Minggu, 07 April 2019

Ratangga Akhirnya Resmi Lahir di Jakarta


Puji syukur alhamdulillah, tepat pada tanggal, 24 Maret 2019 Ratangga atau  Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta diresmikan, ia resmi dilahirkan dan mengubah Jakarta. Adanya MRT Jakarta ini bukan hanya mengurai kemacetan ibukota tapi juga berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim.


Video Cece Lenny Diary

Ratangga atau MRT Jakarta

Jalur Ratangga atau MRT Jakarta

Nama Ratangga pun diambil dari isi puisi Arjuna Wijaya dari kitab  Sutasoma karangan Mpu Tantular. Ratangga berarti kereta perang, tunggangan para pejuang. Disini bisa diartikan bahwa Ratangga akan selalu tangguh dan kuat mengangkut para pejuang Jakarta yang sedang berikhtiar untuk kehidupan yang lebih baik.

Makan siang dulu di Cipete Raya

Setelah diresmikan aku pun mencobanya bersama beberapa kawan, ada Cece Lenny, Kang Aip dan Bung Oka dari mulai masih gratis hingga berbayar. Ada rasa bangga ketika mencobanya seperti mimpi yang kemudian jadi kenyataan, hingga ketika aku turun MRT bersama cece, Kang Aip dan Bung Oka senyum sumringah. Wajah –wajah bahagia terpancar ketika menaiki Ratangga. Aku pun diperjalanan sebelumnya mampir di Stasiun Cipete Raya untuk makan dan minum kopi, karena lokasi ini ramai dengan banyaknya kedai kopi dan restaurant dari harga mahal sampai kaki lima pun ada.

Tertib antri sebelum masuk MRT

Stasiun MRT Cipete Raya

Cece Lenny Lim

Kang Aip

Bung Oka

Ratangga atau Mass Rapid Transit (MRT) buatan Jepang ini benar-benar luar biasa, bisa dikatakan sangat keren, diluar ekspektasi aku sebelumnya. MRT Jakarta ini tak kalah dari negeri tetangga. Awal aku mencoba dengan rute Bundaran HI – Lebak Bulus  memiliki jarak pangjang 16 km dan  waktu tempuh lebih kurang 30 menit, wow langsung takjub biasanya butuh waktu berjam-jam macet dan menunggu sekarang teratasi dengan adanya MRT ini.  


Pintu masuk Ratangga atau MRT Jakarta

Stasiun MRT Blok M

Stasiun MRT Jakarta terdapat 13 terdapat enam stasiun bawah tanah (Bundaran HI, Dukuh Atas BNI, Setiabudi Astra, Bendungan Hilir, Istora Mandiri dan Senayan), sisanya tujuh stasiun di atas (ASEAN, Blok M, Blok A, H. Nawi, Cipete Raya, Fatmawati dan Lebak Bulus). Semua stasiun MRT dilengkapi fasilitas seperti : minimarket, mussola, toilet untuk laki-laki dan perempuan, eskalator, lift (diutamakan untuk Ibu Hamil, Disabilitas, Lansia dan Ibu membawa anak).

Target penumpang MRT Jakarta 65.000 orang/hari, angka tersebut dapat meningkat 130.000 orang/hari. Dan satu rangkaian MRT Jakarta terdiri dari enam gerbong kereta dengan kapasitas penumpang sebanyak 1.900 orang. Total MRT Jakarta yang dioperasikan saat ini adalah 14 rangkaian kereta.

Depo MRT Lebak Bulus 

Nah, kebetulan kemarin aku mencoba lagi mengunakan MRT Jakarta setelah fase berbayar, selama bulan April pengunaan Ratangga mendapat diskon 50% baik itu kartu uang elektronik maupun kartu single trip milik MRT Jakarta.

Tahukah kamu? Kenapa warna hanstrap di Ratangga atau MRT Jakarta berbeda?
Ternyata jawabannya, adalah hanstrap yang berwarna kuning orange ini menandakan bahwa ruang tersebut difungsikan sebagai kawasan bangku penumpang prioritas. Jadi, jangan sampai kamu mengambil hak para pengguna kursi atau apa pun yang menjadi hak para penumpang prioritas.

