Jumat, 12 Juni 2020

Adaptasi Kebiasaan Baru : New Normal, Transportasi Di Tengah Pandemik Covid-19

Sejak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, banyak mengubah tata kehidupan masyarakat. Guna mencegah penularan virus Covid-19 semakin meluas, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk beraktivitas  di rumah.



Stasiun Tanjung Barat

Stasiun Sudirman, membuat marka untuk physical distancing

Himbauan untuk di rumah saja tidak hanya berlaku bagi pekerja, namun juga untuk sekolah, tempat ibadah, pasar, pertokoan, hotel, restoran dan transportasi umum. Hanya warga yang mempunyai kepentingan mendesak yang diperbolehkan beraktivitas.

Tentu perubahan ini berdampak diberbagai sektor, seperti perekonomian, pendidikan, agama, pariwisata, transportasi dan lainnya.

Sudah  3 bulan beraktivitas di rumah, semua pekerjaan dilakukan secara online, baik itu meeting, webinar dan sesekali piket di kantor. Namun, berjalannya waktu roda perekonomian harus tetap berjalan.

Selepas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah istilah karantina kesehatan di Indonesia yang dapat didefinisakan sebagai, “Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wialayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa mencegah kemungkinan penyebaran penyakit”.

Dasar hukum pengaturan PSBB :

Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 sebagai pedoman untuk menjalankan PSBB. Dalam Permenkes ini dijelaskan bahwa PSBB dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang Covid-19 (14 hari) dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

Adaptasi kebisaan baru (AKB) : new normal

Selang waktu penerapan beraktivitas di rumah saja yang sudah berjalan selama 3 bulan, tinggal dirumah tidak bisa dilakukan terus menerus untuk itu diterapkan untuk keseimbangan perekonomian, untuk itu saat ini sedang menjalani masa transisi.

Pemerintah pun akhirnya mengambil keputusan untuk melonggarkan kebijakan terkait mobilitas warganya, agar roda perekonomian tetap berjalan. Di sisi lain, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus mengancam, korban jiwa akibat virus ini pun terus bertambah.

Adaptasi kebiasaan baru adalah cara kita merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan. Ketika PSBB dilonggarkan maka protokol kesehatan harus tetap dilakukan agar tetap aman produktif.


Para penumpang saling jaga jarak di Stasiun Bogor

Para penumpang pun sangat tertib didalam commuter line,
 sangat memperhatikan protokol kesehatan

Maka disinilah, pola adaptasi kebisaan baru atau new normal akan diimplementasikan. 

Lalu, apa itu new normal?

Pemerintah Indonesia melalui melalui Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi dengan tatanan baru yang disebut new normal.

Menurutnya, tatanan baru ini perlu ada sebab hingga kini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus Covid-19. Para ahli masih bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan vaksin agar bisa segera digunakan untuk pengendalian pandemi  Covid-19.


Adaptasi Kebiasaan Baru : Transportasi 

“Menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan sistem transportasi yang berkonsep higienis dan humanis, tentunya dengan mementingkan physical distancing yang memberikan solusi dan manfaat,” ujar Pak Budi Karya Sumadi.

Menurutnya, saat ini transportasi publik yang dahulu menjadi moda dan sarana berkumpul dan berkegiatan harus berubah dengen yang lebih mengutamakan aspek kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk itu para operator transpotasi perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam bentuk prosedur  atau protokol baru berbasis pada kesehatan, kebersihan, dan jaga jarak.


MRT pun memberi marka didalam kereta

Perbedaan naik transportasi dahulu dan dengan masa AKB


Pemerintah mengeluarkan aturan pengendalian transportasi di masa adaptasi kebiasaan baru yaitu Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 41/2020, Surat Edaran no 11, 12, 13 dan 14. Aturan dibuat agar masyarakat dan petugas transortasi tetap dapat produktif tapi tetap aman dari penularan Covid-19 dengan mengutamakan jaga jarak, dan protokol kesehatan yang ketat, termasuk memakai masker, cuci tangan  dan kebersihan  sarana dan prasarana transportasi.


Peraturan Menteri Perhubungan

Beberapa daerah juga sudah memasuki masa transisi menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, untuk itu KAMU harus : 

Tetap batasi bepergian
Selalu jaga jarak
Sering cuci tangan sampai dengan siku mengunakan sabun dan air mengalir
Masker wajib hukumnya
Tidak berbicara  baik secara langsung maupun melalui telepon genggam saat berada di transportasi publik.
Selalu jaga pola hidup sehat termasuk berolaraga
Membawa bekal dan alat makan sendiri (tumbler, sendok, garpu, tempat makan)
Membawa alat sholat sendiri
Membawa Hand sanitizer termasuk tisu basah, kering
Membawa Helm sendiri jika mengunakan ojek online.


