Sabtu, 23 Mei 2020

SEHARI MAIN DI WEEKDAY MENELUSURI TENABANG

 

Apa yang ada dipikiran KAMU, kalau mendengar TENABANG?

Banyak yang jawab pasti PASAR, MACET, COPET dan lainnya. Namun, kali ini kita bakal explore TENABANG dari sisi lain yang menarik.

Hari itu aku janji berjumpa dengan Bang Juan, Tyo dan Tom di Stasiun Tenabang, yaa ampun sekian lama ndak kesini sudah banyak yang berubah, lebih rapi dan tertib.

Begitu kami sudah berkumpul semua, lalu aku mengikuti Tyo berjalan paling depan menuju lokasi berjumpa dnegan kawan @main.diweekdays lainnya di Kapitan Lim.

Tiba di Kapitan Lim sudah ada Bu Ainun dan Uncesss yang menunggu kami, ini perkenalan pertamaku dengan mereka. Lalu kami pesanan makan siang dan minum, karena hari ini lumayan panas.

 

KAPITAN LIM

Tenabang identik dengan pasar pusat perbelanjaan, namun kali ini aku bukan ingin ngomongin tentang pasar Tenabang, tapi ada apa sih disekitaran pasar ini. Salah satunya restoran Kapitan Lim, yang sangat menarik untuk dikulik lebih dalam.

Kapitan Lim adalah seorang pengusaha gula di wilayah Batavia, yang sudah mengembangkan kawasan Tenabang menjadi wilayah yang ramai pada masa itu. Kapitan Lim dahulunya merupakan Vihara terdiri dari dua lantai.

Begitu KAMU tiba dan masuk akan takjub dengan bangunan restoran ini, serta ramahnya para pramusaji yang menyambut begitu datang. Aku duduk dan langsung memesan makanan, karena sudah lapar dan haus. Menu makanan disini juga bervariasi, ada menu prasmanan, kwetiauw Pontianak, mie udang Penang dan lainnya.

Restoran Kapitan Lim ini buka Senin – Sabtu dari jam 06.00 – 18.00 wib, berlokasi di Jalan Fachrudin No. 82A, Kp. Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 

MASJID AL MAKMUR

Di Kawasan Tenabang  berdiri sebuah masjid tua yang tentu tidak bisa dilepaskan  dengan sejarah yang melekat pada Tenabang,  yaitu masjid  Jami’ Al-Ma’mur.

Masjid Al-Ma’mur merupakan salah satu masjid tua di Jakarta yang masih tersisa, dibangun pada tahun 1704 oleh bangsawan kerajaan Islam Mataram pimpinan KH Muhammad Asyuro. Masjid yang dimasa kini terletak diantara keramaian pusat perbelanjaan Tenabang ini menjadi salah satu tempat ibadah para pengunjung pasar. Masjid Al-Makmur Jalan KH Mas Mansyur No. 6 Tenabang, Jakarta Pusat.

 

VIHARA AMURVA BHUMI BHUDISATTYA atau  VIHARA HOK TEK TJENG SIN

Vihara Hok Tek Tjeng Sin merupakan vihara yang dibangun  pada tahun 1808, teletak diantara Blok A dan Blok F Pusat Grosir Tenabang. Vihara ini sangat ramai dikunjungi umat untuk beribdah seperti pada perayaan Imlek, Cap Go meh dan acara keagamaan lainnya. Jika KAMU, sedang disekitar Tenabang boleh loh vihara ini dikunjungi.

 

STARBUCKS COMMUNITY STORE TENABANG

Setelah seharian berkeliling Tenabang, sore hari kami beristirahat di Starbucks Community Store. Gerai Starbucks yang baru launching pada 20 Februari 2020 ini memiliki keunikan, karena merupakan gerai Community Store pertama di Indonesia, mengapa demikian ?

 “Gerai ini dibangun untuk mendukung masyrakat setempat, Kami hadir untuk mendukung  dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tenabang”.

Community Store ini juga memberi kesempatan pada karyawan Starbucks yang berasal dari Tenabang untuk secara langsung berkontribusi kepada lingkungan masyarakat, tempat mereka bertumbuh, dan uniknya sebagian hasil dari gerai ini didedikasikan  kepada dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), agar tercipta lingkungan anak-anak yang memperoleh edukasi.

Berdasarkan info dari Pak Rahmat, selaku Manager Starbucks Community Store mengatakan ada dua Lembaga Swadaya Masyarakat yang bermitra yaitu Yayasan Komunitas Sahabat Anak dan Indonesia Street  Children Organization (ISCO).

Btw, jika KAMU  berkunjung kesini dapat memesan makanan dan minuman khas yang identik dengan Tenabang, seperti :

·         Betawi Latte

Terinspirasi dari minuman tradisional khas Betawi  yaitu bir Pletok yang kaya akan rempah berupa jahe, pala, cengkih, serai, namun disini dicampur dengan kopi dan susu. Memberi citarasa pedas dan menghangatkan.

 

·         Gambang Cake

Kalu biasanya roti gampang itu memiliki tekstur keras, namun disini bercitarasa lembut memiliki aroma yang khas kayu manis.

 

·         Selendang Mayang Pudding

Biasanya selendang mayang disajikan berwarna-warni dengan gula merah dan es batu, tidak demikian dengan disini disajikan dalam bentuk pudding yang tidak kalah enak dengan kuliner khas lainnya, pas buat menikmati sore sambil santai.

 

·         Sarang Semut Cheese Cake

Berisikan bolu caramel berwarna coklat dilapisi krim keju yang membuat lumer dimulut.

Setelah asikkkk jalan-jalan sehari di Tenabang, tunggu perjalan seru kami lainnya dengan #maindiweekday, terima kasih.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Staycation Seru di Atria Hotel Gading Serpong

  Gimana sih rasanya staycation disaat pandemi? Jawabnya, aman koq karena hotel-hotel sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sala...