Jumat, 27 November 2015

Belajar Menenun Desa Sukarare Lombok


Hari sudah siang ketika saya dan rekan-rekan +Indonesia.Travel  tiba di desa Sukarare. Desa ini terletak di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Menuju Desa Sukarare ini sekitar 25 Km dari kota Mataram atau sekitar 30 menit perjalanan bisa dengan ojek atau charter kendaraan roda empat. Perempuan di desa ini bekerja menenun untuk menjaga kelestarian budaya tenun tradisional yang diwarisi oleh nenek moyang mereka. Bahkan sejak  usia 10 tahun para perempuan disini sudah diajarkan oleh orang tuanya menenun dari motif yang sederhana sehingga anak-anak mudah memahami. Beberapa rekan saya dari Indonesia.Travel juga mencoba belajar teknik memenun di desa ini. Hasil tenun disini di jual mulai harga 1 juta rupiah dengan proses menenun sekitar 1 (satu) bulan.

Desa Sukarare terkenal sebagai Kampung Tenun di Lombok, NTB

Saya berjumpa dengan Ibu Vina dan berbincang banyak tentang pembuatan kain tenun yang sedang dikerjakannya, dengan mengunakan alat tenun tradisional yang sederhana terbuat dari kayu. Benang demi benang dilintangkan dan ditenun, kain tenun desa Sukarare mengunakan bahan-bahan alami. Bahan yang digunakan adalah benang katun, sutera, sutera emas dan benang sutera perak. Sedangkan untuk bahan pewarna yang digunakan adalah dari bahan pewarna alami seperti warna coklat kemerahan dari pohon mahoni, warna coklat muda dari batang jati, warna coklat tanah dari biji asam, warna coklat tua dari batang pisang busuk, dan warna ungu dari kulit manggis dan anggur. Sehingga hasil tenun atau songket dari Desa Sukarare ini terkenal dengan ciri khas kain songket yang berpola cerah seperti orange atau hijau.

Elnie salah satu rekan saya sedang belajar menenun kain tradisional Lombok

Helai demi helai benang dilintangkan
Dengan tangan lembutnya Ibu Vina membuat kain tenun khas Lombok
Benang-benang dikaitkan untuk mengahasilkan motif terbaik
Hasil Tenun Ibu Vina berwarna cerah yang menjadi motif khas Desa Sukarare
Penduduk Desa Sukarare menghasilkan bermacam jenis cindera mata khas Pulau Lombok. Seperti tenun tradisional, taplak meja, selimut, sajadah, dan selendang dengan berbagai motif-motif indah sehingga mempunyai daya tarik tersendiri untuk para wisatawan domestik maupun mancanegara. Hasil Tenun para perempuan desa Sukarare merupakan hasil keragaman alam dan budaya yang merupakan salah satu Pesona Indonesia yang harus tetap dijaga sampai kapanpun.


Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia (www.indonesia.travel). Saya dan rekan-rekan media serta blogger akan mengeksplor beberapa tempat wisata di Pulau Lombok. Silahkan juga cek foto-fotonya di Twitter dan Instagram dengan hashtag #SaptaNusantara #PesonaIndonesia  #KenaliNegerimu 
#ExploreLombok #NusaTenggaraBarat




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kopka Kedai Favorit Di Margonda, Depok

Ada yang tahu nggak kalau ada kedai kopi asik di Margonda, Depok? Jawabannya ada, kedai kopi yang asik banget buat nongkrong, ngerjain...