Rabu, 25 Oktober 2017

Famtripwithpesona : Menelusuri Keindahan Alam Nusa Lembongan

Bali merupakan salah satu pulau yang menjadi wisata paling populer di Indonesia, selain Lombok, Yogyakarta dan Labuan Bajo tentunya. Siapa sih yang tidak kenal dengan Bali? Mungkin tidak ada. Bahkan kebanyakan wisatawan mancanegara pun berkunjung ke Indonesia karena daya tarik keindahan pulau ini.


Pantai Sanur, Pagi hari
Tapi, kalau kamu sudah sering datang ke Pulau Dewata dan mulai bosan dengan wisata yang itu-itu saja, masih banyak tempat wisata lainnya kok, yang tidak kalah menarik! Kamu bisa mengunjungi Nusa Lembongan.

Pulau Lembongan atau dalam bahasa Bali disebut Nusa Lembongan merupakan sebuah pulau kecil di dekat Nusa Ceningan dan 2 km di sebelah barat laut Nusa Penida terletak di Selat Badung sebelah tenggara Pulau Bali.


Suasana pagi di Pantai Sanur
Karena jaraknya yang cukup dekat, Nusa Lembongan hanya membutuhkan perjalanan laut sekitar lebih kurang 1 jam dari Sanur, tersedia banyak sekali kapal pengangkut disini. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil pick up yang kita sewa untuk berkeliling pulau. Tarif untuk menyeberang sekitar Rp.150.000,- per orang one way. Karena perjalanan yang terkadang berangin dengan jarak yang cukup jauh ini, sebaiknya kamu menyiapkan obat anti mabuk untuk yang mudah mual atau pusing dalam perjalanan. Tapi kalau kamu yang tidak ingin tertidur selama perjalanan, kamu bisa naik ke dek atas di kapal karena pemandangan Selat Badung yang benar-benar cantik!


Saya pun mengabadikan Panorama View
Satu jam telah berlalu dan akhirnya tiba di pelabuhan Nusa Lembongan dan disambut hangat oleh Bli Chandra dan Bli Tirta guide sekaligus driver pick up, kita langsung menuju Panorama view, tak lama berada disini langsung menuju yellow bridge. Jembatan berwarna kuning sebagai icon Nusa Lembongan yang juga merupakan jempatan penghubung antara Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.


Foto Bersama 

Yellow Bridge sebagai penghubung Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan

Kapal-kapal kecil bersandar dibawah Yellow Bridge

Sesaji
Setelah cukup lama berfoto di yellow bridge, perjalanan dilanjutkan mengunjungi Devil’s Tears yang disebut-sebut sebagai tempat yang wajib dikunjungi ketika berada di Nusa Lembongan. Devil’s Tears menghadirkan pemandangan spektakuler dari atas tebing.


Devil's Tears

Sumur-sumur

Foto Bersama di Devil's Tears
Salah satu saat terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah ketika petang, karena kamu akan bisa menyaksikan sunset yang cantik, atau sekedar duduk menikmati hembusan angin laut seraya melihat ombak besar menghempas sisi tebing hingga terbentuk percikan.

Kalau kamu berkunjung ke sini, dimohon untuk memperhatikan langkah dan jangan berdiri terlalu dekat dengan sisi tebing karena berbahaya!

Tebing ini berada di bagian timur Nusa Lembongan dan berdekatan dengan Dream Beach. Setelah menikmati Devil’s Tears, saya lanjut menuju Dream Beach, pantai disini juga tak kalah indah tinggal menuruni beberapa anak tangga kita sudah sampai. Namun ketika itu hujan deras sehingga saya hanya menikmati dari atas kafe di Dream Beach ditemani segelas jus mangga.


Dream Beach, mendung karena ketika datang hujan deras

Juice Mangga Kafe Dream Beach Huts Rp. 30.000,- sudah pajak

Selepas dari Dream Beach, dilanjutkan makan siang di Warung Oka. Warung makannya terletak dipinggir jalan dengan pemandangan langsung pantai, damai pokoknya. Menu makan siangnya pun enak, urap khas Bali, ikan bakar, tuna, ayam.


Oka Warung 

Kursi-kursi Oka Warung

Saya bersama rekan-rekan makan bersama

Pemandangan Oka Warung langsung menghadap pantai

Menu Makan Siang Ayam

Urap Bali

Ikan Bakar ini sumpah enak banget...

Tuna Bakarnya, enak banget loh ini...

Setelah makan saya bersama rekan-rekan menuju Mangrove Forest  di Desa Jungut Batu di Nusa Lembongan untuk menyusuri hutan mangrove dengan jukung. Jukung bisa dinaiki oleh 4 orang ditambah satu pemandu yang mengerakan jukung, kurang lebih 45 menit kita berkeliling hutan mangrove sambil menikmati keteduhan. Tak terasa waktu sudah sore dan harus kembali ke pelabuhan karena jam 16.00, speed boat sudah menunggu untuk kembali ke Sanur. Untuk kamu yang ingin berlibur ke Bali, rencanakan dari sekarang Bali aman untuk dikunjungi.


