Rabu, 15 Juni 2016

"Bokeh" Istilah dalam Dunia Fotografi


Bokeh memang istilah yang tidak awam bagi kita yang berkecimbung di dunia fotografi. Tetapi tahukah kamu arti bokeh itu sendiri?

Bokeh sendiri berasal  dari Bahasa Jepang yakni "Boke" yang memiliki arti menjadi kabur atau buram atau bias juga dikatakan titik luar dari fokus. Dengan adanya bokeh pada sebuah foto maka titik fokus yang jatuh pada objek akan menjadi sangat jelas, sedangkan areal selain fokus itu sendiri menjadi blur atau bokeh.

Bokeh sering kali digunakan dalam fotogrofi makro, model dan lain-lainnya.

Ada 6 faktor untuk kualitas foto bokeh yang keren "IMHO" loh boleh ditambah hehehe... :D

1. Gunakan Aperture Besar
Bokeh berasal dari lensa, bukan dari kamera, hal terpenting yang harus dilakukan adalah setting aperture lensa pada bukaan besar, lalu bisa melakukan dengan mengunakan mode aperture priority dan mengunakan f ke dalam nilai terkecil.

2. Kurangi Jarak antara kamera dengan objek foto
Semakin dekat kita berdiri dari objek foto, semakin blur background-nya. Semakin dekat objek foto, fokus lensa juga semakin dekat dan depth of field akan semakin sempit.

3. Jauhkan jarak antara objek dan background-nya
Saat kamu memotret teman dan ingin mendapatkan  bokeh yang bagus, maka semakin jauh teman tadi dari background dibelakangnya, semakin bagus bokeh yang didapat.

4. Gunakan focal lenght terpanjang
Kalau saya mengunakan lensa canon 70-300mm. Pilihlah lensa  terpanjang 300mm, kalau tujuannya menghasilkan foto bokeh yang maut.

5. Pilihlah lensa yang berkualitas optik terbaik yang mampu kamu beli
Kualitas bokeh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas lensa yang kita pakai. Untuk lensa 70-300mm tadi dan sebisa mungkin pakailah aperture f/2.8.

6. Gunakan lensa prime
Karena makin besar aperture, makin bagus pula bokehnya. Jika kamu memiliki lensa prime atau fixed lens. Fixed lens lensa yang memiliki focal lenght tunggal alias lensa yang tidak bisa di-zoom. Saya biasanya mengunakan 50mm f/1.8 harganya murah dan hasil fotonya dasyat.

"Happy Hunting"


Beberapa contoh foto bokeh saya :
















Karena Setiap Perjalanan Punya Cerita "Dieng" Part-1



 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...
12 Mei 2016 

Pagi Dieng...

Pendakian Prau ala anak kompleks ini terbagi 3 kloter, saya adalah kloter pertama yang berangkat menuju Jogja, lalu melanjutkan perjalanan menuju Wonosobo dengan motor ditemani Oleh Pakde Dady, Mas Agung dan Bagus. Sementara Arief menyusul nanti malam karena pagi harinya masih ada jam kuliah. 

Rabu pagi, saya, Pakde, Mas Agung dan Bagus  berangkat menuju Dieng. Melewati rute Magelang, Temanggung, Wonosobo, Dieng. Karena perjalanan yang cukup melelahkan saya dan rekan-rekan istirahat terlebih dahulu disebuah Rumah Makan Joglo yang terletak di Kledung dengan view yang menawan menghadap Gunung Sumbing.


Vlog by Agung Hari Wijaya

Rehat sejenak setelah perjalanan panjang Jogja - Wonosobo

Ransel Anak Kompleks
Setelah cukup beristirahat perjalanan dilanjutkan kembali menuju Dieng. Memasuki Dieng mulailah disuguhi pemandangan ciamik hingga tiba di rumah Eko. Ibu, Bapak, dan Eko menyambutku dengan suka cita, lepas sudah rasa kangen ku dengan keluarga ini. Bapak dan Ibu sudah seperti keluarga sendiri saya pun meminta izin mengajak rekan-rekan untuk menginap di rumah Ibu dan Bapak. 


