi”
Jalan Margonda No. 24, Depok
Open     : 12.00 – 24.00 weekdays
                : 14.00 – 24.00 weekend
               

Jumat, 23 November 2018

Energi Tanpa Fosil Yang Diciptakan Baran Untuk Masa Depan


Beberapa hari lalu saya mendapat undangan untuk menghadiri workshop tentang energi terbarukan yang diadakan oleh Baran Energy. Berbicara mengenai energi terbarukan dimasa kini itu sangat penting untuk kehidupan selanjutnya. Dimana sudah banyak temuan-temuan energi yang ramah lingkungan seperti yang dilakukan Baran Energy.





Tantangan Indonesia atau problem yang akan dihadapi dimasa mendatang seperti :
a.      Harga listrik
b.      Listrik sering mati
c.       Lingkungan dan polusi





Kenapa disebutkan untuk menghemat listrik?, dikarenakan di Indonesia mengalami kenaikan listrik hampir 10-15% per tahun. Untuk itu negara-negara maju dan berkembang mulai menciptkan energi terbarukan yang layak dikembangkan  untuk memenuhi kebutuhan energi, nah Baran menciptakan cara baru mengkonsumsi energi tanpa fosil dan tak perlu harus bayar bulanan.

Pada diskusi dengan Baran Energy, Pak Victor dengan akun @victorwirawan menjelaskan tentang beberapa produk Baran Energy antara lain :

Baran Power
Merupakan produk yang akan menjadi sumber tenaga listrik untuk kebutuhan sehari-hari dalam perumahan, kantor dan juga mini power plants. Dalam hal ini Baran Power terdapat dua produk :

·         Baran Powerwall

Baran Powerwall mempunyai daya menyimpan energi besar sekitar 8.800 Wh. Dilihat dari bentuknya yang sangat minimalis dengan ukuran  L : 1000 mm, P : 600 mm dan Tinggi : 200 mm, dijamin tidak makan tempat jika dipasang ditembok rumah, serta Baran Powerwall ini sangat ramah lingkungan. Untuk waktu charge juga lumayan singkat lebih kurang sekitar 4 jam saja, dikondisikan juga dengan cuaca.
Add caption


·         Baran Cube

Baran  Cube dipergunakan untuk skala industri, karena mempunyai daya konsumsi listrik yang sangat besar. Jadi bisa dipergunakan untuk mall, hotel dan lain-lain.




Baran EV

Merupakan produk yang memanfaatkan teknologi terbaru dalam motor listrik dengan teknologi baterai, yang diharapkan penciptaanya dapat mengurangi polusi udara. Harapan besar dengan pengembangan teknologi terbarukan yang dilakukan oleh Aldebaran, masyarkat Indonesia sudah mulai menikmati pengunaan listrik dan ramah lingkungan.




Baran Property

Merupakan hunian masa depan yang ramah lingkungan  dengan memfasilitasi dengan listrik gratis. Hal ini tentu merupakan cara baru menikmati energy terbarukan tanpa fosil. Dalam hal tersebut untuk informasi lengkap  mengenai perkembangan teknologi Baran Energy dapat dilihat dan di follow  :
Website : https://www.baran-energy.com/ IG Baran : https://www.instagram.com/baranenergy/




Baran Energy merupakan solusi energi ramah lingkungan untuk masa depan di Indonesia.








Kampanye Global 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Bertempat di Pusat Kebudayaan Amerika, Pacific Place, Jakarta, 27 November 2018 saya menghadiri peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Pe...