Selasa, 02 Agustus 2016

Penataran, Candi Bernuansa Hindu Di Blitar


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...

30 Mei 2015

Perjalanan saya ke Candi Penataran ini bersama Team Lihat Indonesia Keliling Jawa Timur (LIKJ), Komunitas Taft Diesel Indonesia (TDI) dan Balibackpacker Community. Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang perjalanan bersama team LIKJ etape 3 ini dari tahun lalu, namun karena banyaknya pekerjaan dan lain - lainnya, hingga baru saya tulis sekarang. LIKJ etape 3 ini kita bakal mengunjungi  beberapa lokasi di Jawa Timur antara lain : Kediri - Blitar - Lumajang - Malang.

Team Taft Diesal Indonesia
Team Taft Diesel Indonesia 2
Si Obat Merah
Mendengar Candi Penataran mungkin tidak banyak orang yang tahu, karena tidak setenar Borobudur atau Prambanan di Jawa Tengah. Candi Penataran atau Candi Palah ini berada di ketinggian 450 mdpl di lereng barat daya Gunung Kelud. Terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. 


Memasuki Kawasan Wisata Penataran Blitar
Candi termegah  dan terluas di Jawa Timur ini, merupakan komplek candi peninggalan Hindu. Dari prasasti yang ditemukan, diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kediri sekitar lebih kurang tahun 1194 Masehi dan dilanjutkan pada masa Wikramawardhana Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1415. 



Komplek Candi Penataran
Pembangunan komplek Candi Penataran ini sebagai sarana keagamaan terutama dalam hal pemujaan untuk menghindari kerajaan dari bencana meletusnya Gunung Kelud yang pada masa itu sering terjadi. 

Berdasarkan informasi yang saya dapat dari Bapak Didi Juru Pelihara dan Guide Candi Penataran ini, jika dilihat dari kemegahan dan luasnya candi ini, diperkirakan mempunyai peranan penting dalam sejarah kerajaan di Indonesia. Mpu Prapanca dalam kitabnya Negarakretagama pernah menyebutkan bahwa Raja Majapahit yang memerintahkan sekitar tahun 1350 M - 1389 M yaitu Raja Hayam Wuruk pernah mengunjungi Candi Palah. Raja Hayam Wuruk berkunjung untuk melakukan ritual pemujaan terhadap Hyang Acalapat yang merupakan perwujudan dari Dewa Syiwa sebagai penguasa gunung.


Pak Didi Juru Pelihara dan Guide Candi Penataran
Penguasa gunung dalam Kita Negarakertagama disebut Girindra yang ternyata memiliki kesamaan dengan gelar Ken Arok. Dari beberapa fakta yang ditemukan, kemungkinan bahwa Candi Palah merupakan tempat perabuan Ken Arok.

A. Halaman Depan Candi Penataran

Terdapat Arca Dwarapala raksasa yang memegang gada berjumlah 2 (dua) buah yang akan menyambut begitu datang. Arca tersebut memiliki angka tahun 1320 M yang tertera di arca.


Arca Dwarapala
a. Candi Penataran - Bale Agung  

Bale Agung merupakan bangunan terdepan yang dapat kita temui setelah melewati pintu masuk. Bale Agung ini memiliki luas bangunan  37 meter x 18,84 meter dengan tinggi 1,44 meter. Bangunannya seperti Pendopo Jawa dengan tiang yang zaman dahulu dipakai tempat untuk berkumpul atau bermusyawarah.


Relief Pada Bale Agung
Sudamala di Pintu Masuk candi
b. Candi Penataran - Pendopo Teras

Pendopo Teras merupakan sebuah bangunan disebelah tenggara Bale Agung berukuran lebih kecil 29,05 meter x 9,22 meter dengan tinggi 1,5 meter. Bangunan ini memiliki angka tahun 1375 M. Bangunan ini berfungsi  sebagai tempat untuk meletakkan berbagai sesaji, di Pendopo Teras ini terukir relief kisah Sri Tanjung, Gagang Aking dan Bubhuksah.


