Selasa, 13 November 2018

Kumpul Bareng Menikmati Hostel SubWow di Bandung


Perjalananku selalu mempertemukan dengan orang – orang hebat yang sehati dan sefrekuensi, biasa aku penyebutnya begitu. Weekend kali ini tepatnya, Sabtu, 03 November 2018 aku sudah berjanji dengan Andrew sahabat sekaligus adik aku menganggapnya untuk bertemu di Baraya Travel dekat stasiun Tanjung Barat. Karena hari ini kita akan melakukan perjalanan menuju Bandung,  untuk mereview Hostel SubWow di Jalan L.LR.E. Martadinata Bandung.

Grand Tebu Hotel, Lokasi Hostel SubWow di Basement Hotel ini

Akang Julian, Aku dan Kak Yopi 

Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 wib, aku keluar rumah untuk menuju lokasi meeting point, tak berapa lama aku sudah berjumpa dengan Andrew, dan menuju Baraya Travel untuk menyimpan barang bawaan karena berat. Dilanjut  berjalan menuju tempat sarapan yaitu soto yang aku janjikan, namun ternyata sedang tutup jadilah kita berdua sarapan nasi uduk dan lontong sayur di Jalan Baung.

Setelah sarapan, kita menuju Baraya Travel karena jam sudah menunjukkan pukul 07.45 wib, aku lalu konfirmasi untuk berangkatan dan tepat jam 08.15 wib travel akan berangkat menuju Bandung. Singkat cerita Jakarta – Bandung dengan travel yang kita tumpangi menenpuh jarak waktu selama 5 jam karena kondisi jalan yang macet, ditengah perjalanan Andrew lumayan bosan lalu aku menyuruhnya untuk istirahat agar tidak bosan dengan perjalanan ini.

Tepat jam 13.00 wib, travel sudah memasuki pintu tol Pasteur dengan merayap, karena kondisi yang lumayan macet karena libur di hari Sabtu. Tak berapa lama sudah memasuki Surapati 2 dimana kita akan turun. Lalu aku turun dengan Andrew untuk mengambil barang di bagasi menuju Hotel SubWow dengan taxi online yang di request oleh Andrew. Perjalanan dari Surapati menuju Hostel SubWow tidak membutuhkan waktu lama, kita sudah sampai tepat di didepan Grand Tebu Hotel.

Lalu aku turun dan bertanya pada security dimana letak Hostel SubWow, ternyata ada di basement Grand Tebu Hotel. Aku dan Andrew lalu turun menuju receptionist untuk check in, dan diterima oleh Mas Ipey dengan ramah. Aku menyimpan ransel dan berkeliling hostel untuk membuat dokumentasi bersama Andrew.

Reseptionist Hostel SubWow

Lokasi Foto Wajib Jika Ke Hostel SubWow

Ruang Breakfast

HOSTEL SubWow DAN FASILITAS

Hostel SubWow memiliki 38 tipe kamar yang terdiri dari 27 kamar tipe single (private) dengan kamar mandi dalam,  4 tipe kamar single sharing dengan kamar mandi di luar, 2 tipe kamar twin sharing kamar mandi dalam, 2 tipe kamar triple dengan kamar mandi dalam, lalu 2 tipe kamar quarto dengan kamar mandi dalam. Untuk harga weekday di Rp. 128.000,-/orang, weekend Rp. 150.000,-/orang, untuk yang kamar mandi luar weekday Rp. 100.000,-/orang, dan weekend Rp. 128.000/orang lengkap dengan sarapan pagi lengkap berupa nasi, lauk pauk, air putih dan buah. Waktu check in di hostel Subwow adalah pukul 14.00 wib dan check out pukul 12.00 wib.

Kamar dengan 4 Bed

Kamar dengan 2 Bed

Kamar dengan Single Bed

Kamar Mandi dengan Shower

Toilet Duduk

Shower

Lemari

Andrew

Fasilitas TV dan Lemari

Tersedia juga minuman hangat dengan harga Rp. 15.000,-/cup

Untuk hostel memang harga ditentukan perorangan, fasilitas yang bisa dinikmati di Hostel Subwow ini adalah tersedia parkir untuk kendaraan roda empat, roda dua, wifi, AC dan TV, yang menjadi catatan adalah untuk menginap hostel Kamu harus bawa handuk sendiri, dan juga perlengkapan mandi seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi dan sampo.

