Minggu, 15 September 2019

KopDar Social@Grab : Membangun Indonesia, Bersama


Sore itu selepas meeting, aku  berangkat mengunakan Trans Jakarta menuju Kuningan, memenuhi undangan KopDar Social@Grab yang lokasinya di GAMA Tower. Butuh waktu lebih kurang 30 menit aku pun tiba di halte Depkes Kuningan, lanjut berjalan kaki menuju lobby gedung untuk bertanya ke petugas dimana lokasi kantor Grab, lalu menukar kartu identitas dengan akses masuk gedung.

KOPDAR GRAB

Lalu menuju lantai 9, begitu sampai langsung takjub sama kantor Grab ini, kantornya sangatlah cantik ruangan demi ruangan bernama, nama-nama kota di Indonesia ada Tegal, Kediri, Tangerang dan lain-lainnya. Aku pun bersama Mbak Mia menuju  Keraton Room dimana lokasi KopDar, lalu berjumpa dengan Mas Tira, dan disana Kak Eka sudah tiba lebih dulu.

Foto Bersama 

Foto Bersama

Mas Fickry dari Grab

Sebelum acara kami berbincang dengan beberapa kawan untuk saling temu kangen bersama Mas Tira, Kak Eka, Kak Choro, Kak Jo, Mbak Mia dan kawan-kawan dari Socia@Grab itu sendiri. Acara dimulai pukul 19.00 dibuka dengan santai, makan malam sambil dipaparkan beberapa slide tentang Grab. Salah satu alasan Grab hadir adalah untuk melayani setiap orang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ini beberapa alasannya :
a.      Ada 9 juta wirausahawan mikro
Memberdayakan hampir lebih 9 juta wirausahawan mikro di Asia Tengara dengan platform Grab.
b.      Ada 155 Juta Pengguna
Aplikasi Grab telah diunduh lebih dari 155 juta pengguna di Asia Tenggara
c.       Melayani 338 kota di Asia Tenggara
Grab melayani 338 kota di 8 negara, dan akan terus berkembang
d.      Membantu Perekonomian Indonesia
Tentu ini sangat membantu berkontribusi 48,9 triliun rupiah bagi perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Jaringan Grab Terluas di Indonesia, ada di 515 kota

Grab tidak hanya perihal transportasi tapi juga bertransformasi menjadi Every Super App. Layanan Grab mencakup transportasi, pengantaran paket dan makanan, layanan financial dan lebih banyak lagi.

Grab di Indonesia ada di 515 Kota di Indonesia

1.      Transportasi
a.      Grab Car transportasi 4-Roda
·         Grab Car 6
·         Grab Car Plus
·         Grab Car Airport
·         Grab Car Premium
·         Rent Grab Car
b.      GreenLine (Taxi)
·         Layanan taxi yang menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman dan aman.
c.       Grab Bike
·         Layanan kendaraan dua-roda yang terjangkau dan efisien dalam kemacetan.
d.      Grab Wheels
·         Electric Scooters untuk memudahkan perjalanan jarak pendek.

Kak Eka

Kak Jo

2.      Pengantaran
a.      Grab Food
Layanan pesan antar makanan
b.      Grab Express
Layanan pesan antar paket dan belanja (dengan motor atau mobil)
3.      Layanan Finacial
a.      Pemberdayaan Non-Tunai : OVO
Pembayaran melalui ponsel online dan offline. Tukar uang tunai melalui mitra pengemudi, merchants, dan agen.
b.      Layanan Financial
·         Mikro Financing
·         Working  Capital Financing
·         Asuransi
c.       Rewards & Royalty
·         Menggerakan consumer royalty
·         Menawarkan akses kepada merchants untuk berkembang secara ekonomi
d.      Jaringan Agen (KUDO)
·         Layanan 020 melalui jaringan agen KUDO yang sangat luas di Indonesia.
e.      Dan, masih banyak lagi

Grab Juga Melakukan Pendekatan Hyperlocal

Grab hadir di 14 bandara di Indonesia antara lain :
1.    Medan,
    .      Silangit
3.    Pekanbaru
4.      Padang
5.      Lubuk Linggau
6.      Palembang
7.      Lampung
8.      Soetta
9.      Halim Perdana Kusuma
1 .      Bandung
1.      Kertajati
1.      Solo
1.     Balikpapan
. .     Makasar

Produk Inovasi Hyperlocal Kami antara lain :

1.      Grab Bajaj (Jakarta)
2.      Grab Gerak (Jakarta dan Jogjakarta), untuk disabilitas
3.      Grab Bentor (Gorontalo)
4.      Grab Andong (Jogjakarta)

Produk Inovasi dari Grab dengan hyperlocal di Indonesia

Demi keamanan, Grab juga menyediakan “Road MapTeknologi Keselamatan”. Dalam hal ini merupakan pelopor dalam keamanan  ride-hailing.