Mangrove Forest Desa Jungut Batu

Jukung

Jukung

Turis dari Jepang yang kita temui

Swafoto bersama Astari

Mangrove Forest


Rumah Makan di Nusa Lembongan :
Warung Oka
Jalan Mangrove, Desa Jungut Batu – Nusa Lembongan
Telp : 0812 – 3933 – 9366
Tersedia masakan tradisional Bali, fresh fish, grill and steak serta varian jus buah.

Akomodasi di Nusa Lembongan :
Tersedia homestay kisaran harga Rp. 150.000,- s.d Rp. 200.000,-/malam untuk 2 orang
Dream Beach Huts (Dream Beach) Telp :  (+62361) 807 01814
Akses Transportasi Sanur – Nusa Lembongan :
Nusa Lembongan paling mudah diakses dari Pantai Sanur. Dari Pantai Sanur, ada beberapa alternatif transportasi, mulai dari kapal kayu bermotor hingga speed boat.
Perama Telp. : (0361) 750 808, tarif Rp.150.000,00. Waktu tempuh 60 menit.
Sugriwa Express Telp.: (0361) 281078, tarif Rp.50.000,00 (lokal) dan Rp.350.000,00 (asing). Waktu tempuh 45 menit.
Perlu diperhatikan bahwa di Lembongan tidak terdapat transportasi umum, sehingga jika ingin berkeliling kamu harus menyewa motor atau pick up untuk berkeliling pulau atau bisa menyewa motor di tempat menginap dengan biaya Rp.75.000,00 (24 jam).

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia (www.Indonesia.travel), saya dan rekan-rekan blogger serta vlogger akan mengeksplore beberapa tempat wisata di Bali. Silahkan juga cek foto – foto di Facebook, Instagram dan Twitter dengan hastag #famtripwithpesona #explorebali #enjoybali #pesonaindonesia










Minggu, 22 Oktober 2017

Famtripwithpesona : Kelingking Secret Point Beach

Traveling, al you have to do is take the first step…[Ibn Batuta]

Bali masih menjadi destinasi favorit bagi saya. Walaupun ketika datang kondisi Bali sedang dilanda isu meletusnya Gunung Agung. Banyak informasi tidak jelas mengenai ini, banyak media-media meyudutkan tentang keadaan Gunung Agung. Ketika saya datang kondisi Bali dalam keadaan aman untuk dikunjungi, terbukti hampir semua tempat wisata yang saya kunjungi ramai dengan keberadaan turis mancanegara maupun domestik.

Hari ini Sabtu, 7 Oktober 2017 saya sudah bersiap sejak pagi dan membangunkan rekan satu kamar Astari, lalu menuju lobby hotel di Best Western Kuta Beach, sebagai titik berkumpul sebelum keberangkatan menuju pelabuhan di Pantai Sanur, karena perjalanan hari ini akan menuju Nusa Penida.

Perjalanan dari Kuta ke Sanur butuh waktu sekitar 30 menit dengan mobil Elf yang kita tumpangi. Saya bersama beberapa rekan akan melanjutkan perjalanan menuju Nusa Penida. Menuju Nusa Penida butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan kapal pengangkut penumpang. Ada beberapa macam kapal pengangkut penumpang ada Glory, Dwi Manunggal dan lain-lainnya,  berangkat sekitar pukul 08.00 pagi, dan kembali dari Nusa Penida – Sanur jam 15.30 sore.

Pantai Sanur sebagai, pelabuhan menuju Nusa Penida

Kondisi cuaca saat saya berangkat adalah mendung berawan, hanya doa yang saya panjatkan dalam hati agar perjalanan lancar dan tidak hujan, nyatanya kapal baru saja berangkat hujan sudah menguyur dengan ombak yang lumayan membuat pusing, namun saya mengantisipasi dengan memejamkan mata agar tak terasa.

Satu jam telah berlalu, kapal pun bersandar di pelabuhan Nusa Penida dan hujan menguyur dengan derasnya. Saya,  Astari, Teh Nita, Bli Adit, Mas Deta, Mas Putera dan Aa Steff dijemput oleh Bli Tirta sebagai driver dan guide lokal menuju beberapa tempat wisata yang kita kunjungi selama di Nusa Penida salah satunya Kelingking Beach. Saya belum pernah ke Nusa Penida walaupun ke Bali sudah beberapa kali.