Rumah Eko

Narsis dulu
Sore hari kita berjalan-jalan sekitar Dieng  dan foto-foto di "Welcome Dieng" karena Mas Agung dan Bagus baru pertama kali kesini, lalu sempat Sholat Magrib berjamaah di masjid.


Jalan - Jalan Sore
Masjid Dieng
Selepas jalan-jalan sore dan mandi, saya, Pakde, Mas Agung dan Bagus istirahat di rumah sambil menunggu kabar kloter kedua yaitu Kak Jane, Mas Danu dan Mas Bram yang berangkat tadi pagi dari Jakarta dengan kereta Sawunggalih Pagi menuju Purwokerto lalu dilanjutkan dengan travel menuju Dieng. Info terakhir via whatssap mereka masih dalam perjalanan menuju Dieng dan sedang beristirahat makan tak lama lagi akan sampai. Arief pun sama.
Komplek Candi Arjuna
Komplek Candi Arjuna 

Kek cover album

Tak lama hape pun berdering, mereka pun sampai saya menyambutnya  dengan bahagia. Kerena malam ini team sudah komplit tinggal menunggu kloter 3 Kak Griska dan Mas Bram yang masih otw menuju Dieng dengan mengendarai motor dari Jakarta.


Bersama Keluarga Pak Yanto
Setelah cukup beristirahat saya ditemani Mas Agung mengantarkan Kak Jane dan Mas Danu menuju penginapan milik Pak Yanto, sedangkan Mas Bram tinggal bersama di rumah Eko. Hawa dingin mulai menusuk tulang saya mulai mengenakan jaket, sementara rekan-rekan lain juga sama. Selepas makan malam semua pun beristirahat, saya memilih tidur terlebih dahulu karena sudah lelah dengan perjalanan yang panjang. Masih terdengar sayup-sayup Mas Agung berbincang dengan Mas Bram tapi kemudian saya tertidur. 

Selamat beristirahat. 

Bersambung ke  "Karena Setiap Perjalanan Punya Cerita " Telaga Warna Dieng" Part-2"

 وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ...










Selasa, 14 Juni 2016

Fase Kehidupan dan "Filosofi Kupu-Kupu"


Edisi kangen Ibu, jadi iseng-iseng menulis tentang kupu-kupu, ketika kecil Ibu senang merawat bunga-bunganya di halaman rumah dari bunga kertas, mawar, kenangnga hingga bunga matahari sehingga banyak sekali kupu-kupu yang datang dan hinggap. 

Siapapun di dunia pasti kenal dengan mahkluk ciptaan Allah Swt yang bernama kupu-kupu yang memiliki keindahan  dan kecantikan yang luar biasa.

Namun dibalik keindahan dan kecantikannya apakah kamu pernah merenung untuk melewati beberapa fase kehidupan untuk menjadi indah.

Sebagai simbol keindahan, awalnya  kupu-kupu berasal dari mahkluk yang menjijikan yang bernama ulat. Saya sebenarnya dari kecil takut dengan yang namanya ulat. Karena setiap membersihkan pekarangan  rumah jika ada ulat, saya selalu meminta tolong Ibu untuk memindahkan ulat itu. Namun setelah Ibu memberitahu bahwa kupu-kupu berasal dari ulat, maka cara padang saya mulai berubah, Ibu yang membukakan mata dan pikiran tentang ulat dan kupu-kupu.



Sebagai manusia yang dibekali akal, rasionalitas serta kebijaksanaan terkadang kita harus belajar dari rangkaian kehidupan, makna dan filosofi yang diberikan Allah Swt lewat kupu-kupu tadi.