1.      Kenali dengan siapa anda berkendara
2.      Dapatkan bantuan saat memesan
3.      Mulai kebiasaan baru yang lebih aman
4.      Perlindungan menyeluruh

Grab sebagai pelopor dalam keamanan  ride-hailing, sejak 2018 kami telah menghadirkan :

1.      Share My Ride
·         Berbagi lokasi secara real time
2.      Tombol darurat
·         Dapat bantuan cepat dengan mengunakan tombol darurat
3.      Penyamaran Nomor Telepon
·         Menjaga privasi nomor telepon
4.      Free Call
·         Telepon bebas pulsa
5.      Verifikasi Wajah
·         Verifikasi wajah penumpang dan mitra pengemudi.

TECH For GOOD GRAB

Teknologi merupakan faktor utama dalam membawa Indonesia dan Asia Tenggara lebih maju lagi. Mari bergabung bersama kami dalam memberdayakan jutaan orang dengan :
1.      Mengembangkan ekosistem teknologi dan start up di Indonesia dan Asia Tenggara.
2.      Menjembatani kesenjangan melalui teknologi.
3.      Berinvestasi kepada program dengan dampak sosial.

Hasil Survei Peran Grab Dalam Meningkatkan Sektor Ekonomi Informal Indonesia tahun 2018.


Mas Tira dari Grab
1.      Grab Food membantu meningkatkan penjualn dan akses pasar mitra UMKM
·         Peenjualan rata-rata Mitra Go Food di 5 kota meningkat 25%
·         60 % Mitra Grab Food menikmati tambahan penjualan sebesar Rp. 11 juta/bulan tanpa investasi tambahan.
·         Rp. 1,8 juta/hari sebelumnya Rp. 1,4 juta/hari sebelum bermitra dengan Grab Food.
2.      Grab Car & Grab Bike
·         Menciptakan kesempatan kerja baru
38 %    Mitra Grab Bike sebelumnya tidak memiliki pendapatan
19%     Tidak punya pekerjaan
9%       PHK
10%     Gagal usaha

33%     Mitra Grab Car sebelumnya tidak memiliki pendapatan
14%     Tidak punya pekerjaan
7%       PHK
12%     Gagal usaha
·         Teknologi Grab bersifat inklusif bagi mitra paruh baya
29%     Mitra Grab Bike berusia 41 tahun
36%     Mitra Grab Car berusia 41 tahun
3.      Inovasi teknologi Grab membantu meningkatkan produktivitas Mitra
·         Rp. 4    juta/bulan
113%   pendapatan rata-rata mitra pengemudi Grab Bike
·         Rp. 7    juta/bulan
114%   pendapatan rata-rata mitra pengemudi Grab Car
4.      KUDO menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penjualan agen.
·         31%     Agen KUDO
Sebelumnya individual tidak memiliki pendapatan, saat ini memiliki pendapatan rata-rata sebesar Rp. 2 Juta/bulan.
Penjualan rata-rata agen toko meningkat  51%  dari sebelum bermitra dengan Kudo.

TOTAL NILAI KONTRIBUSI GRAB TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA
Tahun 2018 sekitar Rp.48,9 Triliun dengan detail nilai tambah sebagai berikut :
a.      Grab Bike        Rp.15,7 Triliun
b.      Grab Car         Rp.9,7 Triliun
c.       Grab Food       Rp.20,8 Triliun
d.      Kudo                Rp.2,7 Triliun
Kontribusi Aplikasi Grab Pada Surplus Konsumen di Jabodetabek meliputi :
a.      Grab Car         Rp.5,73 Triliun
b.      Grab Bike        Rp,40,41 Triliun
Total = Rp.46,14 Triliun atau sekitar (3,29 Milyar USD)

Teknologi Grab memberikan keuntungan bagi konsumen dengan memberikan haraga yang leih terjangkau, sehingga pengguna dapat mengunakan kelebihannya untuk hal lain. Grab Indonesia merupakan Unicorn ke-5 di tanah air dan Indonesia merupakan pilar kekuatan digital Asia Tenggara.

Rencana Inovasi Besar Grab Untuk Indonesia :

1.      Kendaraan Listrik
·         Untuk mendorong jaringan transportasi yang ramah lingkungan.
2.      GEO Mapping
·         Persiapan mengadopsi teknologi masa depan bagi Indonesia.
3.      E-Healthcare
·  Meningkatkan akses kepada layanan dokter dan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia

Komitmen Jangka Panjang Grab Indonesia dengan pembangunan Kantor Pusat ke-2 di Indonesia:

Para Pegabdi Konten
1.      Menjadi pusat R & D Center Grab dan kantor pusat bagi Grab Food
2.      Fokus dalam menciptakan solusi yang dapat mendukung pemberdayaan wirausahawan kecil serta agen KUDO.
3.   Memberikan kesempatan berkarir bagi ribuan SDM Indonesia dan meningkatkan keahlian dibidang teknologi kemitraan dengan universitas terkemuka di Indonesia.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tradisi Saparan Desa Sumogawe Kab. Semarang

Perjalanan yang aku lakukan tidak pernah tahu dimana berujung, langkah awal menuju Semarang selepas kegiatan volunteer di Randudongkal, P...