Setelah bertemu Bli Tirta, kita langsung menuju mobil dan melanjutkan perjalanan ke Kelingking Beach yang lokasinya lebih kurang 45 menit dari pelabuhan Nusa Penida. Kondisi jalan di Nusa Penida tidak semulus di Nusa Lembongan, saya duduk kursi belakang dan goncangan sangatlah terasa. Tak berapa lama, akhirnya kita tiba di Kelingking Beach dan kalian harus tahu rekan saya yang sama duduk di kursi belakang pun mabuk karena kondisi jalan.

Penampakan Kelingking Beach

Mas Deta berpose di Kelingking Beach

Tyrannosaurus Rex

Tebing-tebing cadas Kelingking Beach,
hati-hati ya Sahabat Pejalan


Adakah yang tahu Kelingking Beach?

Saya tahunya karena muncul di beberapa timeline rekan pejalan dan menurut saya ....

Nusa Penida has so many amazing views making it hard o pick a favorite. But when the cliffs from in the shape of a Tyrannosaurus rex at Kelingking secret point beach it is bounds to be crowd favorite. Kelingking actually translates into English meaning Pinkie a term referencing the smallest finger on the hand. Just like a pinkie promise, the land does also appear to take the form of a Kelingking or pinkie finger. However, it is the comparison to the T-Rex that has caused this location to become so popular.

Saat itu saya cukup melihat dari atas saja, mengingat cuaca sedang hujan. Lokasi Kelingking Beach ini tidak jauh dari lokasi parkir mobil hanya butuh jalan sedikit saja, tarif masuk lokasi wisata ini pun hanya membayar biaya parkir mobil saja. Kelilingking beach sendiri merupakan area diving bersama manta, gak kebayang keindahan bawah lautnya, pasti cantik banget. Ini yang membuat Kelilingking beach sangat popular dimata wisatawan lokal maupun mancanegara. Ketika datang kondisi disini masih dalam pembangunan, baik jalan, warung makan, toilet umum.

Prasarana sedang dibangun

Salah satu makanan yang saya coba disalah satu warung ketika hujan

Buah-buahan

Pisang khas Nusa Penida

Nusa Penida sendiri merupakan salah satu gugusan pulau di Bali, berdampingan dengan Nusa Ceningan dan Lembongan. Nusa Penida memiliki arti Nusa sama dengan pulau. Menuju Kelingking Beach atau wisata di Nusa Penida bisa melalui Pelabuhan Pantai Sanur dan Padang Bai. Nusa Penida menyuguhkan banyak wisata cantik, seperti Panorama view, Kelingking Beach, Broken Beach, Angel Billabong, Christal Bay, Atuh Beach lokasi snorkeling dan masih banyak wisata lainnya.

Angel Billabong, agak kecoklatan karena hujan

Christal Bay

Di sekitar lokasi wisata Kelingking Beach sudah tersedia warung – warung makan yang enak dan jajanan seperti kelapa muda, jus, kopi dan lain-lainnya. Toiletnya pun bersih jadi tidak perlu khawatir jika berkunjung ke pantai ini. Pesan saya jaga keindahan alam yang kita punya, dan bijaklah dalam hal membuang sampah pada tempatnya.

Broken Beach

Warung NG Nusa Penida, kalian harus coba menunya

Akomodasi selama di Nusa Penida :
Gepah Garden Cottage Compound 
Jalan Raya Batumulapan, Nusa Penida – Bali 80771
(0813 – 3837 -5508) Made Sutarsa sutarsa78@gmail.com
Tarif cottage Rp. 275.000,-/malam untuk 2 orang
Dan ada beberapa penginapan lain juga sih, mulai dari rate Rp. 100.000,-/malam, informasi ini saya dapat dari lokal guide yang mengantar berkeliling Nusa Penida.

Tempat Makan :
Warung NG
Jalan Pangke – Angel Billabong, Sakti
Nusa Penida – Klungkung Bali 80771
(0812 – 3649 – 5665)
Kebetulan saya dan rekan-rekan makan di Warung NG masakannya enak, kemarin kita mencoba menu tradisional Bali.

Transportasi :
Ada Glory, Dwi Manunggal Boat yang melayani Pantai Sanur – Nusa Penida dengan tarif bervariasi berangkat dari Pantai Sanur – Nusa Penida Jam 08.00 dan rute kembali Nusa Penida – Pantai Sanur jam 15.30. Untuk sewa mobil dan motor di Nusa Penida banyak sekali.

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia (www.Indonesia.travel), saya dan rekan-rekan blogger serta vlogger akan mengeksplore beberapa tempat wisata di Bali. Silahkan juga cek foto – foto di Facebook, Instagram dan Twitter dengan hastag #famtripwithpesona #explorebali #enjoybali #pesonaindonesia






Kumpul Bareng Menikmati Hostel SubWow di Bandung

Perjalananku selalu mempertemukan dengan orang – orang hebat yang sehati dan sefrekuensi, biasa aku penyebutnya begitu. Weekend kali ini t...