Rabu, 06 November 2019

Tradisi Saparan Desa Sumogawe Kab. Semarang


Perjalanan yang aku lakukan tidak pernah tahu dimana berujung, langkah awal menuju Semarang selepas kegiatan volunteer di Randudongkal, Pemalang.


Di Peternakan Sapi, Desa Sumogawe

Bermodal tiket kereta jogjlosemarkerto dari Pemalang – Semarang, tibalah siang hari aku di Kota Lunpia. Namun, tak biasa Semarang dalam keadaan sejuk menyambutku. Dijemput sahabatku Akbar dengan motor, kami langsung menuju masjid menunaikan sholat Ashar, lepas itu check in dan menyimpan ransel aku di dormitory.

Aku memilih menginap di dormitory karena murah dan nyaman, jadi perjalanan tetap hemat. Esok pagi aku akan dijemput oleh Dini pemilik www.dinilint.com menuju Ungaran, maklum sebagai warga pendatang aku tidak tahu banyak lokasi meeting point perjalanan hari ini.

Perjalanan Semarang – Ungaran membutuhkan waktu lebih kurang 30 menit dengan kendaraan roda empat, namun kemarin sempet nyasar jadi ya agak terlambat. Selepas sampai langsung berkenalan dengan kawan-kawan blogger Semarang, dilanjutkan menuju Desa Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang.

Pemanfaatan Sampah Plastik

Setelah perjalanan 1 jam, kami tiba di Desa Sumogawe, Getasan, Kabupaten  Semarang Jawa Tengah disambut warga desa dengan meriah dan menyaksikan kirab budaya desa. Lalu dilanjutkan mengikuti tradisi “SAPARAN” Desa Sumogawe.

Buah Duwet

Desa Sumogawe sendiri dari 14 dusun yang terletak di kaki gunung Merbabu, Jawa Tengah. Nah, disini aku ingin bercerita tentang tradisi “SAPARAN” yang diadakan tiap tahun sebagai bukti rasa syukur atas karunia kelimpahan hasil bumi kepada Tuhan Yang Maha esa. Terlihat warga desa sibuk memasak masakan rumah untuk para tamu, karena tamu merupakan sumber rezeki.

Lele Goreng

Sayur Jengkol

Ayam Bakar

Pengalaman aku disini, dalam sehari  makan sebanyak 4 kali, karena jika berkunjung kesetiap rumah tidak boleh pulang sebelum makan, jadi siapin perut dan warga Desa Sumogawe sudah memanfaatkan sampah plastik sebagai pot untuk tanaman di depan halaman rumah.

Tumisan

Semur Daging

Sambel Pete

Lepas mengikuti kegiatan “SAPARAN” perjalanan dilanjutkan menuju perternakan susu yang merupakan salah satu komoditi Desa Sumogawe, jika ingin mengikuti kegiatan tour juga bisa dengan one day trip sekitar Rp.150.000,-/orang.

Peternakan Sapi

Peternakan Sapi

Satu lagi aku ingin share di Desa Sumogawe ini, merupakan desa yang berBHINNEKA TUNGGAL IKA beranekaragam agama ada disini,  tanpa membedakan dan saling bertoleransi satu sama lain. Yuks, datang berkunjung ke Desa Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang.

Senin, 04 November 2019

Peran Pejalan, dan Kontribusi Menjaga Alam Indonesia


Berbicara tentang Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia terdiri dari 17.504 atau biasa disebut Nusantara. Dengan jumlah penduduk 270.054.853 jiwa pada tahun 2018. Merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.


Teluk Alulu, Kaltim

Nemo Pulau Karimun Jawa

Negara Indonesia beribukota Jakarta berbatasan langsung dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, Papua Nugini di Papua, dan Timor Leste di Pulau Timor, serta memiliki negara tentangga Singapura, Filifina, Brunei Darussalam, Thailand, Australia dan wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.


Burung Cendrawasih, Papua

Indonesia memiliki sejarah panjang dan akulturasi budaya dari bangsa lain dari jaman abad ke-7 sejak berdirinya Kerajaan Sriwijaya Hindu – Budha berpusat di Palembang, hingga bangsa Eropa datang pada pada abad ke-15 memonopoli rempah-rempah bangsa ini, Setelah perjalan panjang pada akhirnya merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dari Sabang diujung barat, Merauke diujung timur Papua, Miangas diujung utara dan Pulau Rote diujung selatan, Indonesia terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama, budaya dengan semboyan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” yang berarti berbeda-beda namun satu tujuan. Tidak hanya itu Indonesia juga kaya akan keanekaragam hayati terbesar kedua di dunia.

Kaimana, Papua

Lalu sebagai PEJALAN, kamu sudah berkontribusi apa?

