Selasa, 10 Desember 2019

Pentingnya Pendidikan Karakter dan Digitalisasi di Sekolah

Minggu lalu aku mengikuti cara Temu Blogger yang diadakan oleh Kemendikbud, bertempat di aula Perpustakaan. Ini merupakan bagian dari acara Pekan Temu Kepustakaan Kemendikbud 2019.

Acara dibuka dengan dua narasumber dari Kemendikbud yaitu Pak Ade Erlangga sebagai Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) dan Pak Hasan Chabibie sebagai Kepala Bidang PengembanaganTeknologi Pembelajaran Berbasis Multimedia dan Website Kemendikbud.

Pak Ade memaparkan bahwa infrastruktur itu penting dalam dunia pendidikan, namun ada yang lebih penting yaitu pendidikan karakter. Menurut beliau " Infrastruktur yang bagus pun tidak cukup menghasilkan sebuah hasil pendidikan yang hebat, untuk itu peran guru sangat penting dalam membangun pendidikan karakter itu sendiri, karena guru itu ditiru dan guru dapat mengukir sejarah hidup seseorang".

Sikap-sikap Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.


Foto Bersama

Pak Hasan Chabibie dan Pak Ade Erlangga

Membicarakan pendidikan karakter tentu sangat penting. Karakter adalah ciri khas individu yang ditunjukkan melalui cara bersikap, perilaku, bertindak dalam kehidupan bersama masyarakat. Anak memiliki karakter yang baik akan menjadi dewasa yang mampu mengambil keputusan yang baik dan bertanggungjawab.

Ada beberapa karakter yang perlu ditanamkan pada anak di lingkungan sekolah :

a. Karakter Religius
Pentingnya karakter religius menumbuhkan skap dan perilaku saling menghormati dan bertolerasi akan keberagaman.
b. Cinta Kebersihan dan Lingkungan
Menanamkan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
c. Sikap Jujur
Bersikap jujur ini penting sekali ditanamkan pada anak-anak dan tentu akan memberikan dampak positif. 
d. Sikap Peduli
Menanamkan sikap peduli pada anak  merupakan tindakan selalu ingin memberi bantuan kepada orang lainyang membutuhkan.
e. Rasa Cinta Tanah Air 
Sikap cinta tanah air atau bisa disebut nasionalisme merupakan cara berpikir, bertindak dan berwawasan menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi.




Pak Hasan Chabibie sebagai Narasumber dari Pustekkom

Beberapa sikap melalui penanaman karakter anak di lingkungan sekolah dapat menumbuhkan sikap anak tumbuh dan menjadi pribadi yang yang cerdas dan baik. Kebetulan aku pengen cerita sedikit tentang kegiatan relawan yang pernah diikuti, berbagi pengalaman bagaimana mana mengajar anak-anak Sekolah Dasar di daerah tertinggal, dan pendidikan karakter itu penting sekali ditanamkan disekolah sejak dini.

Ketika aku menjadi volunteer di daerah tertinggal

Pemaparan acara temu blogger ini juga tidak hanya berdiskusi tentang pendidikan karakter, namun juga pengenalaan digitalisasi di sekolah.

Menurut Pak Hasan Chabibie pentingnya digitalisasi di sekolah dengan mengunakan portal “Rumah Belajar”. Rumah belajar merupakan sebuah portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar dan fasilitas komunikasi serta interaksi antar komunitas.




Rumah Belajar dapat diakses secara online maupun offline.Dapat diakses secara mudah melalui PC, Laptop, maupun smartphone (tersedia di android dan playstore). Rumah belajar merupakan pengembanganportal yang diluncurkan Pustekkom pada 15 Juli 2011. Melalui aplikasi ini diharapkan sekolah yang berada di daerah Terdepan, Terluar, dan tertinggal (3T) dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana yang diperoleh sekolah di daerah perkotaan. Aplikasi Rumah Belajar menyediakan delapan fitur utama yaitu : sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofresian berkelanjutan dan kelas maya.

Ke depannya, Program Digitalisasi Sekolah akan diperluas di 34 Provinsi yang sekolahnya berada di desa tertinggal dan sangat tertinggal.  Di era 4.0  banyak sekali tantangan, karena 5 tahun kedepan akan menyebabkan hilangnya 5 juta pekerjaan, dan diperkirakan 65% anak  yang masuk sekolah dasar saat ini akan bekerja pada satu pekerjaan yang benar-benar baru dan belum ada saat ini.
Untuk itu Kemendikbud melalui Pustekkom dengan adanya Digitalisasi di sekolah  diharapkan guru dan murid mengalami pertumbuhan dan terciptanya pendidikan yang berkualitas.

2 komentar:

  1. Semoga yah rumah belajar ini dapat dibangun merata di seluruh daerah 3T. Soalnya kadang minat belajar yang di daerah itu justru lebih tinggi loh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget cece, anak-anak didaerah 3T itu pinter-pinter iyaaa Rumah belajar kedepannya bakal ada di 34 Provinsi..

      Hapus

KESERUAN STAYCATION di DRIAM RIVERSIDE, dan MENJAJAL WAHANA UJI NYALI

Perjalanan Jakarta – Cimahi cukup menempuh 3 jam 21 menit dengan kereta. Argo Parahyangan yang aku tumpangi berangkat tepat waktu, a...