Belajar dari rangkaian kehidupan kupu-kupu saya berharap mampu bermetamoforsis menjadi pribadi yang bahagia, disukai banyak orang, menebar kebajikan dan tentunya bebas melalang buana menapaki  setiap pilar kehidupan yang penuh warna #aaahhhaaaiii...*sambilsenyum*

* Segala yang kita lakukan hari ini akan berguna untuk masa depan

Sebelum membalut dirinya dalam kepompong ulat hanya makan, makan dan makan. Namun itulah tahap kesendirian dan kesunyian dalam balutan kepompong nanti.

Untuk hidup pun kita harus melakukan sesuatu yang bermanfaat di hari ini, untuk manfaat yang lebih bermanfaat yang lebih besar di masa yang akan datang. Pengalaman, ilmu dan pencapaian-pencapain kecil yang kita lakukan dan diperoleh hari ini adalah bekal yang cukup untuk menjalani fase kehidupan kita di masa yang akan datang.

* Kesunyian akan membentuk kepribadian yang matang

Tahapan kepompong yang dilalui kupu-kupu mengajarkan kita bagaimana melakukan internalisasi dalam hidup, yaitu proses perenungan diri untuk mensyukuri makna hidup yang sebenarnya dengan perlahan-lahan melakukan persiapan.


Larva dalam kepompong berada dalam kesunyian, menggantung di dahan atau dedaunan. Ia tak peduli walau panas terik menyengat serta dingin malam menusuknya. Ia tetap kokoh untuk berubah menjadi diri yang baru, diri yang penuh pesona, indah memukau dengan sayap barunya dan tubuh yang cantik.



Dalam hidup pun kita harusnya mampu meniru ketenangan sang kepompong. Meski lingkungan yang kita tempati kadang keras dan kejam, namun jika kita tetap fokus pada tujuan dan berpegang teguh pada prinsip hidup kita, maka pada akhirnya kita akan keluar dari lingkungan itu sebagai pribadi yang dihargai dan disukai banyak orang.


Jika Tak Ada Yang Berubah Maka Takkan Ada Perubahan

Filosofi paling sakral dari kupu-kupu adalah perubahan yang dikenal dengan sebutan metamorfosis. Berawal dari seekor ulat kemudian menjadikan dirinya berada dalam kesunyian (kepompong), hingga akhirnya menjadi kupu-kupu. Tahapan-tahapan ini harus dilalui tanpa satupun yang dilewati. Ulat tidak akan menjadi kupu-kupu tanpa menjadi kepompong terlebih dahulu.

Terkadang dalam hidup kita mengharapkan keberhasilan atau pencapaian yang besar dengan jalan pintas atau cara yang instan. Memang kemudian banyak yang berhasil dengan cara-cara singkat semacam itu, namun percayalah keberhasilan yang diperoleh dengan cara instan akan berakhir dengan instan pula. 

Untuk berubah menjadi kupu-kupu indah dengan sayap yang kuat dibutuhkan perjuangan yang tidaklah mudah. Karena perjuangan adalah sesuatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah Swt membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.

Beranilah untuk berubah, bulatkan tekad untuk berjuang, jangan mengharapkan jalan pintas, karena kepintasan dan ketergesa-gesaan hanya akan membuat kita menjadi manusia-manusia prematur.  Untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya niatkan untuk berubah dan terus menjadi lebih baik seperti kupu-kupu yang menghiasi alam dan menjadi teladan bagi kita manusia, yakin bahwa selalu ada makna dan keindahan dalam setiap moment hidup yang kita lalui.


"The precious lesson about the past is that is shows you what not to bring into your future"