Membawa Alat ibadah sendiri

Pentingnya membawa bekal sendiri

Pentingnya Mencuci Tangan

Pentingnya memakai Masker

Kriteria  dan syarat perjalanan dalam negeri orang saat Adaptasi Kebiasaan Baru yang Aman dan Produktif  sesuai SE Gugus Tugas No. 7 tahun 2020 :

Pengguna kendaraan pribadi bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri dan patuh terhadap syarat serta ketentuan yang berlaku.
Bagi pengguna kendaraan umum darat, perkeretaapian, laut, udara, harus dapat menunjukkan :
- Identitas diri (KTP atau identitas lain yang sah)
- Surat Keterangan hasil es PCR yang berlaku 7 hari atau surat keterangan  Uji Rapid-Test yang berlaku 3 hari
- Surat keterangan sehat bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR/Rapid-Test 
Persyaratan perjalanan ini dikecualikan  untuk wilayah dalam satu aglomerasi
Aktifkan aplikasi Peduli Lindungi yang bisa diunduh melalui Apps Store/Play Store.


Kriteria & Syarat Perjalanan dalam negeri orang saat AKB


Aturan-aturan yang dibuat dipergunakan untuk menekan penyebaran Covid-19 tidak semakin luas, jika KAMU mengunakan transportasi publik wajib menjaga jarak dan mengunakan masker adalah kunci.

Catatan bagi LANSIA DAN BALITA pertanggal 8 Juni 2020 di Masa Transisi Adaptasi  Kebiasaan Baru (AKB) dalam penggunaan commuter line  yaitu :

Lansia (60+) diizinkan naik KRL pukul 10.00 – 14.00 wib
BALITA sementara dilarang naik KRL
Bila ada kepentingan mendesak untuk naik KRL dapat dikomunikasikan dan menjelaskan kepelrluan tersebut kepada petugas di Stasiun.

Harapan baru dengan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) : new normal bagi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Armada transportasi diperbanyak dan ketepatan waktu ditingkatkan agar tidak terjadi penumpukan penumpang baik di MRT, LRT, Commuter Line, Trans Jakarta, maupun bus penghubung Trans Jabodetabek, serta diperbanyak petugas untuk mengawasi hilir mudik penumpang jika terjadi penumpukan di jam sibuk.
Peraturan harus TEGAS dengan pemberian sanksi bagi yang melanggar.
Kementerian Perhubungan RI harus terus menerus mensosialisasikan dan komunikatif memberikan info peraturan-peraturan ke semua sektor, termasuk ke operator transportasi swasta berbasis online seperti GRAB, Gojek, Blue Bird, Express dllnya
Kementerian Perhubungan RI juga harus bekerja sama lintas operator penyedia transportasi umum diluar Jabodetabek seperti bus-bus yang dikelola swasta, angkutan laut, dan udara dalam mensosialisasikan peraturan Adaptasi Kebisaan Baru dalam berTransportasi.
Kementerian Perhubungan RI harus bekerja sama dengan Kepolisian, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Pemerintah Daerah dan Swasta dalam mensosialisasikan peraturan Adaptasi Kebisaan Baru dalam Transportasi, sehingga informasi satu pintu dan jelas dalam eksekusinya.


Etika ketika berada di Transportasi Umum


Semoga dengan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini, kita semua dapat patuh pada protokol kesehatan yaitu mengunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Terima kasih, stay safe and healty!!. 









Sabtu, 04 April 2020

Rasah MUDIK, Sik.. #TidakMudik #TidakPiknik


“Selamat Pagi semua, aku biasa menyapa kawan-kawanku”.

Ada kawanku Dita namanya, sudah dari seminggu lalu aku chat untuk menanyakan kabarnya, dan apakah lebaran nanti akan MUDIK?,

Kota Tua. salah satu tempat wisata di DKI Jakarta
 yang mengalami penutupan, karena pandemik virus Corona 

Dita menjawab dengan tegas tidak akan mudik mengingat riwayat Ibu di rumah, aku setuju dengan konsekuensi Dita, tidak hanya Dita beberapa kawan yang merantau juga seperti itu. Memilih #TidakMudik, karena semakin meluasnya pandemik virus Corona, tentu sangat membahayakan bagi keluarga di kampung halaman.