Perjalanan mengantarkan banyak pengalaman bagi aku pribadi, dan tentu membuka wawasan yang tidak dapat di sekolah. Bagaimana menghormati kerarifan lokal masyarakat setempat yang didatangi dan belajar adat istiadat setempat, makin membuka cakrawala wawasanku bahwa kita harus berpikir “TERBUKA”.


Sebuah Gerakan  Traveling dan Volunteer

Belajar bersama anak-anak di Desa La Iwa,
Sumba Timur

Dalam perjalanan aku tidak hanya jalan-jalan saja, namun aku ingin berkontribusi baik bagi daerah yang dikunjungi seperti mengajar anak-anak setempat dengan membawa buku, puzzle, bagaimana hidup bersih dan sehat dimulai dari rumah. Semua dimulai dari diri-sendiri baru disebarkan ke orang lain, karena hal baik akan berdampak baik bagi alam sekitar dimulai dari hal kecil, seperti membawa tumbler, tempat makan , sedotan kayu dan lain-lainnya.

Konservasi  Alam Berbasis EKOWISATA BERKELANJUTAN

Lalu GIMANA menjaga alam Indonesia yang KAYA ini, yaitu dengan pengelolaan kawasan atau lahan merupakan hal penting untuk menjaga alam secara berkelanjutan. Kuncinya dalam pengelolaan kawasan adalah bagaimana pengelolaan yang dilakukan dapat menjamin keberlanjutan.


Pemandangan salah satu dermaga di Kabupaten Cilacap

Untuk dapat menjamin keberlanjutan tersebut, salah satu model pengelolaan kawasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan kawasan adalah dengan Ekowisata. Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Hal ini yang pernah aku lakukan ketika menjadi volunteer di Teluk Alulu, Kalimantan Timur. Menyaksikan pembangunan solar panel untuk pembuatan es batu bagi masyarakat setempat, agar para nelayan yang melaut tidak merugi karena ikan hasil tangkapannya membusuk.

Pembangunan Solar Panel di Teluk Alulu

Solar Panel

Nah, minggu lalu aku berkesempatan hadir diacara “Blogger Activity”, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) afiliasi dari The Nature Conservacy,  adalah organisasi konservasi dengan misi perlindungan daratan dan perairan, bertempat di Kedai Kopi C1No1, Senopati, Jakarta Selatan.

Diacara kemarin Usi Sally menjelaskan peran para traveler dalam “Sustainable Tourism” meliputi environment, social, economy dan culture.

Usi Sally Menjelaskan Peran Para Traveler dalam kontribusi terhadap alam Indonesia

Contohnya : Dalam bidang ekonomi YKAN melakukan pemberdayaan masyarakat Papua lewat ‘Koperasi Embun” yaitu pembuatan abon ikan yang berasal dari ikan laut dari Papua. Saat ini olahan abon ikan tersebut sudah menjadi komoditi oleh-oleh khas Papua yang bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

APA HUBUNGANNYA KONSERVASI ALAM DAN TABUNGAN ALAMKU

Nah, Jika kamu ingin berkontribusi bagi alam bisa banget loh lewat TABUNGAN ALAMKU dari Bank CTBC Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara. Bisa di cek disini https://www.ctbcbank.co.id/PersonalBanking/Deposits/SavingAccount/Id_CTBCAlamkuAccount.html.
Tabungan Alamku

Tabungan Alamku merupakan produk tabungan hasil kerjasama PT. Bank CTBC Indonesia dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara untuk mengajak kita semua ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestraian alam serta lingkungan hidup di Indonesia.

Manfaat dari Tabungan Alamku dari Bank CTBC Indonesia

Setoran awal jika ingin membuka rekening minimal Rp. 1.000.000,-  dengan suku bunga optimal hingga 5% dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. 1,25% dari saldo rata-rata bulanan akan didonasikan untuk mendukung kegiatan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Foto Bersama bersama Blogger

Foto Bersama Blogger

Yuks, sama-sama berkontribusi dalam menjaga alam Indonesia tetap LESTARI, karena tanggung jawab kita semua untuk pelestraian alam yang berkelanjutan, dimana alam dan manusia  dapat hidup berdampingan serta berkembang bersama-sama untuk pembangunan, maka dari itu dengan membuka rekening  TABUNGAN ALAMKU dari Bank CTBC Indonesia kamu sudah berkontribusi secara tidak langsung. Terima Kasih.








Tradisi Saparan Desa Sumogawe Kab. Semarang

Perjalanan yang aku lakukan tidak pernah tahu dimana berujung, langkah awal menuju Semarang selepas kegiatan volunteer di Randudongkal, P...