Kamis, 09 Juni 2016

THE HISTORICAL CITY OF MALACCA


Assalamulaikum…
25 Maret 2016

Saya  pergi ke Melaka beberapa hari yang lalu. 1-hari-perjalanan (yang bisa saya katakan, solo backpacking?). Itu tidak direncanakan sama sekali melainkan secara spontanitas. Idenya datang dipikiran saya malam sebelumnya. Saya sebenarnya  bingung selama tinggal dirumah seorang kawan di Kuala Lumpur harus keliling kemana lagi. Sementara kawanku  tidak bisa menemani jalan-jalan karena perkerjaanya tidak bisa ditinggalkan. Jadi mengapa tidak saya pergi sendiri saja untuk jalan-jalan dan menguji kamera baru Lomo La Sardina yang saya beli di Low Yat Mall di Jalan Bukit Bintang? Dan mengapa tidak melakukan suatu di luar kota? SENDIRIAN?
challenge accepted
Ini adalah hari yang indah. Langit biru sempurna dan bunga - bunga bermekaran. Apa lagi yang bisa saya minta?
berjalan
melihat-lihat
memotret
bersepeda di kota
Saya melakukan hmmmm 'semua! Hanya dalam satu hari. Yay!Luar biasa…

Christ Church Melaka
Dengan beberapa anggaran yang terbatas, saya membawa La Sardina dengan Lomography Chrome 100 film dan siap beraksi. HAHAHA membesar-besarkan saja…kamera mungil ini memang menarik buat diajak hunting arsitektur,  Ok mari kita serius. Saya berangkat dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dengan bus ke Melaka jam 09.40 am. Satu arah tiket saya biaya RM10 dengan bus Delima. Perjalanan memakan waktu hampir 2 jam 12 menit. Saya tidak tidur sekalipun, saya hanya menghabiskan seluruh waktu melihat - lihat melalui jendela, sangat menikmati perjalanan menuju Melaka. Saya membawa bekal roti tuna sandwich dari rumah  kawan saya tadi :).  Saya tiba di Melaka Sentral sekitar 11.50 am, dan terminalnya terletak cukup jauh dari pusat kota, saya harus naik bus kota lagi yang harganya RM1 kurang lebih 30 menit.

Where Is Melaka?
Bermula dari Parameswara bangsawan Sriwijaya dari Palembang pada tahun 1400 hingga 1403 dan tercatat di Kronikal Dinasti Ming bahwa Parameswara telah tinggal di ibukota baru di Melaka pada 1403. Lalu masuknya penjajah Portugis pada tahun 1511 Alfonso de Albuquerque hingga kejatuhan Portugis ke tangan Belanda dan Belanda ke tangan Inggris hingga Melaka diisytiharkan sebagai Bandaraya Bersejarah pada 15 April 1989.
Sehingga Melaka dinobatkan sebagai World Heritage Sites oleh UNESCO pada tahun 2008, merupakan ibukota salah satu negara bagian di Malaysia. Tentu saja ketika mengingat pelajaran sejarah semasa di Sekolah, seringkali kita dengar nama Malaka sebagai nama sebuah selat, dan merupakan pintu masuk kolonial Portugis ke Indonesia.
Memang benar, Malaka juga merupakan nama selat yang diapit oleh dua daratan utama yaitu pulau Sumatera Indonesia dengan semenanjung Malaysia serta merupakan akses penting pada masa pelayaran samudera beberapa abad silam. Karena alasan inilah, ketika berkunjung ke Melaka akan terasa nuansa perpaduan budaya dan arsitektur Eropa, China dan tentu saja Melayu sebagai etnis asli, seperti istilah Baba Nyonya untuk peranakan-percampuran Melayu dengan China, Portugis, Chitty – percampuran Melayu India dan Eurasia.

Jarak Melaka 144 km dari Kuala Lumpur, Melaka dapat ditempuh dengan Bus kurang lebih selama 2 jam. Banyak perusahaan Bus yang melayani perjalanan menuju Melaka dari Kuala Lumpur dan Singapore. Para wisatawan dapat memilihnya di TBS (Terminal Bersepadu Selatan) Kuala Lumpur. Terdapat bus yang langsung melayani perjalanan ke Melaka dari Kuala Lumpur yaitu Bus Delima, Billion Star Express, bisa cek di : http://www.easybook.com/bus-ticket/TBS_(Terminal_Bersepadu_Selatan)-to-Melaka_Sentral