Bahkan aku mendapati chat yang di share asisten rumah tangga kakakku.

“Rasah Mudik, sik Yun”,

“Aku tahu kamu rindu, tapi kesehatan Bapak, Ibu, Simbah, Pakdhe, Budhe, Paklik, Bulik, tonggo jeporo yo penting”,

“Mesti kita ndak ketemu, yang penting saling mendoakan ya”. 

Kalimat yang mendengarnya saja membuat terharu, Yuni memang sudah hampir 5 tahun ikut kakaku, dan sudah seperti keluarga, tahun 2020 ini Yuni fixed #TidakMudik karena pandemik virus Corona.


Teminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta, Cengkareng

Gate-16
Terminal Bus Kp. Rambutan, Jakarta Timur


Kementerian Perhubungan kini sedang menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat, mengenai pelarangan MUDIK lebaran tahun ini. Sementara waktu Kemenhub sebatas mengimbau agar warga masyarakat  #TidakMudik #TidakPiknik untuk mencegah penularan virus Corona semakin luas dengan larangan tersebut.

Penyemprotan Disinfektan di koper-koper 

Ruang Tunggu dengan pysical distancing
 atau jaga jarak 1 meter antar penumpang

Tempat Cuci Tangan di Stasiun Bekasi

Upaya pun dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dengan menyediakan tempat untuk cuci tangan, kursi tunggu dengan sistem psycal distancing, menyediakan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan di kursi-kursi dan koper-koper di bandara.

Penyemprotan Disinfektan

VIRUS CORONA

Apasih Virus Corona itu?

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona ini bisa menyebabkan gangguan sistem pernafasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Penampakan Virus COVID-19

Virus COVID-19

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau lebih dikenal virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik lansia, bayi, anak-anak, orang dewasa, ibu hamil bahkan ibu menyusui.

Lansia lebih mudah terpapar Virus Covid-19 

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Virus ini dapat menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan kebeberapa negara, termasuk Indonesia (sumber : alodokter.com).

Adanya pandemik virus Corona di Indonesia ini sudah menyebar lebih dari 110 negara sejak Desember 2019. Data terakhir 4 April 2020 pukul 12.00 Indonesia Positif 2.092 kasus, Sembuh 150, Meninggal 191, (sumber : covid19.go.id). Global negara / kawasan 203 kasus terkontaminasi 827,419 dan kematian 40,777 (sumber : World Health Organization).

Data Situasi Virus COVID-19
pada tanggal 4 April 2020 Jam 12.00 Wib
(Sumber : covid19.go.id)

Gejala apasih yang ditimbulkan, jika seseorang positif COVID-19?

Sebagian besar penderita COVID-19 mengalami batuk kering, demam dan kelelahan. Pada kasus berat disertai dengan sesak nafas.

·         Demam 30-40 C
·         Sesak napas cepat , lebih dari 20x/menit

Gejala lain (jarang) batuk berdahak, pegal-pegal, nyeri tenggorokan, sakit kepala-pusing, mual-muntah dan diare.

Gimana memastikan Positif COVID-19?

Hanya dengan pemeriksaan swab tenggorokan (PCR), tidak bisa cek? 
Selama gejala ringan, tidak perlu pemeriksaan, kecuali memang memungkinkan untuk rapid test dan lain-lainnya, karena hingga kini belum ada obat khusus COVID-19 (sumber : dr @diadiawidia).

Lalu Bagaimana?

V
Demam (suhu 38-40 C)
V
Batuk (baik kering/berdahak)
V
Pilek
V
Bersin-bersin
V
Pegal-pegal

DAN/ATAU

V
Tinggal di daerah tinggi kasus COVID-19
V
Baru pulang beergian dari daerah tersebut
V
Terpapar pasien positif COVID-19

ISOLASI MANDIRI
SELAMA 14 HARI


Hayuk sama-sama jaga keluarga dari dr.diadiawidia

JIka KAMU mengalami hal-hal tersebut diatas, JANGAN PANIK, tetap isolasi mandiri selama 14 Hari di rumah. Namun, jika  KAMU sudah mengalami sesak nafas lebih dari 20x/menit segera ke IGD Rumah sakit.


