Minggu, 01 Mei 2016

Lombok Day 4 - 5 : RINJANI AKU DATANG Part-4




Assalamulaikum...
15 – 16 Mei 2011

Hari Kedua :
Minggu, 15 Mei 2011 tepat jam 05.30 saya  dibangunkan oleh Amri sambil mengatakan *masa tukang foto tidur* kalau bangun siang nanti kehilangan momen loh, dalam hati iya juga sih. Saya langsung beranjak mengambil kamera ternyata benar Subhannallah Sunrisenya indah diiringi oleh awan bergelombang bak kembang tahu yang bertebaran dilangit. Sementara saya, Andre, Mas Pegi, Amri, Andri memotret  yang lainya sibuk memasak kombinasi team yang unik hehehe...:D

Pepohonan Plawangan Sembalun

Pagi Plawangan Sembalun
Kegitan hari ini hanya untuk santai, foto-foto dan meditasi. Saya di temani oleh Andri sibuk memasak kacang Ijo dan ketan hitam dengan tungku api. Saya membuatnya dari sisa-sisa kayu bakar pendaki lain bahagia rasanya.

View Segara Anak dari Plawangan Sembalun

Meditasi
Tak banyak yang saya bisa ucapkan untuk semua keberkahan ini selain puji dan syukur atas segala karuniaNya lalu saya hempaskan nafas panjang saat hari sudah berganti sore, dimana sunset tampak begitu indahnya. Karena esok akan summit maka Amri dan Mas Joe selalu mengingatkanku dan rekan-rekan lain agar selepas Isya untuk istirahat mengingat jam 23.00 saya harus bangun bersiap-siap summit, akhirnya saya selapas Isya pun tertidur.

Team Rinjani
Jam 23.00 Alarm Mas Peggi berbunyi membangunkan saya dan rekan-rekan lain segara bangkit membangunkan yang lain juga untuk bersiap-siap, sebelum berangkat saya makan dulu untuk tenaga. Keperluan summit seperti bubur kacang hijau, roti bakar, biskuit, air minum, susu, teh hangat sudah saya siapkan bersama Arum, Amri dan Ayu untuk dibawa masing-masing.

Hari Ketiga :
Hari Senin, 16 Mei 2011 Jam 24.00 saya dan rekan-rekan sudah siap dengan segala perlengkapan summit Rinjani melintasi tenda-tenda lain di Plawangan, masih banyak pendaki lain yang tertidur sementara saya sudah siap muncak dengan hawa dingin yang mulai menusuk tulang, saya langkahkan kaki perlahan-lahan tampak jalur mulai terjal di tambah jenis tanah yang ringkih, mengharuskan berjalan berdekatan agar bisa saling membantu satu sama yang lain, dalam kegelapan saling memberikan penerangan melalui head lam, sesekali saling memperingatkan untuk lebih hati-hati, karena jurang tanpa dasar mengangga lebar didepan mata, jika saya tidak fokus bahaya sangat mengancam, tampak membentang punggungan-punggungan Gunung Rinjani benar-benar  butuh stamina yang fit dan mental yang kuat untuk muncak.

Setiba di Ponkor saya beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga dengan minum air secukupnya dan makan roti bakar, sambil menikmati sunrise yang mulai muncul dr kejauhan. Perjalanan kembali dilanjutkan medan yang mulai berpasir yang menambah langkah terasa berat maju selangkah turun dua langkah, mengingatkan pada Mahameru hanya di Rinjani kerikilnya lebih kasar sehingga agak tertahan, namun saya harus tetap waspada karena jalurnya hanya bisa untuk satu orang kita harus ekstra hati-hati karena kanan-kiri adalah jurang.

Tenaga kian terkuras mengingat medan yang semakin menanjak karena oksigen yang mulai menipis di ketinggian, sesekali saya minta ke Hadi untuk menyemprotkan oksigen, alhamdulillah tepat jam 05.30 saya sudah mencapai puncak sang Mahabiru *Dewi Anjani* hanya tangis dan sujud syukur saya panjatkan ke Sang Khalik sambil saya berpelukkan dengan rekan-rekan lain, saya agak tercenggang karena tampak banyak wisatawan asing disekitarku yang lokal hanya team saya sembilan orang.


Jalur Pendakian Menuju Puncak Rinjani

Sunrise Puncak Rinjani

View Puncak Rinjani yang cerah
Tak lupa saya dan rekan-rekan team melakukan Sholat Subuh berjamaah di puncak Rinjani,  kenikmatan yang takkan terlupakan seumur hidupku, selepas sholat kita melakukan welcome drink dengan susu hangat. Setelah foto-foto saya meninggalkan Puncak Dewi Anjani tepat pukul 09.30, mengingat jika kesiangan angin berhembus sangat kencang, akhirnya saya dan rekan-rekan  turun secara perlahan, karena saya trauma turunan pasir jadi perlahan-lahan saja, alhamdulillah turunan pasir bisa kulalui dengan sempurna meski perlahan-lahan didampingi oleh Mas Joe, Arum dan Andri sambil mencari GPS yang hilang,namun alhasil GPS tetap tidak ketemu.

Jam 15.00 saya sudah sampai Plawangan Sembalun  sementara rekan-rekan yang sampai duluaan sudah merapihkan tenda, karena takut team terlalu lama dan kemaleman sehingga diputuskan bahwa Hadi, Amri dan Mas Anto jalan duluan untuk menyiapkan tenda di segara anak.

Tepat pukul 16.00 saya, Arum, Ayu, Andri, Andre, Mas Joe dan Mas Peggi  segera melanjutkan perjalanan menuju Segara Anak, turunan yang saya lalui hmmm sangat curam sekali dan harus hati-hati mengingat batu-batu tajam menganga siap menghujam serta jurang ada di kanan dan kiri. Karena  kondisi yang cukup melelahkan  selepas muncak saya menyampaikan ke rekan-rekan yang lain untuk perlahan-lahan, karena kondisiku yang drop. Tepat pukul 18.00 saya dan rekan-rekan istirahat untuk makan sambil menunggu Magrib. Malam semakin larut dan rasa cape sudah  saya rasakan sehingga  kehilangan konsentrasi, saya tak sengaja terjatuh dan hampir saja lewat jika telat di tolong oleh Mas Pegi. 

Akhirnya diputuskan untuk istirahat lebih dulu mengingat saya yang sangat kelelahan. Amri dan Mas Anto menyusul mengingat sudah hampir 5 jam team akhir belum sampai Segara Anak. Melihat saya yang lelah, Amri membawakan kerilku. Jam menunjukkan jam 10.30 saya baru tiba di Segara Anak, Hadi memelukku sambil kuhapuskan airmata yang berlinang, kuceritakan bahwa jika Mas Peggi telat menolongku pasti saya sudah lewat. Alhmdulillah saya baik-baik saja hanya ada luka memar di kaki dan muka. Setelah sampai saya dan team makan malam lalu beristirahat, badanku terasa sakit semua akibat jatuh terguling, luka memar sudah mulai terasa dan kemudian hilang karena terlelap.

Bersambung Lombok Day 6, 7, 8 : RINJANI AKU DATANG Part – 5

Assalamulaikum...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Travel Blogger Gathering Bersama Adira Finance

Adira Finance merupakan perusahaan besar multifinance yang berdiri sejak tahun 1990, yang semula dikembangkan sebagai perusahaan pembiayaa...