The Town Bus akan melewati objek wisata kota. Saya turun di dekat bangunan Stadhuys. Ada begitu banyak orang pada saat itu untuk berwisata dan sekedar naik becak warni-warni untuk berkeliling kota menikmati keindahan Melaka. Saya kira karena itu hari Minggu, jadi ada pasar yang menjual barang sepanjang sisi bangunan, lingkungan disekitar pun berwarna-warni. Hei, beberapa foto saya ambil dari camera digital, sementara beberapa yang lain dari toycam lomo.
Beberapa pajangan magnet kulkas terlihat lucu dan berwarna-warni, tapi saya tidak membeli walaupun ingin hehehe...takut menambah beban diransel, mengingat masih sangat panjang perjalanan. Saya mengingatkan diri sendiri setiap kali, bahwa ini adalah ANGGARAN TRAVEL jadi mengeluarkan uang secara bijaksana. Cuaca  di Melaka benar-benar panas membuat saya harus memakai topi dan banyak minum air putih agar tidak dehidrasi, jadi jika kalian rekan-rekan pejalan berjalan-jalan disini jangan lupa memakai topi yaa... Dari bangunan Stadhuys saya pergi ke Jonker Street. Sebenarnya saya tidak tahu harus kemana (perjalanan spontan yang anyways). Saya bahkan tidak memiliki peta atau GPS, saya hanya berjalan dan berjalan-jalan tanpa harus khawatir akan tersesat atau apa pun itu.
Saya selalu suka jalan-jalan seperti ini dan berjalan mengikuti hati dan kemana angin berhembus. Jonker Street memang  indah dan bangunan unik dengan berbagai restoran disepanjang jalannya. Bahkan saya pikir setiap bagian dari kota ini indah dalam hal budaya. Salah satu alasan saya pergi ke Melaka adalah karena Jonker Street. Saya suka retro, kolonial arsitektur, bangunan toko di sepanjang jalan pokoknya keanekaragaman yang melebur menjadi satu tanpa perbedaan, tsaahh…. 80% orang di sini adalah China, atau wisatawan asing.

Toko - toko menjual berbagai hal seperti karya seni, kerajinan, makanan lokal (es kacang, cendol, Nasi lemak, roti sus, dll) dan saya berjalan selama hampir satu jam. Karena sudah berasa lelah karena kepanasan, lalu saya sewa  sepeda sambil mencari tempat makan siang dan sholat. Saya mencoba salah satu kuliner tersohor di Melaka yaitu Chicken Rice Ball, ngemil sushi dan gorengan ala Malaysia yang semuanya serba durian di Jonker Street sambil berbincang dengan kawan-kawan Pejalan dari negara lain.

salah satu sudut rumah di Melaka

Suasana Jalan di Melaka pada siang hari

White Mansion

Things to do :
1.      Menikmati kuliner di Jonker Street(banyak kuliner unik disini)
2.      Bergaul di Riverside (tertata dengan rapih sehingga betah berlama-lama disini)
3.      Lari pagi menghirup udara segar di Melaka, jika kalian menginap di Melaka

Touristy Object in Melaka 

1.      Baba Nyonya Heritage Museuum
Museum ini merupakan obyek wisata tentang budaya peranakan. Di dalam museum ini pengunjung bisa menikmati dan merasakan bagaimana borjuis-borjuis peranakan hidup pada masa lampau

2.      Francis Xavier Church

Gereja tertua di Malaka dengan design khas Eropa

3.      Paul’s Hill
Terletak di atas bukit masih meninggalkan tembok-tembok sisa reruntuhan, datang ke tempat ini St. Paul’s Hill terasa kembali ke masa lampau saat bangsa Portugis dan Belanda datang ke Indonesia dan berhenti sejenak di Melaka

4.      The Stadthuys – Red Buliding
Bangunan ini merupakan landmark kota Melaka

5.      Menara Taming Sari
Berkunjung kesini pengunjung dapat melihat kota tua Melaka dari top view dengan jelas. Menara ini memiliki tinggi 110 meter