PENCEGAHAN VIRUS CORONA

Upaya sosialisasi pencegahan virus Corona oleh Badan Penanggulan Bencana (BNPB) melalui Gugus Tugaas Percepatan Penangganan COVID-19, mengingatkan ada 7 point yang bisa KAMU lakukan  untuk membantu menghentikan penyebaran virus tersebut.

1.       Cuci Tangan pakai sabun dengan air mengalir lebih kurang 20 detik (membawa hand sanitizer jika memang tidak ada air)
2.       Menutup mulut saat batuk, bersin dan tidak membuang ludah sembarangan (Perhatikan etika bersin dan batuk)
3.       Jangan sering menyentuh wajah
4.       Jaga jarak aman (Pysical Distancing atau jaga jarak fisik minimal 1 meter)
5.       Jika keluar rumah pakailah masker
6.       Hindari keramaian
7.       Di rumah aja

Pentingnya #PhsicalDistancing

Jangan Lupa sering-sering cuci tangan dengan sabun dsengan air mengalir

PERBAIKI DAYA TAHAN TUBUH

Makan makanan tinggi protein

V
Putih telur
V
Ayam
V
Daging Merah
V
Tempe-tahu


Sayur Asem

Tempe

Ikan Cabe Hijau

Sambel Dadak

Buah-Buahan

Mengonsumsi Vitamin dan Mineral

V
Vitamin C, B6, A dan E
V
Zinc
(multivitamin)

Ber jemur di pagi hari selama 10-15 menit

V
Meningkatkan vitamin D untuk kekebalan tubuh
 

Jangan lupa berjemur setiap hari


WORK FROM HOME ATAU #diRumahAja

Selama pandemik virus Corona, Pemerintah menghimbau warga masyarakat melakukan aktivitas #diRumahAja, jika tidak ada keperluan penting lebih baik di rumah.

Tetap Sehat  Walau Work From Home

Masalah work from home (WFH) atau bekerja di rumah di tengah wabah Corona dapat dikaitkan dengan ketentuan Pasal 86 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan, di mana setiap pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta Nomor 14/SE/2020 Tahun 2020 tentang Himbauan Bekerja di Rumah (Work From Home). SE 14/2020 yang menindaklanjuti Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19).

Perlu diketahui juga, Keputusan Kepala Badan  Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia, sendiri tetalh menetapkan pada poin kedua bahwa status keadaan tertentu darurat terkait wabah corona diperpanjang selama 91 hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai tanggal 29 Mei 2020.

Kegiatan #diRumahAja membuat cemilan

Panen Cabe

Bercocok Tanam

Menata Kamar

Membuat Dalgona Coffee

Selama work from home banyak hal postif yang dapat dilakukan, seperti : memasak,  berolahraga, berkebun, beribadah tepat waktu, mengaji, membaca buku, update blog, vlog, youtube, menonton televisi, beberes rumah, kamar, penyelesaikan pekerjaan kantor dan lainnya.


DAMPAK VIRUS CORONA

Aspek Kesehatan Mental

Sehat mental di tengah pandemik COVID-19

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap sesuatu, tergantung latar belakang pendidikan, riwayat, kesehatan dan lainnya. Merasa cemas dengan pandemik COVID-19 adalah hal wajar, mulai tidak wajar jika KAMU mengalami gangguan seperti keluhan fisik (mual-mual, sesak, sakit kepala yang tanpa sebab). Untuk itu jaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga, istirahat cukup, dan relaksasi.

Aspek Sosial dan Ekonomi

Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi  Indonesia bakal berada dikisaran 2,3 persen, kemungkinan terburuknya  bisa menyentuh negatif  0,4 persen. Penyebaran virus Corona yang massif di Indonesia  membuat penurunan dalam kegiatan ekonomi. Konsumsi rumah tangga turun, investasi turun, para pelaku usaha UMKM tidak dapat melakukan kegiatan usahanya dan banyak pekerja harian yang kehilangan mata pencariannya.

Aspek Pendidikan

Dimasa pandemik virus Corona dunia pendidikan juga mengalami dampaknya, upaya pencegahan semakin meluasnya penularan virus Corona Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan seluruh aktivitas pendidikan. Pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah ini diambil demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Selama siswa belajar di rumah, Kementerian Penididikan dan Kebudayaan telah menyiapkan aplikasi pembelajaran jarak jauh seperti portal Rumah Belajar dan juga mengandeng beberaoa platform belajar online seperti : Kelas pintar, Sekolahmu, Ruang Guru, Geogle Indonesia, semuanya dapat dilakukan secara umum dan gratis.