Hostel SubWow tampak depan

Menu Sarapan Pagi

Buah Semangka yang Menemani Sarapan

Pasta

Ayam Bumbu Cabe

Capcay

Sambal

Namun jika kamu lupa membawa perlengkapan mandi di hostel SubWow menyediakan, kamu tinggal beli di hostel. Lokasi hostel ini tentu sangat strategis buat kamu yang pengen banget jalan-jalan berkeliling Bandung, seperti belanja dan kuliner. Karena hostel ini lokasinya tak jauh dari Stasiun Bandung, Pasar Cihapit, Unicorn Café, sate Anggrek dan lain-lainnya.

Menuju hostel Subwow jika dari stasiun Bandung kamu tinggal naik ojek online turun di Grand Tebu Hotel, lalu tanya ke security karena berada di basement Grand Tebu.
Kebetulan aku kemarin menginap di satu kamar yang berisi 4 bed bersama  Andrew, Kak Yopi lalu disusul oleh Akang Julian. Kami pun tinggal dengan nyaman sambil bercerita hingga larut malam, sampai tertidur dan terbangun karena alarm pagi, karena Andrew hendak misa pagi di Gereja yang letaknya tak jauh dari hostel.

Tak berapa lama aku dan Kak Yopi memutuskan untuk sarapan pagi dengan nasi, ayam, sayur dan pasta serta disediakan buah semangka. Lalu Andrew menyusul untuk sarapan bareng, karena setelahnya Andrew akan pulang ke rumah, hanya tinggal aku dan Kak Yopi.

Setelah Andrew pulang, aku dan Kak Yopi melanjutkan tidur karena masih mengantuk dan terbangun pukul jam 10.30 wib, lalu bergegas mandi, dan membangunkan Kak Yopi karena siang aku ada janji untuk berjumpa Teh Yuke Manager Hostel untuk berkeliling dan berbincang. Lalu aku, Kak Yopi berjumpa dengan Teh Yuke di lobby Grand Tebu Hotel dan diajak berkeliling hotel dan duduk santai sambil berbincang di lantai 18 dekat kolam renang, sambil menunggu Akang Julian yang kan menyusul dan bergabung dengan kami. Tepat 30 menit kemudian Akang Julian tiba dan bergabung di rooftop.

Diskusi Bersama Teh Yuke, Akang Julian dan Kak Yopi

Untuk para pejalan yang hendak ke Bandung dengan minim budget, bisa banget loh menginap di Hostel Subwow, nikmati sensasinya tidur di hostel dengan fasilitas yang lengkap. Hostel ini sangat aku rekomendasikan.


Hostel SubWow
Jalan L.L.R.E Martadinata No. 27
Bandung, Jawa Barat 40114
0857 – 9506 6016






Minggu, 11 November 2018

Menikmati Keindahan Cagar Alam Pangandaran


Selepas mengikuti Festival Milangkala ke 6 Kabupaten Pangandaran, yang berlangsung 28 Oktober 2018 saya dan kawan -kawan #famtripwithpesona melanjutkan perjalanan menuju Pantai Batu Karas untuk melanjutkan perjalanan dengan kapal menuju Cagar Alam Pangandaran.





Di tengah perjalanan menuju lokasi Cagar Alam Pangandaran kami melihat ada kapal terbalik yang ternyata adalah kapal asing yang ditengelamkan oleh Ibu Susi Pujiastuti karena kasus ilegal fishing.

Tak butuh lama setelah diceritakan ABK kapal, kami langsung berlabuh di pantai pasir putih Cagar Alam Pangandaran, lalu berjalan menyusuri hutan rimbun yang sejuk ini. Tentu saya happy bermain dihutan. Tak berapa lama guide kami Kang Dede mengajak ke situs Batu Kalde yang merupakan peninggalan peradaban abad ke 8 hingga 16 SM. Situ Batu Kalde dalam Sunda Kuno berarti keledai/nanti atau sapi yang disucikan.





Pak Hery yang berprofesi sebagai juru kunci Batu Kalde menjelaskan bahwa penduduk asili Kabupaten Pangandaran adalah petani dan nelayan. Setelah berkunjung Batu Kalde perjalanan dilanjutkan menuju gua Parat atau gua Panggung nan mempesona.