6.      Masjid Kampung Hulu Melaka
Masjid tertua di Melaka, dibangun dengan material kayu  dan arsitektur melayu, saya sempat melaksanakan sholat disini

7.      Melaka River Cruise
Pengunjung dapat berlayar menikmati bangunan - bangunan tua disepanjang Melaka Riverside
8.      Museum Budaya Cheng Ho
Museum yang dibuka oleh Tan T Sen pada 2006, buka mulai jam 09.00 – 18.00 didedikasikan untuk mengenang Laksamana Cheng Ho. Museum ini menggunaka sebuah rumah bergaya Tiongkok yang sudah berusia lebih dari 600 tahun dan merupakan bangunan yang didirikan oleh Laksamana Cheng Ho
9.      Dan lain-lainnya.
Penginapan :
1.      Oriental Riverside Residence Guest House
Jalan Kampung Pantai, 75200 Malacca Town, Melaka, Malaysia
Phone  : +60 14-260 0867
Email   : orientalresidence@gmail.com
Harga sekitar RM50 – RM70 terdapat kamar Single Fan, Deluxe AC
2.      Sayang – Sayang Youth Hostel
Jalan Bunga Raya, 75100 Melaka, Malaysia

Note :
Untuk penginapan dan guest house banyak sekali yang saya temui ketika berjalan dan bersepeda harganya juga bervariasi disesuaikan saja dengan budget kalian,  saya sempat mampir ke kedua hostel tersebut sekedar berkenalan dan meminta informasi. Untuk info penginapan di Melaka bisa di cek di www.hostelworld.com.
Kuliner :
1.       Restaurant Jonker Street 88
Berada di Jalan Hang Jebat No. 88, disini dapat menikmati cendol durian dengan kacang, kacang merah, es serut dengan kuah gula merah harga RM6
2.       Nasi Lemak & Lontong Sayur
Berada diseberang Muzium Samudera dilantai atas pertokoan souvenir semanguk lontong sayur harga RM4
3.       Geographer Café
Café yang berada dikawasan Jonker Street ini menyajikan menu – menu khas Melaka, jika kalian yang datang ke Melaka bisa dicoba menu-menu makanan disini
4.      Restaurant Pitstop
Terletak di Jonker Street No. 18, gedungnya dibangun tahun 1673 dengan detil-detil pintu dan jendela yang didatangkan langsung oleh VOC. Tempat yang asik untuk mengistirahatkan badan setelah menyusuri bangunan-bangunan bersejarah di Melaka dan menikmati menu Pitstop. Note : Banyak sekali makanan enak yang patut dicoba di Melaka, sayang saya hanya sehari saja disini, harus kembali lagi ke Kuala Lumpur karena ke esokan harinya akan melanjutkan perjalanan kembali.

Tips :
1.       Memakai topi jika berkeliling Melaka karena udara sangat panas
2.       Jangan lupa memakai sunblok
3.       Sewa sepeda agar tidak terlalu capek berkeliling
4.       Paling asik sih nginap di Melaka

Setelah puas jalan - jalan dipinggir riverside, entah mengapa saya sangat betah disini berlama -lama. Namun perjalanan harus dilanjutkan pulang ke Kuala Lumpur, saya menaiki bus kota kembali menuju terminal Sentral Melaka lalu naik bus Transnasional  menuju Terminal bersepadu Selatan (KL) RM13.  Fiuuuuuh lelah juga seharian berkeliling Melaka sambil berbincang dengan para Pejalan dari berbagai negara yang ditemui disana. Tapi tentu saja saya bersenang-senang secara maksimal di Melaka ini, bahagia tak terhingga. Terima kasih  Allah SWT.
Inilah coretan selama di Melaka. Selamat tinggal Melaka! Sampai berjumpa di lain waktu :)

Assalamulaikum…

Kumpul Bareng Menikmati Hostel SubWow di Bandung

Perjalananku selalu mempertemukan dengan orang – orang hebat yang sehati dan sefrekuensi, biasa aku penyebutnya begitu. Weekend kali ini t...