Aspek Agama

Virus Corona mewabah juga berpengaruh dalam tata cara beribadah dalam kehidupan umat manusia, sejumlah masjid, gereja, vihara yang akan melakukan ibdadah dapat dilakukan di rumah saja, sesuai dengan himbauan dari Pemerintah.


Anjuran Beribadah #diRumahAja

Aspek Industri Pariwisata

Dampak virus Corona yang muncul pada akhir 2019 memukul para industri pariwisata di Indonesia, karena banyak penerbangan internasional yang dibatalkan. Menurut perkiraan  WTTC sektor pariwisata akan mengalami penyusutan hingga 25% pada tahun 2020.

Melemahnya industri pariwisata juga terasa di Bali, Yogyakarta, Lombok karena mengalami penurunan yang drastis. Pada bulan Februari 2020 sebanyak 392.824 wisatawan datang ke Bali menurut Kantor Imigrasi Bali dan angka ini menurun 33% sejak menyebarnya virus Corona ini.


TIDAK MUDIK, DAN TIDAK PIKNIK

Apa kabar #AnakRantau ?

Rutinitas MUDIK tentu tidak terlewatkan menjelang ramadan dan lebaran, semua itu dilakukan demi untuk bertemu orang tua dan sanak saudara, melepas kangen, sungkem, berjabat erat dan berpelukan.

Sayangi Keluarga Tercinta, dengan #TidakMudik #TidakPiknik

Namun dengan pandemik virus Corona, apakah KAMU akan tetap MUDIK?

Demi kesehatan bersama lebih baik rencana KAMU MUDIK ditangguhkan dahulu. Bukan tanpa alasan sebab dengan #TidakMudik KAMU bisa selamatkan jutaan nyawa loh, Kenapa begitu?

Peneliti menghitung bahwa KAMU melakukan Pysical Distancing yang lebih intensif dan berskala luas diterapkan lebih awal dan berkelanjutan dengan memotong 75% dari tingkat kontak antarpribadi. Kita bisa menyelamatkan 38,7 juta jiwa (sumber : South China Morning Post).

Hasil Riset, dengan #TidakMudik

Alasan Mengapa #TidakMudik & #TidakPiknik antara lain :

1.       Saat KAMU MUDIK, berpotensi sebagai carrier atau pembawa virus buat keluargamu, apabila KAMU berasal dari zona merah sehingga memungkinkan menjadi sumber penularan. Carrier bisa jadi tidak memiliki keluhan berarti dan tetap sehat, namun penularan virus Corona bisa sangat ganas untuk orang tua kita yang kondisinya tiga kali lipat lebih rentan tertular daripada pasien yang berusia muda.

Carrier atau Pembawa Virus

2.       Jaga Jarak atau Pysical Distancing, sesuai imbauan Pemerintah salah satu cara mencegah penularan virus Corona adalah menjaga jarak sekitar 1 meter.

3.       Siapa tahu diantara pemudik, bisa jadi orang tersebut berstatus Orang Dalam Pegawasan (ODP).

Kalau KAMU tetap MUDIk, otomatis KAMU sebagai Carrier bagi kelurga ,
Yuk sayangi keluarga dengan #TidakMudik #TidakPiknik

4.       Fasilitas kesehatan di daerah minim, sehingga jika terjadi temuan virus Corona akan sulit penanganan atas pasein tersebut.

Editorial Media Indonesia

Setelah menimbang-nimbang diputuskan tahun ini #TidakMudik dan #TidakPiknik demi kesehatan bersama, silahtuhrami tetap bisa dengan video call, skype . Kegiatan di rumah aja selama ramadan dan lebaran juga #TidakPiknik agar memutus mata rantai penyebaran virus Corona kemana-mana. 

Hayuuk. #TidakMudik #TidakPikik

Berbagai hal positif tetap bisa kita lakukan koq selama di rumah aja. Semoga badai lekas berlalu dan dikemudian hari kita bisa beraktivitas lagi seperti sedia kala, namun jangan lupa tetap jaga bumi dan sayangilah, segala peristiwa mengandung hikmah dibaliknya. Yuks, kita konsekuensi di tahun 2020 ini #TidakMudik #TidakPiknik lebih baik #diRumahAja. Terima kasih.


Adaptasi Kebiasaan Baru : New Normal, Transportasi Di Tengah Pandemik Covid-19

Sejak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, banyak mengubah tata kehidupan masyarakat. Guna mencegah penularan virus Covid-19 semakin meluas,...