Pendopo Teras


B. Halaman Tengah Candi Penataran

Memasuki halaman tengah kita akan disambut Arca Dwarapala yang lebih kecil. Pada kedua arca  tertera angka yang lebih muda yaitu 1319 M. 

a. Candi Penataran - Candi Naga

Candi Naga terdapat bangunan ditengah halaman candi. Candi yang hanya tersisa bagian kaki dan badannya ini memiliki ukuran 4,83 meter x 6,57 meter. Tubuh candi dililit oleh ular naga dan di sokong oleh 9 (sembilan) orang berbusana seperti raja disisi - sisinya.


Candi Naga
b. Candi Penataran - Pondasi Batu

Sebuah pondasi dari bahan batu bata akan dijumpai di halaman tengah Candi Penataran, tepatnya disebelah timur candi.






C. Halaman Belakang Candi Penataran 

Di halaman belakang candi ini diperkirakan yang paling sakral. Terdapat 9 (sembilan) buah bangunan dari batu dan bata yang hanya tinggal sisa - sisa tidak beraturan. Dua buah bangunan terdapat candi induk dan Prasasti Palah. 


a. Candi Penataran - Candi Induk

Candi induk merupakan sebuah bangunan dengan ketinggian 7,19 meter dengan terdiri dari 3 (tiga) teras. Di setiap sisi candi terdapat tangga dengan patung Mahakala berangka tahun 1347 M. Pada dinding candi utama terdapat pahatan relief Ramayana. 


Relief pada Candi Induk Berbentuk Kotak Panel dan Medalion
Patung Mahakala
Patung Gayatri Rajapatni
Relief di Candi Induk Berbentuk Kotak Panel
Di bagian barat daya candi terdapat 2 (dua) buah sisa bangunan, yang pertama sebuah candi kecil yang disebut Bathara Kecil.  Menurut para ahli candi ini dibangun berbarengan dengan Prasasti palah. Satu lagi reruntuhan bangunan kecil lainnya adalah sebuah pondasi dari batu bata, selain itu  dekat aliran sungai di belakang bangunan candi, terdapat pula sebuah kolam yang memiliki angka tahun 1415 M.



Kolam Candi Penataran
Pemandangan Dari Candi Induk

Candi Induk


b. Candi Penataran  - Prasasti Palah

Sejarah Candi Penataran jelas berdasarkan Prasasti Srengga Lencana atau Prasasti Palah yang dibuat oleh Mpu Amogerwara atau biasa juga disebut Mpu Talulah di komplek Candi Penataran. Merupakan ungkapan kebahagian Kertajaya agar tidak terjadi bencana dan fungsi bangunan ini untuk menyembah Bhatara Palah. Prasasti Srengga Lencana atau Prasasti Palah terdiri dari 8 baris di atas dan 31 baris di bawahnya.


Prasasti Srengga Lencana atau Prasasti Palah

Prasasti Palah dari Dekat
Selain sebagai fungsi utamanya sebagai tempat pemujaan dan tempat berlangsungnya upacara keagamaan. Candi ini juga mempunya cerita lain. Berbagai cerita penting dilalui bersama dibangunnya komplek Candi Penataran ini, selama kurun waktu 250 tahun. Meliputi 2 (dua) masa kerajaan besar yaitu pertama Kerajaan Kediri dan kemudian diteruskan oleh Kerajaan Majapahit. Lepas dari itu semua candi ini sangat asik untuk dikunjungi jika singgah di Blitar Jawa Timur.



Team LIKJ Etape 3
Terima kasih untuk Pak Didi atas segala informasi tentang Candi Penataran, Om Eten, Mas Anto dan Mbak Novi yang sudah memberi tumpangan si Obat Merahnya dan seluruh Team LIKJ, TDI dan Balibackpacker Community. 

Tips Berkunjung ke Candi Penataran :

1. Jika siang hari sangatlah panas, disarankan untuk memakai topi atau payung
2. Buanglah sampah pada tempatnya
3. Dan hormatilah adat istiadat di lingkungan candi.


 وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kopka Kedai Favorit Di Margonda, Depok

Ada yang tahu nggak kalau ada kedai kopi asik di Margonda, Depok? Jawabannya ada, kedai kopi yang asik banget buat nongkrong, ngerjain...