Selepas mengunjungi gua perjalanan menyusuri hutan untuk kembali ke pantai, sepanjang jalan kalian akan menikmati kehijauan pepohanan yang rindang dan udara sejuk cagaalam. Cagar Alam Pangandaran memiliki luas 530 hektar yang kaya akan rusa dan monyet ekor panjang. 





Cagar Alam Pangandaran menjadi destinasi lain jika bosen ke Pantai, para wisatawan bisa mengunjungi dan menikmati cagar alam yang kaya akan flora dan fauna ini, dan dapat menjadi destinasi menarik bagi wisatawan asing dan domestik, setelah puas menyusuri cagar alam , kami pun kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.




Perjalanan ini adalah undangan Kementerian Pariwisata Indonesia (www.indonesia.travel). Saya dan kawan-kawan blogger akan mengeksplore beberapa tempat wisata di Kabupaten Pangandaran. Silahkan cek foto-foto kegiatan di Instagam, Twitter dan Facebook dengan hashtag #Famtripwithpesona #FestivalMilangKala #PesonaPangandaran #PesonaIndonesia dan #WonderfulIndonesia


Sabtu, 10 November 2018

Festival Milangkala yang ke 6 Kabupaten Pangandaran


Kunjungan saya dan kawan-kawan #famtripwith pesona dari Kemenpar selama 4 hari ke Kabupaten Pangandaran adalah untuk mengikuti salah satu festival Milangkala Kabupaten yang ke 6.








Pagi itu saya sudah bersiap untuk mengikut festival yang akan digelar siang hari, saya, Rinda dan Chika bergerak keluar hotel untuk melihat suasana salah satu acara akbar Kabupaten Pangandaran. Suasana sudah ramai sekitar Pantai Pangandaran Sunset, saya pun sempat berfoto dibawah pohon kurma yang menghias sekitar pantai oleh Rinda. Tak berapa lama kami berkumpul untuk mengikuti prosesi.

Acara dibuka oleh Bapak Bupati dan dihadiri beserta istri dan jajarannya, penambilan pertama festival Milangkala senam yang dilakukan oleh Ibu-Ibu PKK dengan lagu sountrack Asian Games memberi semangat kami untuk mengikutinya.










Acara yang berlangsung di Lapangan Katapang Doyong dibuka tepat jam 10.00 dan banyak sekali warga masyarakat lokal maupun dari luar kabupaten Pangandaran yang antusias menyaksikan. Acara ini pun diadakan dalam rangka ulang tahun Kabupaten Pangandaran yang ke 6, banyak sekali yang mengikuti festival ini ada  budaya dan kuliner.

Ada banyak peserta yang mengikuti acara festival Milangkala kurang ebih ada 100 peserta dari  10 Kecamatan di Pangandaran, baik pihak dari sekolah maupun instansi pemerintah.  Peserta pun yang mengikuti acara ada berbagai macam dari marching band, fashion, seni budaya, kendaraan hias dan lainnya.





Selepas mengikuti pembukaan Festival Milangkala karena cuaca yang semakin panas dan penuh sesak, saya dan Rinda memilih berjalan mencari momen dibagian lain, benar saja saya banyak menemukan keunikan seperti fashion yang terbuat dari kertas koran, gelas minuman, jaring ikan, pakaian dari botol air mineral, seni badud dan lainnya.




Festival Milangkala ini benar-benar seru dan layak diadakan tiap tahun untuk mengundang wisatawan lokal dan asing untuk menyaksikannya.

Perjalanan ini adalah undangan Kementerian Pariwisata Indonesia (www.indonesia.travel). Saya dan kawan-kawan blogger akan mengeksplore beberapa tempat wisata di Kabupaten Pangandaran. Silahkan cek foto-foto kegiatan di Instagam, Twitter dan Facebook dengan hashtag #Famtripwithpesona #FestivalMilangKala #PesonaPangandaran #PesonaIndonesia dan #WonderfulIndonesia


Kumpul Bareng Menikmati Hostel SubWow di Bandung

Perjalananku selalu mempertemukan dengan orang – orang hebat yang sehati dan sefrekuensi, biasa aku penyebutnya begitu. Weekend kali ini t...