Berikut aku lampirkan tata cara naik Ratangga atau MRT Jakarta :
1.      Kamu tinggal datang ke stasiun MRT Jakarta yang terdekat dengan tempat tinggalmu
-          Bundaran Hotel Indonesia
-          Dukuh Atas BNI
-          Setiabudi Astra
-          Bendungan Hilir
-          Istora Mandiri
-          Senayan
-          ASEAN
-          Blok M
-          Blok A
-          H. Nawi
-          Cipete Raya
-          Fatmawati dan,
-          Lebak Bulus

2.      Siapkan metode pembayaran kamu.
Saat ini pembayaran MRT Jakarta bisa mengunakan :
-          Kartu Jelajah MRT Kartu Single Trip Ratangga
-          Kartu JakLingko
Untuk Kartu Uang Elektronik meliputi :
-          Flazz BCA
-          E-money Mandiri
-          Tap Cash BNI
-          Brizzi BRI
-          Jakcard DKI

Jika ada pertanyaan gimana yang tidak punya kartu uang elektronik?, Tenang bisa koq pakai uang tunai, baik beli di loket yang tersedia atau via mesin tiket otomatis yang tersedia.

Kartu Single Trip MRT Jakarta

Pengumuman MRT Jakarta


Berikut caranya :
-          Pilih jenis tiket single trip
-          Pilih jumlah tiket
-          Pilih tujuan
-          Perhatikan jumlah yang harus dibayarkan
-          Tunggu tiket dan uang kembali
-          Cetak struk jika perlu
Di Mesin Tiket Otomatis menerima uang pecahan  kertas :
-          Rp. 50.000,-
-          Rp. 20.000,-
-          Rp. 10.000,-
-          Rp.    5.000,-
-          dan,
Pecahan Uang Koin :
-          Rp. 1.000,-
-          Rp.     500,-

Note :
Perlu diingat bahwa  satu kartu single trip (terdapat biaya kartu Rp. 15.000,-)  yang bisa ditukarkan kembali di stasiun tujuan (berlaku seminggu). Baik kartu single trip maupun kartu uang elektronik hanya berlaku satu kartu satu penumpang, dan anak – anak yang sudah memiliki tinggi 90 cm wajib memiliki tiket sendiri.
Setelah memiliki kartu, cara mempergunakannya pun sangat mudah, kamu tinggal tap in di pintu masuk dan tap out di pintu keluar lokasi tujuan, serta perhatikan jalur tujuan kamu keluar ya.

Terus, jika ada pertanyaan kalau mau isi ulang kartu single trip tadi gimana?,
Berikut jawabannya :
-          Letakkan kartu pada tempat tiket
-          Pilih isi ulang top up/refil
-          Pilih Tujuan
-          Perhatikan jumlah yang harus dibayarkan
-          Masukan uang satu per satu
-          Tunggu transaksi selesai dan uang kembali keluar
-          Cetak struk jika perlu

Jam Operasional  Ratangga atau MRT Jakarta :
Mulai Jam 05.30 – 22.30 dan selanjutnya Ratangga akan ada setiap 10 menit.

Yuks sama-sama #BijakBertransportasi beralih mengunakan transportasi publik dengan tertib, taat aturan, serta tak lupa menjaga kebersihan bersama.
Lalu gimana kesan dan pesan kamu ketika naik Ratangga?? Cerita dunk..Terima kasih dan apreasi buat semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Ratangga ini, terima kasih juga yang sudah menemani aku berkeliling yaitu Cece Lenny, Kang Aip dan Bung Oka.







2 komentar:

  1. Wuahhhh.. kemarin di jakarta belum sempat nyoba si Ratangga udah mesti balik kampung euy..
    tapi saya tetap senang, akhirnya jakarta punya MRT, kuterharu mbakku...
    *mewek bahagia*

    BalasHapus
  2. yuk ke jakarta nanti aku temani kamu berkeliling dan ngopi bareng deket rumahku...

    BalasHapus

Citarasa Kuliner Taliwang Bali di Jakarta

"Apa yang kamu ingat kalau mendengar kata Taliwang dan Bali ? Jawabnya : ada yang bilang Lombok dan Betutu..karena kita membicar...